Are You A Mermaid?

Are You A Mermaid?
Barrier



"Katrina?? Sayang??" Nyonya Shawn mencoba membangunkan putrinya yang tergeletak di depan pintu rumah.


Katrina mengerjapkan mata perlahan, mendengar suara seseorang yang ia kenali dan terlonjak bangun dari tidurnya.


"YA TUHAN!!" Teriak Katrina panik.


"Astaga! Kenapa berteriak? Dan kenapa kamu tidur di depan pintu?"


"Eh? Ibu??"


"Iya, ini ibu" nyonya Shawn memeluk putrinya erat.


"Ibu... Ibu... Di mana ayah?" Tanya Katrina dengan nada buru-buru.


"Ayahmu sedang kerja, ada apa sayang?"


"Astaga! Aku ingin cepat bertemu dengan ayah, ada hal yang ingin aku katakan"


"Ada apa sebenarnya ini??" Wajah nyonya Shawn terlihat sangat panik.


"Bukan apa-apa ibu..."


Katrina bangkit dari duduknya, dengan cepat gadis itu memasuki rumahnya dan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya. Katrina tergopoh-gopoh mencari sebuah buku, buku yang selama ini ia sembunyikan dari kedua orang tuanya.


"Ya Tuhan! Semoga ada..." Gumam Katrina lirih.


"Ada!" Imbuh gadis itu.


Katrina tersenyum riang, dengan cepat ia membalikan beberapa halaman buku untuk menemukan sesuatu yang tertulis di dalam sana. Buku itu adalah buku tentang beberapa makhluk mitologi di era kuno, buku yang berisi macam-macam makhluk, kekuatan supernatural yang dimiliki dan juga kelemahannya.


"Sekarang kita lihat! Apakah Hybrid memiliki kelemahan?"


Mata Katrina terus bergerak untuk membaca setiap lembar halaman, gadis itu mencoba mengorek informasi lebih dalam lagi mengenai dirinya sendiri dan orang lain.


"Ya Tuhan!!"


Mata Katrina mendelik membaca setiap kalimat yang tertulis pada kertas halaman itu, walaupun terkejut bukan main! Tapi di dalam hatinya ia (Katrina) tengah tertawa dengan senangnya.


👉(FLASHBACK ON)👈


Katrina tengah berseteru dengan gadis asing dengan mata birunya yang indah, tak jauh dari sekolahnya.


"Bohong! Hybrid dan duyung murni tidak mungkin di beri kesempatan seperti itu!" Teriak Katrina jengkel.


Hap!


Gadis cantik itu menangkap kedua tangan Katrina, membuat Katrina terkejut dan sedikit panik.


Hmm~ Hmm~ Hmm~


Astaga! Nada ini?? - Katrina.


Awalnya Katrina ragu, tapi setelah gadis itu menyentuh kedua tangannya. Katrina semakin yakin bahwa gadis yang saat ini di depannya ini adalah Hybrid. Entah Hybrid dari mana? Yang jelas saat ini, ia tengah melakukan aksinya untuk menghapus ingatan Katrina.


Jika aku memiliki berkat untuk mengutuk seseorang, jadi gadis ini memiliki kemampuan untuk memainkan ingatan seseorang ya? Gawat! Apa yang harus aku lakukan?? - Katrina.


Di tengah-tengah rasa paniknya, Katrina mencoba berpikir keras bagaimana cara menghindari sihir dari gadis cantik di depannya itu, apalagi gadis ini seperti memiliki maksud dan tujuan tertentu yang justru semakin membuat Katrina penasaran.


Baiklah! Kalau begitu... Aku harap tubuhku, jiwaku, dan otakku, kebal terhadap kekuatan supernatural yang berfungsi dalam pengendalian pikiran!! - Katrina.


Katrina tengah mencoba untuk mengutuk dirinya sendiri saat ini.


"Rubah kutukan'mu pada mereka berdua, setidaknya berilah kutukan yang mampu ku selesaikan! Hapus seluruh ingatanmu mengenai pertemuan kita hari ini~" bisik gadis itu lirih di dekat telinga Katrina.


Tunggu! Apa maksudnya ini? Kenapa dia bicara begini? Astaga! Ini berhasil... Aku tidak terpengaruh dengan mantra Hybrid sialan ini! - Katrina.


Nah! Sekarang aku harus pura-pura pingsan kan?? Sampai orang lain yang membangunkan aku, jika aku bangun sendiri... Aku takut gadis ini masih mengawasi aku! Benar kan?? - Katrina.


BRUKK!!!


Dalam aksinya yang pura-pura pingsan dan terpengaruh oleh mantra yang di ucapkan Hybrid cantik itu, sebenarnya Katrina tengah memikirkan jawaban yang sangat memungkinkan. Siapa sebetulnya gadis ini? Dan apa hubungannya dengan Densha Mikaelson.


👉(FLASHBACK END)👈


Katrina mondar-mandir di dalam kamarnya, sesekali gadis itu mengacak-acak rambut birunya dengan gemas. Merasa buntu dan tidak menemukan jawaban apapun, Katrina membuka buku itu lagi dan membaca dengan seksama.


Di buku itu jelas tertulis jika Hybrid di bekali kemampuan mengutuk atau menghilangkan ingatan seseorang (baca episode 58), dan gadis yang dihadapi oleh Katrina ini adalah tipe Hybrid dengan kemampuan memanipulasi ingatan seseorang.


"Tunggu dulu! Sebelum usia Hybrid tepat 18 tahun, ia harus meminum sedikit darah ayah dan sedikit darah ibu?" Katrina memicingkan matanya untuk menghafal kalimat yang ia baca.


"Astaga! Jadi aku juga harus meminum darah ayah dan ibuku?? Jika tidak dilakukan maka aku akan mati, begitu kah?"


Katrina bergidik ngeri dengan kata-kata yang tertulis di halaman buku itu, gadis itu merasa merinding di sekujur tubuhnya. Membayangkan dirinya harus meminum darah ayah dan ibunya.


"Ini duyung atau vampir sih?!" Ucap Katrina gusar.


Katrina menutup bukunya dan menyimpan buku itu baik-baik, ia menuruni anak tangga untuk menengok apakah ayahnya sudah pulang atau belum. Ya walaupun sudah di pastikan belum pulang, karena ini masih sangat siang.


"Aku akan mencari tahu siapa gadis aneh itu!" Ujar Katrina lalu tersenyum menyeringai.


.


.


.


.


.


.


.


Tok!


Tok!


Tok!


Densha mengetuk pintu kamarnya sendiri yang seharusnya itu hal yang paling tidak perlu di lakukan, untuk apa seseorang mengetuk kamarnya sendiri saat hendak masuk ke dalamnya?


"Fuu?"


Densha memperhatikan Fuu yang hanya rebahan saja, dengan wajah yang menatap ke langit-langit kamarnya.


"Hei, Fuu! Kau baik-baik saja?" Densha berjalan mendekati Fuu.


"Densha???"


Fuu memandang Densha sekilas, lalu memejamkan kedua matanya. Gadis itu menghela nafas yang terdengar cukup berat.


"Kau ada masalah?"


"Ng? Fuu tidak punya masalah"


" Lalu kenapa? Raut wajahmu itu mengerikan tahu!" Ledek Densha lalu tersenyum.


"Entahlah... Fuu merasa ada yang tidak beres, Fuu merasa kurang nyaman"


"Firasat??"


Fuu menatap Densha dengan dingin, gadis itu lalu menganggukkan kepala pelan untuk menjawab pertanyaan Densha.


"Jika ada masalah langsung cerita saja!" Saran Densha.


"Fuu tidak punya masalah kok! Hanya saja... Fuu tidak tahu, perasaan Fuu buruk sekali"


"Apa kau bosan??"


"Bosan?? Apa itu??"


"Ya, mungkin kau ingin jalan-jalan??" Densha menarik kedua tangan Fuu agar gadis itu merubah posisinya menjadi duduk.


"Tidak, Fuu tidak bersemangat untuk jalan-jalan"


"Eh?? Tumben??"


"Fuu hanya ingin bermalas-malasan saja" gumam Fuu pelan.


"Sepertinya kau perlu masuk ke dalam air deh!"


"..........."


"Hari minggu nanti, ayo kita ke laut bawah tebing! Agar perasaanmu sedikit lebih baik" ucap Densha dengan senyumannya.


"Okay, baik!" Jawab Fuu dengan tidak bersemangat.


"His! Aku sedang mencoba menghiburmu tahu! Malah begini reaksimu!"


"Habis... Mau bagaimana lagi? Fuu kan sedang malas"


"Ayo sini ikut aku! Jangan malas-malas" Densha menarik tangan Fuu dengan paksa, membawa Fuu ke suatu tempat di dalam rumahnya.


"Eh?? Kemana??"


"Kita akan bersih-bersih gudang!"


"Apa? Bersih-bersih??" Fuu menggelengkan kepala kuat, ia hendak menolak ajakan Densha.


"Iya! Kenapa? Setelah di pikir-pikir, hidupmu disini terlalu enak!"


"........"


"Kau tidak mengerti? Baiklah akan aku jelaskan!" Kata Densha tegas.


"Kau ini, makan tinggal makan, baju aku belikan, kamar aku sediakan, sekolah juga bibi yang biayai. Tapi... Aku bahkan tidak pernah melihatmu berusaha membantuku dalam mengurus rumah!" Jelas Densha panjang lebar.


"Lho? Kenapa tiba-tiba?"


"Berisik! Turuti saja!! Ini seharusnya sudah jadi kewajiban mu!"


"Tapi Fuu tidak tahu caranya bersih-bersih"


"Maka dari itu aku disini untuk membantumu"


"Okay, baik! Fuu akan bersih-bersih, tapi hari ini saja ya?" Pinta Fuu memohon.


Densha melirik ke arah Fuu, dengan senyum tipisnya itu ia menganggukkan kepala pelan menjawab permintaan Fuu.


Kau belum pernah ke gudang kan?? - Densha.


Bersambung!!


Halo, Terima kasih sudah membaca! Jangan lupa Like, favorit, komentar, Vote dan rating ya?? Dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya 😘