Are You A Mermaid?

Are You A Mermaid?
PART



Ini episode Flashback atau part yang hilang di episode-episode sebelumnya, saya akan berusaha menuliskannya dengan rapi agar kalian bisa memahami jalan ceritanya dengan baik. Happy reading guys! 😘



***


πŸ‘‰FLASHBACK Ep. 94 ONπŸ‘ˆ


Moa menabrak seorang pria bertubuh tinggi dan besar, merasa bersalah Moa menundukkan kepalanya untuk meminta maaf. Yang membuat Moa terkejut adalah pria di depannya itu menjatuhkan sebuah buku. Dan di dalam buku itu bertuliskan tentang legenda putri duyung, Moa juga tak sengaja menatap beberapa kupon pertunjukkan yang ikut jatuh berserakan di sekitar buku tersebut.


"Ma... Maafkan aku" ujar Moa ragu.


"Ah! Tidak apa-apa"


Pria itu berlutut dan memunguti barang-barangnya yang telah jatuh ke atas lantai. Ia juga menundukkan kepalanya untuk menerima permintaan maaf Moa.


"Sir Edmund??" Panggil Moa penasaran.


Yahh... Pria yang tak sengaja di tabrak oleh Moa adalah Sir Edmund, ia adalah salah satu guru di Phoenix High School. Sir Edmund mengajar di bidang biologi, ia sangat terkenal akan kecintaannya pada biota laut.


Guru ini baca cerita putri duyung??? - Moa.


"Ah! Moa... Aku kira siapa?!" Ujar Edmund dan tersenyum, pria itu segera berdiri dari tempatnya.


"Sir Edmund suka membaca buku mitologi??" Tanya Moa penasaran.


"Tidak juga, hanya yang berhubungan dengan duyung saja"


OMG!! Serius?? - Moa.


"Itu kupon apa??" Moa melirik ke arah buku yang di bawa oleh Sir Edmund.


"Ah... Ini kupon pertunjukkan! Akan ada festival aquarium raksasa di kota"


"Eh?? Benarkah??" Moa terlihat begitu antusias.


"Iya, keluargaku yang membiayai pertunjukkan tersebut!"


"Wah, kapan?? Sepertinya menyenangkan??"


"Akhir bulan ini festival itu sudah akan dibuka untuk umum kok, kau ingin datang??"


"Tentu saja jika boleh" Moa tertawa senang.


Aku bisa meminta Mod menjadi pacarku disana! Hehehe - Moa.


"Hmm, bagaimana ya? Jika nilai ujianmu bagus di bidang biologi, aku akan memberimu dua tiket gratis! Bagaimana??" Tantang Sir Edmund senang.


"Baik! Aku terima tantangan anda!!"


Moa membungkukkan badan dan berlalu pergi meninggalkan Sir Edmund, pria itu cengengesan membayangkan acara kencannya akan berjalan lancar.


Sir Edmund memandang Moa sekilas, ia menggelengkan kepala melihat reaksi Moa yang begitu senangnya. Pria bertubuh tinggi itu melanjutkan perjalanan nya menuju ruangan pribadinya di kantor.


Sir Edmund merasa terkejut ketika di depannya berdiri sosok gadis dengan warna mata yang aneh. Warna matanya hitam legam tanpa ada bagian yang berwarna putih.


"Bisa bicara?" Katrina melipat kedua tangannya di depan dada.


"Siapa kau??"


"Tidak mengenali murid sendiri ya?" Katrina melangkah mendekati Edmund, ia menjentikkan jemarinya. Seketika tubuh Edmund mengikuti kemanapun Katrina berjalan, gadis itu menuju ruang penyimpanan alat-alat olahraga dan mengunci pintunya dengan rapat.


"Ada apa ini?? Apa yang kau inginkan?! Kau menggunakan sihir??" Edmund begitu penasaran dengan gadis di depannya.


"Hahahaha, terlalu cepat untukmu tahu!"


"Apa-apaan ini? Lepaskan!!" Edmund memberontak dengan kasar.


Sekali lagi Katrina mendekati Edmund gurunya, ia menelusuri wajah Edmund dengan jemarinya yang lentik. Gadis itu tersenyum.


"Kau tertarik dengan duyung kan?? Aku bisa membawanya padamu! Pasti menyenangkan jika di festival nanti ada pertunjukan putri duyung asli"


Edmund memasang wajah bingung, pria itu sama sekali tak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Katrina.


"Tidak mengerti ya?? Perlu bukti??" Katrina tersenyum menyeringai.


.


.


.


.


πŸ‘‰ FLASHBACK Ep. 100 ONπŸ‘ˆ


Beberapa hari kemudian, ketika ujian telah selesai dan beberapa murid mengikuti ujian susulan. Katrina mendatangi sekolahnya lagi, ia hendak bertemu dengan Edmund.


"Apa sudah selesai semuanya??"


Edmund terperanjat kaget ketika melihat Katrina sudah berdiri di belakangnya, pria itu mengusap dadanya pelan mencoba untuk menenangkan perasaannya.


"Kau membuatku kaget!"


"Yah... Hanya mengisi tandon air itu dengan air laut kan?! Jika kau berbohong aku tidak akan memaafkan mu!" Ancam Edmund tegas.


BRAK!!


Dengan cepat Katrina mencekik leher Edmund, ia mengangkat tubuh pria itu ke atas dengan satu tangannya. Mata Katrina tajam menatap Edmund yang sedang kesusahan bernafas.


"Hok! Lepaskan!!" Edmund meronta-ronta sambil memukuli tangan Katrina.


"Ku peringatkan! Jangan berani-berani mengancamku! Aku bisa saja membunuhmu saat ini juga" ucap Katrina kejam.


"Hok... Uhuk... Baik, tolong lepaskan!" Wajah Edmund semakin memerah menahan oksigen di tenggorokannya.


BUAK!!


Katrina melempar tubuh Edmund begitu saja, gadis itu mendengus kesal lalu beranjak pergi meninggalkan Edmund yang sedang kesakitan.


Gadis sialan!! - Edmund.


Sebelum benar-benar pergi, Katrina teringat sesuatu. Ia membalikan tubuhnya dan menatap Edmund dengan serius.


"Hei, ayo ikut denganku!" Pinta Katrina.


"Apa?! Kemana?"


"Kita harus memperlihatkan diri didepan duyung itu! Agar dia mengikuti kita"


Edmund menganggukkan kepala menuruti segala kemauan Katrina, asal dirinya bisa melihat secara langsung rupa duyung yang dibicarakan Katrina.


Kejadian yang di harapkan oleh Katrina pun terjadi, dari jauh Edmund melihat setiap penyerangan Katrina pada Moa dan Fuu secara bergantian.


Jadi Moa tahu bahwa duyung itu nyata?? - Edmund.


Edmund tertawa lebar saat ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, seorang duyung melompat dari sebuah tandon air dan duduk di atasnya. Ia juga terkejut saat melihat perubahan tubuh Fuu yang perlahan menjadi manusia, benar-benar sangat mengagumkan.


Setelah kedua makhluk itu pergi (Moa dan Fuu), Edmund berjalan ke suatu tempat di dekat sana. Ia mematikan alat rekam yang sudah sedari tadi ia letakan di dekat jendela, pria itu benar-benar bahagia memiliki bukti nyata bahwa duyung benar-benar ada di dunia ini.


Ia (Edmund) menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk memperbaiki tandon air yang rusak. Dengan wajah yang sumringah pria dewasa itu pulang menuju rumahnya, ia tak henti-hentinya menonton rekaman duyung di sekolahnya.


"Benar juga kata Katrina! Jika aku membawa duyung asli dalam Festival nanti, mungkin aku akan terkenal! Dan Festival itu akan semakin ramai" gumam Edmund seorang diri.


.


.


.


πŸ‘‰ FLASHBACK Ep. 109 ON πŸ‘ˆ


Pagi itu Katrina menghubungi Edmund, ia meminta Edmund untuk datang ke suatu tempat. Sebuah tempat yang di sebut pusat perbelanjaan, ia mendapat tugas untuk mengawasi tiga orang gadis yakni Fuu yang ia ketahui adalah duyung, Ryn dan Mod muridnya.


"Kenapa gadis itu menyuruhku mengawasi mereka?" Gerutu Edmund kesal.


Dia (Edmund) memang mengomel saat diberi Katrina tugas, namun entah kenapa selalu ia turuti. Ia tak ingin ambil resiko dengan kemampuan Katrina yang mampu membunuh siapapun dalam sekejap.


Tiba di gang yang sempit, mata Edmund terbuka lebar dan mulutnya menganga menyaksikan Katrina mengambil alih tubuh Mod. Ia mendekap tubuh asli Katrina yang tak sadarkan diri, dengan sihirnya Katrina mengubah warna matanya agar sama dengan milik Mod. Gadis itu tersenyum dan melambaikan tangan pada Edmund.


Saat Katrina (dalam tubuh Mod) sudah menjauh, Edmund menggendong tubuh Katrina dan memasukannya ke dalam mobil. Ia menggelengkan kepala dengan kuat berusaha menerima setiap kejadian aneh yang ia alami.


"Apa yang dipikirkan gadis itu sebenarnya? Kenapa tidak membuat rencana denganku?!"


Selang beberapa jam menunggu di dalam mobil. Edmund mendapat panggilan semacam telepati dan ia tahu harus kemana, saat tiba di lokasi kejadian ia melihat tubuh Fuu yang sudah tergeletak di jalanan. Dengan mata yang melotot hampir keluar, Edmund terburu-buru turun dari mobil.


Ia menyentuh tubuh Fuu yang sudah dingin, pria itu memandang Katrina dengan mata penuh pertanyaan.


"Tenang saja! Dia tidak mati, selama otaknya tidak terluka dia akan terus hidup!" Ucap Katrina lalu tersenyum.


Aku tidak boleh main-main dengan gadis ini!! Dia terlalu berbahaya!! - Edmund.


Ia (Edmund) menggendong tubuh Fuu dan membawanya ke tempat yang jauh dengan mobil (bersama Katrina di dalamnya), ke suatu tempat yang di sebut rumah. Edmund tinggal sendirian di rumah kecil tengah kota, ia tak ingin tinggal bersama keluarganya karena suatu masalah.


"Bagaimana sekarang?!" Tanya Edmund sambil menggendong tubuh Fuu dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Terserah kau saja! Kau apa-apa kan pun, tidak masalah untukku" Katrina tersenyum kecut menatap Edmund.


"Dimana sebaiknya meletakkan dia??"


"Kau punya Aquarium??"


Edmund menganggukkan kepala pelan, ia merebahkan tubuh Fuu di kamar untuk sementara. Dengan semangatnya! Pria itu membersihkan sebuah aquarium yang cukup besar, ia juga menitipkan Fuu pada Katrina, karena ia ingin mengambil air laut untuk mengisi Aquarium nya.


"Aku tidak pernah sebahagia ini!"


Edmund mengendarai mobilnya memecah jalanan kota yang ramai.


πŸ‘‰ ALL FLASHBACK END!! πŸ‘ˆ


Bersambung!!


Berikan cinta kalian dengan cara Like, Follow, Favorit, Vote, Rating dan Komentar ya?? Dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya! Terima kasih!! πŸ˜˜πŸ™