Alive But Dead Inside

Alive But Dead Inside
An Icy Journey #5



Semakin mereka memasuki lembah, semakin dingin dan berat udara di dalamnya, hingga mencapai titik dimana Lightnar merapalkan sihir untuk membuat udara di sekitar mereka menjadi lebih ringan. Namun mana yang digunakannya tak sedikit dan ia harus terus menggunakan sihir tersebut hingga mereka keluar dari dalam lembah tersebut.


Beberapa kali mereka bertemu dengan Frosgant, jumlah mereka tak sedikit. Mereka akhirnya mempercepat langkah, mengetahui seseorang yang berada dalam lembah tersebut sementara mengawasi menggunakan burung elang dari es, yang sejak awal terus terbang di atas mereka.


Sosok dibalik bola krsital tak lagi sabar untuk memulai pertunjukan, sehingga ia merapalkan sebuah mantra di dalam bola krsital. Seketika, gunung besar di hadapan ketiga orang tersebut bergetar hebat, terdengar suara gemuruh kuat dari dalamnya. Sebuah lingkaran sihir berwarna ungu besar, muncul tepat di atas gunung tersebut, berputar cepat, mengeluarkan cahaya keunguan, membangkitkan jiwa tertidur dari seorang Frosgant tertua serta terkuat dalam Frozenland.


Saat lingkaran sihir menghilang, gunung di depan mereka tak lagi tampak seperti sebuah gunung, melainkan sebuah sosok Frosgant raksasa dengan ketinggian di atas seribu meter. Awan-awan badai terkumpul di atasnya, memancarkan petir serta guntur yang memekakkan telinga.


"Lightnar, apakah kau bisa menggunakan wujud nagamu untuk mengalahkannya?" tanya Lucan panik menatap tatapan dingin yang diberikan Frosgant tersebut pada mereka.


"Ukuranku tak lebih besar dibanding Frosgant tersebut, lagipula, dengan keberadaan Frosgant sebesar ini, seharusnya udara di sekitar kita membeku dan kita akan kesulitan bernapas" jawab Lightnar, lalu menatap Esrene yang menggeleng pelan.


"Es ku akan tidak berguna menghadapinya. Seorang Frosgant dengan umur lebih dari seribu tahun, sama kuatnya dengan seekor Alpha di atas lima ratus tahun. Sayangnya, aku masih berumur tiga ratus tahun, hanya ayahku yang mampu mengalahkan Frosgant ini" jelasnya.


Frosgant berukuran masif itu masih belum memberikan tanda-tanda akan menyerang, tetapi tatapan dari mata berwarna biru-keunguannya masih terpaku pada tiga mahluk kecil di bawah. Lightnar berusaha memikirkan sesuatu untuk setidaknya menghentikan regenerasi pada mahluk mengerikan ini, dibanding harus menghancurkannya. Ia bisa menjadi senjata mematikan untuk menyelamatkan bumi.


Lucan menyahut keras "Kita tak punya banyak waktu lagi! Dia mulai bergerak!"


Benar saja, Frosgant raksasa itu kemudian melangkahkan kaki, membuat gempa bumi hingga mencapai tempat persembunyian para Frostheim. Angin yang tercipta dai hantaman kakinya, mendorong hancur apapun sejauh tiga ratus meter, bahkan Lightnar yang telah menggunakan lingkaran sihirnya untuk melindungi mereka, masih terhempas jauh menghantam kuat bongkahan es yang tampak seperti tulang rusuk itu.


Lucan menancapkan kedua pedang darah ke tanah, mencoba bertahan dari hempasan angin yang kuat itu, sementara Esrene menciptakan sebuah kubah es yang hanya jadi setengahnya, untuk berlindung, namun hancur dan ditangkap oleh Lucan. Sayangnya mereka malah terdorong jauh ke belakang, menghantam sebuah bongkahan batu keras.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Esrene khawatir.


"A-aku baik-baik saja" jawab Lucan sambil meraba punggungnya yang terasa sakit, bukan karena terhantam dengan batu keras, melainkan menahan beban dari tubuh Esrene yang ternyata begitu berat.


"Kita tak mungkin bisa mengalahkan mahluk itu" ucap Lightnar, bangkit berdiri, mengalirkan kekuatan di kedua lengannya.


Sosok yang menggunakan bola kristal, tertawa keras menyaksikan situasi tiga orang yang kini terlihat sangat buruk. Situasi yang berkemungkinan besar akan membuat salah satu dari mereka mati "Saatnya pertunjukan dimulai" ucapnya bahagia.


Frosgant tersebut tiba-tiba memukul tanah di depannya, menciptakan gelombang tanah kuat, menghancurkan apapun yang dilewatinya. Tiga orang itu melompat tinggi agar tidak terkena dampak serangan, namun ketika mendarat, tanah di bawah mereka telah berubah menjadi hamparan duri es tajam. Esrene dengan cepat menghembuskan napas es, membuat sebuah kotak pijakan menutupi beberapa dari duri es tersebut, membuat mereka dapat mendarat dengan aman.


Terlepas dari tubuhnya yang begitu besar, Frosgant itu tampak tak terpengaruhi oleh daya gravitasi dan mampu bergoyang gesit, membuatnya jauh lebih mematikan dan berbahaya dibanding mahluk masif biasa. Daya hancurnya begitu besar dan dapat membuat dampak kerusakan mencapai lima ratus meter lebih, dimana setiap kali ia memukul tanah, gelombang yang tercipta membuat tanah yang dilewati berubah menjadi hamparan duri es besar dan udara terasa jauh lebih membeku.


Pergerakan mereka bertiga menjadi lebih lamban karena situasi tersebut. Mereka sama sekali tak dapat mendekatinya, hanya bisa terus mundur ke belakang tanpa melakukan sebuah perlawanan. Ini kedua kalinya mereka menghadapi mahluk yang sama kuatnya dengan Uhro, hanya mengandalkan kekuatan sendiri tanpa bantuan dari Gerald.


"Andai yang lainnya berada disini, mungkin menaklukkan mahluk ini bukanlah suatu hal yang mustahil. Tetapi, hanya mengandalkan kekuatan kita bertiga..." Lightnar masih menahan diri untuk tidak mengatakannya. Namun situasi yang tidak mendukung, membuat ia terpaksa "Kita harus menghancurkan mahluk ini, jika kita tak bisa membawanya masuk dalam pasukan, maka Arkbyss juga tak bisa mendapatkannya"


"Hey hey, apa kau benar-benar yakin ingin menghancurkan mahluk sekuat ini?" tanya Lucan tak percaya "Ia bisa menjadi kekuatan besar dalam peperangan melawan Arkbyss, lagipula, jika cuma Esrene sendiri yang melindungi dunia ini, apakah dia takkan kesulitan?"


Esrene menggeleng pelan "Sudah menjadi tugasku untuk melindungi dunia ini, mudah maupun susah. Itulah tanggung jawabku sebagai Alpha"


"Aku jadi teringat sesuatu, mengapa bangsa Frostheim menyebutkan soal Goddess yang selama ini berdiam di dalam cincin? Bahkan kau tampak begitu marah akan hal tersebut- Sebentar..." Lightnar mencari benda yang seharusnya berada di jari manis kiri Lucan "Dimana cincin itu?"


Kedua mata Lucan terbelalak "Cincinnya masih dipakai oleh laki-laki tadi!" jawabnya panik.


Frosgant yang tadinya akan melancarkan pukulan ke tanah, kini terdiam melihat tiga orang yang sedang berdebat dengan suara keras. Ia memutuskan untuk menunggu mereka selesai, karena tak sopan jika memotong sebuah perdebatan penting orang lain.


Sosok di balik bola krsital mengacak-acak rambutnya, ia tak menyangka Frosgant tersebut masih memiliki sifat rasional meskipun telah dikendalikan olehnya. Ia lalu merapalkan sebuah mantra yang membuatnya batuk mengeluarkan darah, namun membuat Frosgant itu mengamuk dengan mata berwarna ungu terang. Awan badai semakin banyak terkumpul di atas, membuat langit menjadi gelap gulita dan tampak begitu menakutkan bagi manusia biasa.


"Aku pastikan kalian mati dan takkan menghiraukanku lagi. hehehe"