
Kurang satu bulan lagi, Katrina harus tinggal di dalam laut selama tiga tahun. Sudah lama sekali gadis itu tidak menyentuh air, ia merasa risih akan perubahan di kulit tubuhnya yang tidak bisa di hindari lagi.
"Sudah siap sayang??"
"Yahh... Aku memang harus siap" ucap Katrina pelan, ia sedang memasang tali sepatunya dengan benar.
"Baiklah! Pelan-pelan saja, jangan terburu-buru"
"Apa ayah akan mendampingiku?"
"Ayah akan mempersiapkan'mu dengan baik" jawab tuan Shawn, pria itu tersenyum memandangi putrinya.
Selama ini Katrina selalu menolak untuk belajar beradaptasi di dalam laut, ini pertama kalinya Katrina menuruti kemauan ayahnya untuk melatih dirinya dan mencarikan teman untuknya di dalam air, mengajari Katrina untuk tinggal di dalam laut.
"Bagaimana jika ada manusia yang melihat kita??"
"Jangan khawatir sayang! Ayah punya tempat yang aman"
"Aman?? Kenapa ayah yakin sekali?"
"Setiap ayah harus kembali ke dalam air, ayah selalu ke tempat itu"
"Baiklah, ayo berangkat!!"
"Ayo!"
"Eh! Sebentar ayah... Aku kelupaan sesuatu"
"Apa??"
"Aku lupa membawa baju renang" sahut Katrina cepat, gadis itu segera berlari menuju anak tangga yang menuju ke kamarnya. Namun aksinya di hentikan oleh tuan Shawn.
"Berhenti! Untuk apa kau membawa baju renang??"
"Bukankah kita akan menyelam??"
"Iya benar!"
"Aku harus pakai baju renang kan??"
"Hahaha, duh! Putri ayah lupa ya??" Ledek tuan Shawn dengan tawanya.
"Apa maksud ayah??"
"Kau kan setengah duyung! Kau tidak memerlukan pakaian renang"
"Jadi aku harus telanjang di depan ayah begitu? Ayah ini sakit jiwa ya?" Gerutu Katrina kesal.
"Bukan! Kau akan memiliki sirip di dalam air nanti, jadi untuk apa baju renang'mu?"
"Setidaknya aku ingin menutupi bagian atas tubuhku"
"Begitu ya? Baiklah sana ambil!" Perintah tuan Shawn.
Aku juga penasaran bagaimana wujud Hybrid di dalam air.. - tuan Shawn.
Sebelumnya tuan Shawn tidak pernah bertemu dengan Hybrid, ini pertama kalinya ia akan mengetahui wujud Hybrid di dalam air yang tak lain adalah putri kandungnya sendiri.
Beberapa menit menunggu, Katrina sudah benar-benar siap dengan tas slempang di bahunya. Ia tersenyum menghampiri ayahnya, walau sebenarnya dia sangat gugup di dalam hatinya.
"Ayo ayah!"
"Baiklah!"
Tuan Shawn membawa putrinya menuju ke suatu tempat, tempat dimana ia biasa melakukan aktivitas nya. Dimana lagi kalau bukan laut di belakang hutan taman kota, tempat biasa yang di kunjungi oleh Fuu juga.
"Nah! Disini tempatnya" ucap tuan Shawn sumringah.
"Serius?? Ayah yakin tidak akan ada yang melihat kita disini?"
Tuan Shawn memicingkan matanya, ia menatap ke sekeliling untuk memperhatikan area sekitar.
"Iya, ayah yakin! Kita akan aman disini" jawab tuan Shawn mantap.
"Baiklah... Aku harus bagaimana??"
"Eh?? Mmm... Biasanya ayah melepaskan baju terlebih dahulu baru masuk ke dalam air"
"Ya Tuhan! Serius?? Asal ayah tahu, aku ini perempuan!! Mana mungkin aku begitu di depan ayah" sindir Katrina ketus.
"Hmm, baiklah... Kalau begitu ayah akan pergi dulu, kau bersiaplah dan masuk ke dalam air terlebih dahulu" perintah tuan Shawn.
"Eh? Aku sendirian??"
"Iya, jika mengalami perubahan segera panggil ayah"
"Apa ayah tidak ikut masuk?"
"Katanya kau malu melepas baju di depan ayah?? Jadi, jika kau sudah mengalami perubahan. Ayah akan menyusul'mu masuk ke dalam air" Jelas tuan Shawn panjang lebar.
"Ah! Baik ayah!!" Ucap Katrina senang.
Ia (Katrina) memperhatikan ayahnya yang semakin berjalan jauh, gadis itu bersiap melepas bajunya dan menyimpannya dengan rapi di dalam tas kecil yang ia bawa. Perlahan ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam air.
Dingin... - Katrina.
Katrina nampak ragu untuk menenggelamkan seluruh tubuhnya di air, ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memperhatikan situasi. Gadis itu baru memasukkan setengah tubuhnya ke dalam air, namun reaksi yang ia dapat cukup cepat. Kakinya perlahan berubah menjadi bersisik, kaki gadis itu mulai menyatu membentuk sirip ikan dengan beberapa duri tajam di belakangnya.
Astaga! Kakiku tidak bisa di gerakkan, aku akan tenggelam... - Katrina.
Katrina meronta-ronta, ia belum mahir menggunakan siripnya untuk berenang. Gadis itu tenggelam di perairan yang sebenarnya cukup dangkal, namun karena arus ia jadi terbawa ke tempat yang lebih dalam.
"Khakhh... Astaga! Tidak!! Ayah..." Panggil Katrina dengan nafas yang terengah-engah, gadis itu meminum banyak air laut sampai ia betulan tenggelam. Katrina masih saja menahan nafasnya.
Apa aku akan mati? Nafasku! Aku tidak bisa bernafas... Ayah dimana?? - Katrina.
Di belakang Katrina muncul seekor duyung bertubuh gempal, duyung jantan yang akhirnya ia ketahui bahwa itu ayahnya. Di dalam air ayah Katrina menyanyikan sebuah lagu, mencoba mengajak putrinya berbicara.
Ayah sedang menyanyi?? - Katrina.
"Tutup matamu~ Buka mulutmu~ dan cobalah bernafas"
Apa... A... A... Aku, aku bisa mengerti apa yang ayah ucapkan! - Katrina.
Mendengar kalimat ayahnya di dalam air, Katrina menuruti instruksi dari sang ayah. Gadis itu memejamkan matanya perlahan, ia mencoba menghirup air di dalam laut banyak-banyak.
Keajaiban terjadi, seperti sihir yang tiba-tiba datang padanya. Di bagian leher Katrina muncul garis-garis halus, ada gelembung-gelembung udara yang keluar dari sisi kiri dan kanan leher Katrina. Gadis itu bergidik ngeri menyentuh lehernya dengan kedua tangan.
Astaga! Apa ini insang?? - batin Katrina takjub.
Gadis itu menatap sang ayah dengan pertanyaan yang tersirat jelas di kedua matanya.
"Ayah juga punya... Jadi jangan khawatir" ucap tuan Shawn menenangkan, ia menunjukkan lehernya pada Katrina.
Katrina berenang mendekati ayahnya, gadis itu menyentuh kedua tangan ayahnya dengan lembut. Ia fokus memandangi tangan dan tubuh sang ayah.
Kenapa tidak ada selaput tipis yang membungkus tubuhku?? Selaput di jari-jariku juga tidak sebanyak milik ayah.. - Katrina.
Tuan Shawn paham apa yang sedang dipikirkan oleh putrinya. Ia tersenyum pada Katrina, pria paruh baya itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mmm..."
"Ayo latih siripmu terlebih dahulu!" Ajak tuan Shawn pada putrinya.
"Baik!"
Katrina berenang di belakang ayahnya, ia sedang melatih kecepatan berenangnya. Gadis itu sedikit ketakutan saat sang ayah menuntunnya ke lautan yang paling dalam.
"Tidak apa-apa, kau bisa melihat di dalam kegelapan" ucap tuan Shawn meyakinkan.
Gadis itu menelan ludahnya sendiri sebelum semakin berenang ke lautan terdalam, samar-samar ia melihat beberapa ekor ikan besar seukuran dengan tubuhnya. Setelah melihat dengan seksama gadis itu benar-benar yakin bahwa itu adalah duyung, maksudnya adalah setengah manusia setengah ikan, putra dan putri duyung.
Wah, keren!! - Katrina.
Seekor duyung jantan berenang mendekati tuan Shawn dan Katrina. Duyung itu menatap sinis pada Katrina yang seorang Hybrid. Ia menatap tuan Shawn dengan tajam.
"Dia putriku!" Ucap tuan Shawn tegas, ia mengenalkan Katrina pada duyung jantan yang tak lain adalah kelompok pemimpin di perairan sana.
"Hybrid??"
"Benar, bulan depan adalah saat bagi diriku untuk melepasnya ke lautan"
"Baiklah... Dia akan masuk ke kelompokku" kata duyung itu.
"Apa Poseidon yang memilih??"
"Benar!"
Duyung jantan itu berlalu pergi meninggalkan tuan Shawn dan Katrina dengan cepat, Katrina yang bingung hanya menatap ke ayahnya heran.
"Dia akan jadi pemimpin'mu!"
"Pemimpin??"
"Ketua kelompok'mu"
"Begitu ya?? Jadi aku harus mengikuti kemanapun dia pergi?"
"Tidak juga! Duyung punya batas teritorial sendiri, kecuali jika kau anak atau cucu Poseidon, kau bisa bebas kemanapun kau ingin pergi"
"Poseidon?? Apa ayah pernah bertemu dengannya??"
"Tidak"
"Apa dia jahat?? Kenapa dia menciptakan makhluk seperti kita?? Bukankah ini kutukan??"
"Jaga bicaramu sayang! Poseidon tidak seburuk itu"
"Cih! Tidak seburuk itu apanya?? Lalu kenapa aku harus begini??" Katrina menatap dirinya sendiri dalam wujud duyung.
"Kau terlahir juga karena ayah menikah dengan ibumu, jadi salahkan ayah dan benci ayah saja! Jangan pernah menyalahkan Poseidon!!"
Mendengar kalimat ayahnya itu wajah Katrina menjadi murung, ia merasa bersalah akan kata-kata yang ia lontarkan untuk sang ayah.
"Maafkan aku ayah..."
"Kau tidak salah"
"Ayah sungguh menghormati Poseidon??"
"Tentu saja! Dia dewa kami"
Aku jadi sangat penasaran, apakah Fuu pernah bertemu Poseidon?? - Katrina.
"Ayah..."
"Apa?"
"Apa hubungan gadis bernama Fuu itu dengan Poseidon??"
"Dia cucu Poseidon" jawab ayah Katrina singkat.
"Cucu?? Bukan anak?? Lalu siapa ayah Fuu??"
"Bukankah kau mengenalnya? Kenapa tidak tanya langsung pada anak itu?"
"Mmm... Aku tidak mau ayah"
"Fuu sendiri tidak pernah bertemu dengan ayahnya"
"Eh?? Kenapa??"
"Ayah sendiri kurang yakin, tapi sepertinya ayah Fuu sedang menjalani masa hukuman dari Poseidon"
"Hukuman?? Kenapa Poseidon menghukum putranya sendiri??"
"Ibu Fuu adalah duyung biasa, dia dinikahi oleh putra Poseidon yang seharusnya ia (putra Poseidon) tidak boleh menikah"
"Eh?? Kasihan sekali, kenapa begitu??"
"Dewa dilarang menikah dengan orang biasa kan??" Ucap tuan Shawn lalu tersenyum.
"Jadi Poseidon membenci Fuu??" Tanya Katrina antusias.
"Tidak! Justru sebaliknya, semua duyung di beri bisikan bahwa kami semua harus menghormati Fuu, dia adalah satu-satunya cucu perempuan Poseidon"
"Bisikan??"
"Bisikan gaib, hehehe"
Jadi... Poseidon sangat menyayangi Fuu?? - Katrina.
"Apa jadinya jika Fuu menikah dengan manusia??" Celetuk Katrina ingin tahu.
"......."
"Kenapa ayah diam??"
"Ayah tidak bisa menjawab pertanyaan'mu itu!"
"Eh?? Kenapa??"
"Fuu adalah putri dan cucu seorang dewa, jika dewa menikah dengan manusia bukankah itu sama saja melawan Poseidon??"
"Ayah bilang Poseidon menyayangi Fuu"
"Iya, yah... Kita lihat saja nanti, mungkin jika ayah Fuu sudah di bebaskan dari hukumannya. Ia akan merestui Fuu dan tuan muda Densha"
"Begitu ya??"
"Iya...."
Semoga hubungan Fuu tidak berjalan dengan baik... - Katrina.
Bersambung!
Halo, terima kasih sudah membaca! Jika kalian menyukai novel ini. Tolong Like, komentar, follow, favorit dan rating ya?? Dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya 😘