Are You A Mermaid?

Are You A Mermaid?
Bagaimana bisa?



BBYUUURRR!!!


"FUU!!" Teriak Moa dan Mod bersamaan.


"Kenapa sudah masuk ke dalam air?? Bapak belum memberi aba-aba!!" Guru olahraga berjalan mendekati lokasi Mod.


Haha, maafkan aku ya Fuu?! - Katrina.


BBYUURR!!


"Eh! Densha?!" Moa terkejut melihat Densha yang ikutan lompat ke dalam air, Moa tidak bisa menyusul karena ia tidak pandai berenang. Apalagi kolam renang sekolah memiliki kedalaman 2 sampai 3 meter.


Kenapa Densha ikutan masuk ke dalam air?? - Katrina.


Hati Katrina benar-benar sakit, melihat pria yang ia sukai berusaha menolong gadis lain. Bahkan seharusnya gadis itu tidak perlu di tolong, begitu pikirnya. Suasana kolam semakin ramai, para gadis berteriak iri melihat Densha menolong si murid baru. Mod duduk di tepi kolam sambil mencoba mengamati keberadaan Fuu, gadis itu terus berdoa agar tidak terjadi hal buruk pada Fuu.


"Fuahh!!"


Kepala Densha dan Fuu muncul ke permukaan, Densha memeluk Fuu erat dan membawa gadis itu ke tempat Mod. Fuu terdiam seribu bahasa, dari wajahnya sepertinya gadis itu bingung dan panik. Wajah Fuu nampak pucat.


"Pegang tanganku Fuu!" Ucap Mod dan mengulurkan tangannya pada Fuu.


"...." Fuu menatap Mod dan menerima uluran tangannya.


Mod menarik tubuh Fuu agar duduk di tepi kolam renang, ia juga menggosok-gosok tangan Fuu agar tetap hangat. Karena sepertinya gadis ini benar-benar terkejut.


Kenapa dia tidak berubah wujud?! - batin Mod dan Moa bersamaan.


Kenapa jadi begini?! - Katrina.


"Kau baik-baik saja?!" Tanya Densha yang juga duduk di samping Fuu.


"Uhm" Fuu menganggukkan kepala pelan.


"Aku kembali ke tempatku! Mod tolong ambilkan dia handuk"


"Baik!" Mod berdiri dan menitipkan Fuu pada Lil, ia berlari mengambilkan handuk bersih untuk Fuu.


"Apa kalian ini bodoh?! Aku kan belum memberi instruksi untuk masuk ke dalam air?! Kenapa kau menghebohkan tempat ini?!" Maki sang Guru yang kini tepat berada di belakang Fuu.


Orang ini sedang bicara apa?! - Fuu memandangi wajah gurunya yang sedang mengomel.


"Hei! Aku berbicara padamu!"


"Eh?? Pada Fuu?"


"Iya! Kenapa kau melompat ke dalam air?"


"Fuu tidak melompat!" Bela Fuu menggelengkan kepala.


"Lalu itu tadi apa? Kenapa kau masuk ke dalam air?"


Fuu menundukkan kepala, gadis itu menggenggam tangannya kuat-kuat.


"Katrina mendorong Fuu..." Ucap Fuu pelan.


Sontak saja! Kalimat Fuu membuat semua gadis disana terkejut dan saling memandang ke arah Katrina, para gadis berbisik-bisik soal Katrina.


Beraninya!! - Katrina.


"Bu.. bukan! Aku tidak mendorongnya!"


"Jangan bohong!"


"Untuk apa aku mendorongmu?!"


Mata Fuu terbelalak, ia bingung harus menjawab apa? Mana mungkin dia mengatakan bahwa Katrina berusaha membuka identitas asli Fuu, dan berusaha membuktikan bahwa Fuu adalah duyung.


Haha! Kena kau sekarang!! - Katrina.


Fuu harus jawab apa?! - Fuu.


"Anu.. Katrina memang mendorong Fuu!" Ucap Lil pelan, gadis baik itu nampak gemetar memegang bahu Fuu.


Fuu dan Katrina menoleh ke arah Lil bersamaan, sang Guru juga menatap Lil. Menunggu Lil meneruskan kalimatnya.


"Teruskan!"


"Sa.. saya.. melihatnya! Katrina.. Uhm.."


"KATAKAN SAJA LIL!! JANGAN TAKUT!!" Teriak Moa dari sebrang.


Bagaimana ini?! Aku tidak tahu apa masalah Katrina dan Fuu! Jika aku mengatakan yang sebenarnya. Siapa yang sebenarnya akan di untungkan?! Apa resiko yang akan aku terima setelah ini?! - Lil.


"Lil!! Bapak menunggu jawabanmu"


"Anu.. saya melihat Katrina menjabat tangan Fuu. Katrina sengaja menariknya agar Fuu jatuh ke dalam air"


"Apa?! Astaga!"


Hukuman apa yang akan aku terima setelah ini?! Hiks.. hiks.. - Lil.


"Eh??"


Lil terkejut sampai badannya tidak bisa bergerak karena Fuu tiba-tiba memeluknya. Fuu tersenyum senang dan mengusap-usap punggung Lil.


"Terima kasih" bisik Fuu pelan di telinga Lil.


Kalimat itu membuat Lil tersenyum, wajahnya memerah karena malu. Ia tak menyangka bahwa masih ada orang yang begitu baik terhadapnya, karena Lil ini tipe gadis yang terlalu baik hati. Jadi dia sering sekali di manfaatkan oleh teman-teman yang di anggap baik olehnya.


"Nona Shawn! Pergilah ke kelas! Dan jangan mengikuti pelajaran olahraga selama bulan ini!"


"Apa?! Kenapa begitu?!"


"Perbuatan mu itu sungguh memalukan! Cepat kembali ke kelas!!"


"Tapi.. Saya kan.."


"CEPAT!!!"


Katrina melirik ke arah Fuu dengan tidak enak, ia mendengus kesal lalu melewati kerumunan gadis begitu saja.


"Wah! Tidak sangka ya?"


"Ku kira si Katrina itu baik"


"Eh? Atau mungkin dia menyukai Densha juga? Bukankah dulu dia yang paling terkenal tidak menyukai Densha?"


"Iya! Kau benar! Mungkin saja begitu.. Mereka kan sempat dekat?!"


"Ya.. mungkin dia cemburu dengan si murid baru karena si murid baru lebih dekat dengan Densha"


"Betul! Mungkin saja begitu!"


"Astaga!! Gadis-gadis ini pandai sekali bergosip ya?!" Sindir Mod ketus.


"KALAU TIDAK MENYINGKIR DARI SINI AKAN KU HAJAR KALIAN!!" Teriak Mod kesal.


"His!! Apa sih?!" Jawab siswi-siswi itu sewot.


Ia berjalan melewati gadis-gadis itu dan memberikan handuk bersih pada Fuu.


"Terima kasih Mod!"


"Ah! Tidak apa-apa! Apa lebih baik kau kembali ke dalam kelas?"


"Apa pria itu mengijinkan?" Fuu menunjuk ke arah Guru olahraga di depannya.


"Hei! Jangan sembarangan menunjuk!" Dengan sigap Mod menurunkan tangan Fuu, lalu gadis itu tersenyum ke arah sang guru.


"Hehe.. Maaf ya pak??"


"Tidak apa-apa! Bawa temanmu ke UKS, mungkin dia shock"


"UKS??" Tanya Fuu bingung.


"Itu tempat untuk siswa yang sakit"


"Fuu tidak ingin ke rumah sakit!"


"Bukan rumah sakit kok! Di sana enak loh!"


"Eh?! Benarkah??"


"Iya! Ayo ke sana denganku!" Mod menggandeng tangan Fuu lembut.


"Hei! Kau pikir kau mau kemana?" Cegah bapak Guru.


"Jangan bodoh!! Kau dan dia beda kelas kan?! Kau tetap disini!! Lil antar dia"


"Sa.. saya?"


"Iya! Cepat!!"


"Ba.. ba.. baik!!"


Lil menggandeng tangan Fuu dan menuntun gadis itu berjalan menuju UKS.


"Ayo Fuu"


"Okay, baik"


"Hehe, cara bicaramu lucu ya?"


"Lucu? Itu bahasa sehari-hari Fuu"


"Apa?! Jadi caramu bicara dengan Densha juga seperti ini?!"


"Iya" Fuu menganggukkan kepala.


"......."


"????"


"......."


"Ada apa Lil??"


"Ah! Tidak! Bukan apa-apa"


"Dari tadi Lil melirik ke arah Fuu"


"Iya! Bukan apa-apa"


"Uhm.. baiklah"


"Anu.."


"Hmm??"


"Fuu ada masalah apa dengan Katrina? Jika Fuu berkenan untuk cerita, aku akan sangat senang, biar aku tahu. Perkataan'ku di kolam renang tadi benar atau salah. Aku harap aku tidak salah bicara"


"......"


"Ah! Ta.. tapi.. tapi jika Fuu tidak mau bercerita tidak masalah kok! Hehe" Lil mengusap-usap belakang kepalanya sendiri.


"Lil jangan khawatir, perkataan Lil di kolam renang itu benar kok" jawab Fuu dengan senyum manisnya.


"Be.. begitu ya?"


"Uhm"


"Kita ganti baju dulu ya? Lalu ke UKS"


"Okay, baik!"


Di lorong kelas yang sepi Katrina berjalan dengan langkah yang tidak pasti, sesekali gadis itu menghela nafas panjang dan menepuk-nepuk wajahnya sendiri.


"Bagaimana mungkin dia tidak berubah wujud??"


Katrina duduk di depan kelas, gadis itu meluruskan kakinya. Ia memandangi kedua tangannya, terutama sela-sela jarinya. Masih tersisa bekas luka disana, bahkan ada luka yang belum kering namun ia sudah membuka perban yang membalut kedua tangannya.


"Ini aneh! Saat aku tahu bahwa aku juga mengalami proses perubahan.. waktu itu aku sedang mandi kan?? Lalu kulitku berubah"


Mengapa Fuu tidak?? - Katrina.


"Semakin di pikir memang semakin aneh, banyak yang belum aku pelajari mengenai bangsa ayahku"


Eh?? Jangan-jangan.. Fuu.. - Katrina.


"Aku harus mencari tahu sesegera mungkin!"


.


.


.


.


.


"Haahhh.. berenang membuatku kesal! Lihat kulitku sampai keriput" Moa mengelus-elus kulit tangannya.


"Itu karena kau tidak bisa berenang! Jadi pak Guru selalu mengincar'mu"


"Untuk apa juga aku pandai berenang?? Aku tidak berniat menjadi atlet kok!"


"Bagaimana jika kau mengalami kejadian sepertiku? Di buang di dasar laut??"


"Hiss.. kau mengingatkanku pada kejadian buruk yang menimpamu waktu itu?! Aku sedang mencoba untuk melupakannya tahu!!"


"Haha, maaf.. maaf.. Baiklah! Aku pergi ya?"


"Eh? Kau mau kemana?"


"Fuu berada di UKS kan?? Aku mau menjemputnya"


"Kenapa? Biarkan saja dia disana!"


"Tidak bisa! Lil meninggalkannya sendirian disana"


"Ya.. ya.. pergilah pangeran!!" Ledek Moa dengan tawanya yang licik.


"Mau mati ya?!"


"Hehe, jangan aneh-aneh ya disana?! Ku dengar tidak ada guru penjaganya loh.."


"Bocah ini!! Serius mau mati ya?!!" Densha meraih tangan Moa dan memutarnya ke belakang punggung Moa. Membuat Moa meringis kesakitan.


"Aduh.. duh.. iya.. iya.. aku hanya bercanda kok!"


"Bercandamu tidak lucu! Daripada mengurusi kisah percintaanku, urusi saja kisah percintaanmu yang belum kau selesaikan itu!!"


Densha melepaskan genggamannya pada Moa. Seketika wajah Moa nampak murung.


"Kisah cintaku menjengkelkan!! Aku rasa Mod tidak menyukaiku sama sekali"


"Memang nya kau sudah melakukan apa yang tertulis di buku itu sampai selesai?"


"Belum sih! Hehe"


"Berjuanglah Moa!! Setelah kau berhasil, aku juga akan menyatakan perasaanku padanya.."


"Eh?? Pada Fuu??"


"Tentu saja!"


"Sebenarnya kisah cinta kalian itu tidak rumit, aku tahu kau menyukai Fuu. Dan Fuu juga menyukaimu kan? Tinggal jadian saja!"


"Tapi Fuu belum memahami arti suka yang sebenarnya"


"Yaa.. dia bilang padaku. Bahwa ia juga ingin merasakan cinta sih!"


"......."


"Ya sudah sana pergi!!"


"Ah! Iya.. sampai nanti di kelas Moa"


"Oke" jawab Moa dan tersenyum lebar.


Bagaimana jadinya jika mereka memiliki hubungan jangka panjang?? Apa duyung dan manusia boleh menikah?? - Moa.


Di sisi lain..


"Wah, iya.. waktu itu kan aku pernah mandi dengannya! bodohnya aku!!" gerutu Mod kesal.


Bersambung!!


Jika kalian menyukai Novel ini! Mohon dukungannya untuk Like ❤️, Komentar 👇 dan Vote. Beri rating juga ya? Dukungan kalian sangat berarti bagi saya! Terima kasih.. 😉😘