Are You A Mermaid?

Are You A Mermaid?
Hari H (part 1)



Pagi-pagi buta Edmund menutupi kandang Fuu dengan selembar kain besar berwarna putih, ia disibukkan dengan acara Festival tengah kota yang akan berlangsung.


Sebelumnya ia telah menyuntikkan obat bius di tubuh Fuu agar duyung itu tertidur untuk sementara waktu, jadi saat para kru menolong mengangkat kan kandang tersebut, Fuu tidak akan bisa meminta pertolongan.


"Ini adalah hari terbaik sepanjang masa!"


Edmund dibantu beberapa orang mengangkat sebuah kandang anjing ukuran besar dimana Fuu terkurung di dalamnya, ke sebuah mobil bak terbuka.


Dengan senyum yang selalu terpancar di wajahnya, Edmund memberikan orang-orang itu beberapa lembar uang dan mengucapkan terima kasih. Pria bertubuh kekar itupun menjalankan mobilnya dengan hati-hati menuju tempat Festival akan diadakan.


"Hai??"


Edmund terkejut melihat Katrina sudah berada di dalam mobil, ia mengusap dadanya perlahan sebelum menghela nafas panjang.


"Kau?" Ucap Edmund tertegun. "Kenapa bisa berada di dalam mobil?"


"Hahaha, apa kau tidak ingin mengajakku ke tempat bersejarah itu?"


"Bukan begitu"


Edmund mendengus kesal, ia sebal karena Katrina selalu mengusik dirinya. Bahkan Edmund sangat yakin, gadis setengah iblis itu sedang merencanakan sesuatu yang lain.


Baru sampai di pintu masuk, Katrina sudah tertawa lebar melihat begitu megahnya acara yang diadakan keluarga Edmund ini. Ia juga menatap sebuah aquarium kosong berukuran besar di depan layar proyektor berwarna putih. Di sana berjejer rapi ratusan kursi untuk pengunjung.


Mata Katrina fokus melihat sebuah truk katrol di belakang layar proyektor, ia mengernyitkan dahi bingung. Dengan polosnya ia menatap Edmund yang sedang sibuk memarkirkan kendaraannya.


"Untuk apa truk katrol itu??" Katrina menunjuk sebuah truk.


"Tentu saja untuk mengangkat kandang besi ini"


"Hah?? Apa maksudmu?" Katrina mengangkat sebelah alisnya bingung.


"Aku tak ingin mengambil resiko dengan buasnya binatang ini nanti!" Edmund menjelaskan.


"Jadi... Aku akan tetap membiarkannya di dalam kandang. Saat katrol itu turun dan merendam tubuh Fuu, secara langsung pengunjung festival bisa melihat perubahan duyung itu lewat kamera kecil yang sudah aku hubungkan ke layar proyektor" imbuh Edmund percaya diri.


"Wah, aku tak menyangka kau begitu jenius" Katrina tersenyum menyeringai. "Atau kejam??"


"Aku rasa keduanya"


Kedua manusia jahat itu tertawa terbahak-bahak membayangkan bagaimana antusiasme pengunjung yang akan tercengang melihat perubahan wujud Fuu di depan mata mereka nanti.


"Baiklah... Aku akan pergi dulu, ada sesuatu yang harus aku lakukan"


Katrina membuka pintu mobil dan berjalan menjauh dari lokasi Edmund, gadis berambut biru itu sekarang berada di suatu tempat yang cukup sepi. Ia mengambil cermin kecil yang ia letakkan di dalam saku dress nya.


"Darah kematian hanya untukmu, tunjukan dirimu padaku"


Katrina mengucapkan kalimat yang aneh, ia menatap cermin kecil yang ia pegang dengan serius. Sesaat cermin tersebut mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata, disana muncul siluet Kraken yang sedang tersenyum.


"Beri aku kekuatanmu" pinta Katrina dengan senyumnya yang menggoda.


Kraken tertawa terbahak-bahak di dalam cermin, hidungnya bergerak-gerak kecil seakan mengendus bau yang sangat enak. Apalagi kalau bukan kerumunan orang dengan darah segar di dalam tubuh mereka.


👉 FLASHBACK ON 👈


(Kejadian sebelum meninggalnya tuan dan nyonya Shawn)


Di dalam lautan yang gelap, Katrina berenang dengan kecepatan siripnya yang semakin hari semakin baik. Gadis itu terburu-buru menuju lokasi Kraken berada, ia merasakan sakit yang luar biasa di bagian dadanya secara tiba-tiba. Jadi Katrina memutuskan untuk menemui Kraken untuk menanyakan kondisi tubuhnya yang seakan melemah.


"APA YANG KAU LAKUKAN PADA TUBUHKU?!"


Katrina membentak Kraken dengan cukup keras. Gadis itu sekarang tak memiliki rasa takut lagi pada Kraken.


"Kikiki... Kapan terakhir kali kau meminum darah??" Kraken berenang mendekati Katrina dan mencengkram wajah manisnya.


"Apa maksudmu?"


"Gadis bodoh!" Sindir Kraken ketus. "Aku memberimu kekuatan itu bukannya tanpa imbalan"


Bola mata Katrina berubah menjadi sebelumnya atau lebih tepatnya kembali normal seperti sedia kala. Pupil matanya bergetar menatap wajah mengerikan milik Kraken.


"Tidak mengerti ya? Semakin sering kau menggunakan kemampuan yang ku berikan, maka kau harus membantai seseorang dan ambil darahnya"


"Apa?!" Katrina terbelalak mendengar ucapan Kraken. "Tapi... Aku bukan Vampir"


Kraken mendorong tubuh Katrina dengan sihir, membuat gadis itu terpental jauh dan terombang-ambing di dalam air. Lalu dengan cepat ia kembali memanggil tubuh Katrina menghadap pada dirinya.


"Kau tidak sadar diri juga?! Sekarang kau adalah pengikut'ku, inikah balasan'mu setelah aku membantumu menghindari perintah Poseidon?"


"Itu sebabnya banyak siaran berita kapal mengapung tanpa ada manusia di dalamnya?" Tanya Katrina takut, berharap pertanyaannya salah.


"Benar! Aku adalah satu-satunya makhluk laut yang suka meminum darah manusia"


Kraken berenang memasuki Goa pribadinya. Tangannya menunjuk pada Katrina yang secara otomatis tubuh Katrina berenang mengikuti dirinya.


"Ada satu darah yang bisa membantuku melawan Poseidon" gumam Kraken lirih.


"Apa?? Kenapa kau ingin melawan ayahmu?"


Kraken melirik Katrina, ia tertawa cekikikan. Matanya mengeluarkan cairan hitam kental yang mengerikan.


"Kau menangis??"


"Ayah? Ayah macam apa yang mengutuk putrinya sendiri menjadi seperti ini?!"


"Maafkan aku... Aku turut sedih" Katrina memasang wajah sedih untuk menghibur Kraken.


"Kikikiki... Temukan dia! Dengan darahnya, bahkan Triton tidak akan mampu melawanku"


"Dia?? Siapa??" Katrina celingak-celinguk menatap ke sekelilingnya.


"Tiga darah berbeda yang begitu langkah, jika kau memakannya kau akan setara dengan dewa! Lewat dirimu aku akan mampu mengalahkan Triton dan mengambil posisinya"


Katrina semakin bingung mendengar perkataan Kraken. Gadis itu mengangkat bahunya sambil mengernyitkan dahi.


"Tribrid" bisik Kraken lirih.


Mata Katrina membulat, ia menggelengkan kepala pelan. Gadis itu tergelak sambil menatap Kraken dengan pandangan mengejek.


"Hahahaha..." Katrina tertawa terbahak-bahak. "Yang benar saja?? Kau ingin aku mencarikan Tribrid untukmu? Dimana? Bahkan di dalam buku yang aku baca tidak pernah menjelaskan kehidupan Tribrid"


"Dia pasti akan lahir... Aku melihatnya di dalam bola mutiaraku"


"Benarkah?? Bukankah kelahiran Tribrid itu langkah? Bahkan seharusnya mereka gagal untuk hidup, jika Tribrid lahir maka dunia kegelapan akan mencarinya"


Kraken tersenyum, matanya menerawang jauh ke atas. Entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini.


"Oh iya... Ngomong-ngomong apa kau memiliki kelemahan?"


Dari awal Katrina menggunakan kemampuan dari Kraken hanya itu satu-satunya pertanyaan yang mempengaruhi otaknya. Gadis itu menatap Kraken dengan serius, menunggu duyung iblis itu menjawab.


"Darah tak berdosa" gumam Kraken lirih.


"Sumpah deh! Kau ingin bercanda denganku sekarang??" Katrina berkacak pinggang. Ia berenang menjauhi Kraken dan hendak kembali ke daratan.


"Aku bicara dengan jujur" ucap Kraken lirih, yang bahkan tidak dengar oleh Katrina.


Setelah Katrina pergi menjauh, Kraken tersenyum-senyum sambil mengangkat tengkorak-tengkorak kepala manusia yang berserakan di dasar laut. Ia menari-nari kegirangan sambil memainkan tengkorak itu.


"Wadah yang benar-benar bagus! Jika dia berhasil menemukan Tribrid, hidupku akan jadi lebih mudah. Dengan kekuatan itu, bahkan dia tidak akan mampu melawanku"


👉 FLASHBACK END 👈


Katrina melotot menatap cermin kecil yang ia pegang. Raut wajahnya berubah menjadi sedih mendengar permintaan Kraken dari dalam cermin itu.


"Semuanya..."


"Apa?!" Katrina berteriak tanpa suara. "Apa kau sudah gila?"


"Tidak! Jika kau tak mampu! Biarkan aku mengambil alih tubuhmu" ucap Kraken santai.


"Kau! Jangan mengambil alih tubuhku, ingat saat terakhir kali kau melakukannya. Aku membunuh orangtuaku sendiri"


TRAK!!


Cermin yang di bawa oleh Katrina terjatuh ke atas jalanan beraspal. Gadis itu ikut tak sadarkan diri bersamaan dengan pecahnya cermin tersebut.


Saat ia membuka matanya, kedua bola matanya menjadi hitam legam seluruhnya. Garis-garis hitam bertuliskan mantra aneh terukir di wajah gadis itu.


"Kekuatan ini... Aku merasa jauh lebih baik" gumam Katrina lirih.


Bersambung!!


Berikan cinta kalian dengan cara Like, Follow, Favorit, Vote, Rating dan Komentar ya? Dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya 😘 Terima kasih.