
Grasak!
Grusuk!
Grasak!
Jam menunjukkan pukul 2 pagi, Moa membolak-balikkan badannya mencari posisi terenak untuk tidur. Mata pria berambut pirang itu sama sekali tidak bisa di pejamkan, berapa kali pun ia memejamkan mata! Otaknya tetap terbangun.
"WTF!! Ada apa denganku??"
Moa bangun dari posisi tidurnya, ia beranjak dari tempat tidur dan hendak keluar dari kamarnya namun belum sampai ia membuka pintu, pria itu kembali duduk di atas ranjang tidurnya.
"Apa yang aku lakukan sih? Kenapa aku tidak bisa tidur? Apa karena aku tahu ada seorang gadis masuk ke rumah ini??" Gumam Moa lirih.
Bisa mati penasaran aku! Gara-gara Leah menunjukkan gambaran aneh di otakku aku jadi terus memikirkannya - Moa.
Malam itu Moa tetap terjaga sampai fajar menyingsing dengan megahnya, akibatnya lingkar hitam muncul di kedua mata pria itu.
Moa bergegas untuk membersihkan diri dan keluar kamar untuk menemui ayahnya, di ingat dia belum meminta izin pada ayahnya jika membawa seorang teman yang menginap di rumahnya malam itu.
"Ayah??" Panggil Moa ragu.
"Ada apa?"
Moa melirik ke kanan dan ke kiri, dia tidak menemukan keberadaan Leah di meja makannya, pria itu menarik kursi tempatnya biasa duduk dan menjatuhkan tubuhnya di kursi itu.
"Anu, karena semalam ayah sudah tidur... Aku jadi tidak bisa meminta ijin"
"Ijin?? Untuk apa??" Tuan Collin menatap puteranya serius.
"Semalam aku membawa seorang teman untuk menginap"
"Gadis??"
"Iya..." Jawab Moa malu.
"Putrinya Ellis??"
"Bukan, dia orang yang berbeda"
Ayah Moa terlihat gusar, ia mengernyitkan dahi tanda tak mengerti namun ia juga tidak ingin menanyakan hal lebih pada puteranya.
"Boleh kan ayah?? Untuk beberapa hari dia akan tinggal"
"Moa... Dengarkan ayah! Berhubungan saat remaja memang normal, justru aneh jika ada orang yang mengatakan sebaliknya"
Moa sungguh tidak paham dengan maksud tuan Collin, hubungan apa? Remaja apa? Begitu pikir Moa. Tuan Collin menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Tapi... Usahakan untuk membuat hubungan hanya dengan satu gadis saja! Tidak baik mempermainkan hati seorang gadis" jelas tuan Collin panjang lebar.
Aku rasa ayah salah sasaran - Moa.
"Ya Tuhan! Ayah ini bicara apa? Dia murni temanku, namanya Leah!! Aku tak memiliki hubungan spesial dengannya" bela Moa berapi-api.
"Benarkah?? Jadi putera ayah ini bukan tipe orang yang suka berkhianat kan?"
"Tentu saja bukan"
Moa berdiri dari tempatnya duduk, ia hendak pergi meninggalkan ayahnya di meja makan. Namun tuan Collin menghentikan langkah puteranya.
"Mau kemana? Kau bahkan belum sarapan"
"Aku ingin mengajak Leah untuk makan bersama"
Moa berjalan menuju ruangan lain di dalam rumahnya, saat ini Leah tidur di kamar tamu keluarga Collin. Jadi... Moa akan membangunkan gadis cantik itu untuk memperkenalkannya pada ayahnya.
.
.
.
.
.
.
Di waktu yang sama Katrina berdiri di atas ujung tebing, ia tengah memandang hamparan laut di bawahnya. Mata Katrina terlihat fokus menatap birunya lautan yang senada dengan warna rambut gadis itu.
Katrina menghirup aroma angin laut yang begitu segar, dia memejamkan kedua matanya dan berusaha merasakan kesegaran angin yang berhembus membelai wajahnya dengan lembut.
"Oke, aku siap!!" Gumam Katrina lirih.
Ia menatap deburan ombak yang menghantam batuan karang di bawahnya, kedua tangan Katrina mengepal kuat. Gadis itu memundurkan tubuhnya beberapa langkah, dan berlari melompat dari atas tebing.
Byuuurrr!!!
Kedua kaki Katrina menyatu membentuk sirip seekor ikan dengan bagian runcing di setiap ujungnya, duri-duri tajam muncul di bagian punggung gadis itu, sisi kiri dan kanan leher gadis itu terbuka membentuk sepasang insang ikan untuknya bernafas di dalam air.
Mata Katrina terbuka, memancarkan cahaya lembut agar ia bisa melihat di dalam air. Dengan sirip yang ia punya, gadis itu mampu berenang dengan kecepatan luar biasa, ia berenang ke lautan terdalam untuk bertemu duyung lain. Katrina sungguh ingin mengetahui siapa gadis bermata biru itu sebenarnya, dan apa hubungan gadis itu dengan Katrina sehingga membuat sang gadis begitu membenci dirinya.
Dalam perjalananya menuju lautan terdalam Katrina bertemu beberapa duyung yang memperhatikan dirinya, jelas saja Katrina menjadi pusat perhatian karena dirinya adalah Hybird. Satu-satunya Hybrid yang di ketahui oleh para duyung di tempat itu, karena mereka belum pernah bertemu dengan Leah.
"Katrina? Itu kamu?" Sapa seorang duyung yang berenang mendekati Katrina.
"Sedang belajar berenang?"
"Tidak, aku hanya ingin mencari ketua"
"Ketua sedang pergi, entah kemana"
"Apa??" Katrina memutar kedua bola matanya, gadis itu begitu jengkel mendengar jawaban duyung itu.
"Ada apa Katrina?"
"Tidak, aku hanya ingin bertanya... Apa ada Hybrid lain selain diriku?"
"Aku tidak mengerti, yang aku tahu hanya kau satu-satunya Hybrid di lautan ini! Setiap kelahiran seorang Hybrid para bangsa duyung akan merasakan tanda-tandanya"
Benar! Lalu siapa gadis itu?? - Katrina.
Katrina menggenggam tangan duyung itu, ia berniat mengajak duyung betina itu ke tempat yang nyaman untuk bicara.
"Ada apa Katrina??"
"Begini, aku ingin menanyakan satu hal"
"Apa?"
"Apa Poseidon itu sungguh ada? Dan dimana putera Poseidon sekarang?"
"Kita bangsa duyung meyakini keberadaan Poseidon dan puteranya"
"Eh?? Sungguhan?? Apa kau pernah bertemu dengan Poseidon? Maksudku apakah duyung bisa bertemu dengannya?"
"Tidak, kami tidak mungkin memiliki kesempatan seperti itu"
Begitu ya? Lalu kenapa gadis itu bicara seperti itu dulu padaku? Seolah ia pernah menemui Poseidon! Bahkan Fuu sendiri tidak pernah bertemu dengan kakek dan ayahnya - Katrina.
"Dimana putera Poseidon di kurung?"
Duyung itu seakan ketakutan mendengar pertanyaan dari Katrina, ia menggelengkan kepala kuat dan berusaha menutupi keberadaan putera Poseidon.
"Apa kau tahu?" Lanjut Katrina.
"Tidak" (menjawab cepat)
Bohong!! - Katrina.
"Sebelumnya... Aku adalah manusia, aku tahu kau sedang membohongiku! Kau tahu kan apa berkat yang aku miliki? Dengan kemampuanku ini aku bisa merubah mu menjadi apapun sesuai keinginanku" ancam Katrina pada duyung itu.
"Bu... Bukan begitu! Namun kau akan dalam bahaya jika pergi ke tempat itu" Duyung itu berenang menjauh dari Katrina.
"Bahaya?? Memangnya ada apa disana?"
"Penjaga!" Jawab duyung itu singkat.
"Penjaga?? Apa maksudnya?" Katrina berenang beriringan dengan duyung itu, ia benar-benar ingin mengorek informasi yang lebih banyak dari mereka.
Duyung betina itu hanya menatap Katrina dengan tajam, ia sama sekali tidak mempedulikan pertanyaan Katrina.
"Hei, aku bicara padamu! Jadi jawablah" lanjut Katrina.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan jika bertemu putera Poseidon?"
"Aku tak yakin, dan aku tidak tahu! Tapi menurut buku mitologi yang aku baca putera Poseidon juga seorang dewa, ia pasti memiliki jawaban yang sedang aku cari"
"Jawaban??"
"Iya... Aku sedang ingin tahu sesuatu"
"Katrina, apa kau tahu? Jika melawan dewa kau bisa kena hukuman"
"Aku tidak ingin melawan siapapun, maksudku belum ingin"
"Kadang aku tidak mengerti kenapa bangsa manusia suka memakai tutur kata yang sulit di pahami"
Cih! Kau saja yang bodoh!! - Katrina.
Katrina pergi meninggalkan duyung itu dan menuju ke tempat lain, menuju ke lautan lepas yang lebih dalam. Ia bermaksud menanyakan keberadaan putera Poseidon pada duyung-duyung lain. Sampai sebuah mantra seolah menahan tubuh Katrina, gadis itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk terus berenang ke depan, seperti ada sesuatu yang menghalangi dirinya.
"Apa ini??"
Katrina mengangkat tangannya, ia mencoba menyentuh barier atau batas penghalang yang terbentang di depan matanya.
"Ini pelindung?? Siapa yang membuatnya??" Gumam Katrina lirih.
Aku tidak bisa melewatinya... Ada apa sebenarnya?? - Katrina.
Katrina berenang kesana-kemari berusaha mencari celah untuk melewati batas itu, namun hasilnya nihil. Ia tidak menemukan jalan pintas manapun.
"Jika aku melewati permukaan nya mungkin bisa!"
Katrina berenang ke atas, menuju ke permukaan laut. Namun bukannya permukaan air yang ia temui, ia malah menemukan sesuatu yang sangat tidak di pahami oleh nalar, ia menemukan air di dalam air, namun air yang ia kunjungi nampak berbeda. Tekstur, rasa dan baunya juga berbeda, merasa curiga Katrina berenang di dalam air itu berharap menemukan sesuatu yang bagus di dalamnya.
Bersambung!!
Halo, Terima kasih sudah membaca! Jangan lupa Like, Love, Komentar, Follow, Vote, dan Rating ya?? Dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya 😊🙏