Alive But Dead Inside

Alive But Dead Inside
The Farewell



Di sebuah dimensi yang berbeda, terdapat dunia beku, di mana hanya ada tanah beku, pepohonan beku serta hewan-hewan yang memiliki bulu berwarna putih salju. Di dalam dunia tersebut, tersimpan sebuah cincin, cincin berkekuatan besar es, dengan kemampuan untuk menekan kekuatan berelemen api.


Cincin itu dilindungi oleh sebuah bangsa, Froztheim. Bangsa yang sebenarnya bersaudara dengan Elven, namun beratribut es. Mereka tidak dapat hidup di datarann dunia tempat Alzent berada sekarang, sehingga mereka mencari sebuah tempat tinggal baru. Seharusnya, dunia tersebut dengan dunia Elven masih terhubung, namun secara tiba-tiba gerbang dimensi yang menghubungkan kedua dunia.. menghilang.


"Oh maksudmu, gerbang dimensi di dalam gua besar itu?" tanya Lucan, memotong cerita Lightnar.


"Gua? Gua apa?" tanya Lightnar balik.


"Ketika kita berperang melawan tiga bangsa, aku tanpa sengaja melihat seorang Syren pergi ke sebuah tempat, jadi aku menggunakan pedang darah untuk mengikuti sekaligus memberi jejak. Begitu perang selesai, sebelum kedatangan Zeon dan teman-temannya, aku menyempatkan diri untuk mengecek tempat itu lagi, lalu menemukan sebuah gua besar serta luas dengan sebuah gerbang dari bebatuan es?" Lucan menggeleng pelan "Aku tidak tahu, intinya gerbang itu mengeluarkan hawa dingin"


Seketika Lightnar bangkit berdiri, menarik lengan Lucan "Segera antar aku ke tempat itu, kemungkinan besar disitulah gerbang yang menghubungkan dunia ini dengan Frozenland"


"Baiklah, tapi apa hanya kita berdua?" tanya Lucan, menoleh pada yang lainnya. Hanya Alzent dan Luna yang tak berada di tempat tersebut, sebab sedang menghabiskan waktu bersama, entah apa yang dilakukan.


Veron menghela napas "Aku paham, tak perlu dijelaskan" ucapnya pada Lightnar "Lucan, kali ini hidup Alzent berada di tanganmu. Pergilah bersama Lightnar, kami akan menjaga bocah itu disini" ia bangkit berdiri, menciptakan sebuah gelang hitam-keunguan menggunakan api hitam dari Alzent yang digabungkan oleh air dari ombak milik Veron "Gunakan ini, itu akan melindungi kalian jika dalam bahaya"


Lucan dan Lightnar mengenakan gelang tersebut di tangan kanan. Lucan kemudian bertanya sambil memerhatikan gelang yang tampak bergerak memutari lengannya itu "Mengapa hanya kami yang bisa pergi ke sana? Perjalanan ini tidak akan sama jika kita tidak lengkap" katanya sedih.


Laki-laki berambut hitam itu tertawa kecil, menggenggam kuah bahu Lucan "Tenanglah, sesudah ini, kita akan pergi ke bumi bersama. Aku sudah paham maksud Lightnar apa dengan menceritakan Frozenland, tetapi biarlah Lightnar menjelaskannya sendiri dalam perjalanan. Aku tahu kau orangnya mudah bosan"


Reyla lalu melangkah maju mendekati kekasihnya, ia menggenggam sebuah liontin berwarna hijau di depan dadanya sembari menatap mata Lucan "Tolong jaga dirimu disana" ia memakaikan kalung tersebut "Jangan melirik perempuan lain, mengerti?" lalu mencium bibir Lucan pelan.


Ruang rapat istana seketika terdiam, mereka tak ingin mengganggu sepasang kekasih yang akan berpisah sementara itu. Begitu keduanya menjauh, giliran Lightnar yang mendatangi Merith. Merith tak ingin menatap wajah Lightnar dengan alasan "Aku tak memiliki sesuatu untuk diberikan padamu"


Lightnar hanya tersenyum, menarik dagunya perlahan lalu mencium gadis tersebut "Kau hanya perlu memberikan hatimu padaku. Tolong tunggu aku kembali" pinta Lightnar, lalu melangkah mundur ke samping Lucan yang telah siap membuka pintu.


Veron mengangguk setuju "Itu benar, kita semua memiliki tugas masing-masing. Namun, jangan khawatir, kita pasti akan berkumpul kembali disini, giliran kita melakukan sesuatu untuk Alzent" ucapnya semangat.


"Itu benar!" sahut Lucan.


"Sampai bertemu kembali"


Itulah kata-kata terakhir mereka berdua sebelum menghilang dibalik pintu. Suasana hening untuk sementara hingga Tern yang pertama mengucapkan perpisahan, berlanjut Merith yang juga akan membantu bangsanya untuk meningkat, tak cuma dalam hal kekuatan, melainkan juga kebersamaan, seperti yang dirasakan sebelum mereka berpisah.


Alzent dan Luna melihat dari atas langit, menyaksikan sahabatnya dan teman-temannya pergi untuk menuntaskan tugas. Luna yang sementara dalam pelukan Alzent agar tak jatuh, mengatakan "Bukankah kita juga memiliki misi? Kau tidak mau kalah dengan mereka'kan?"


Vampire muda itu tersenyum "Tentu saja. Ayo kita selesaikan misi ini, lalu berkumpul kembali sebagai satu team"


Luna mengangguk mantap.


Tak jauh di atas mereka, Zeon telah membukakan sebuah portal menuju dunia Arkbyss. Begitu Alzent dan Luna masuk ke dalamnya, Zeon merapalkan sesuatu, lalu melempar benda tersebut ke dalam kamar Veron, kemudian menghilang dalam portal.


Tern mengajak semua bangsanya untuk kembali ke tanah mereka, ia juga harus segera mempersiapkan bangsanya untuk menghadapi perang besar yang terdengar menakutkan itu. Tern juga tak sabar menceritakan hal ini pada kakaknya dan para pemimpin Clan lain.


Merith membawa bangsanya kembali ke daratan bersalju sesudah meminta izin pada ratu Urvi. Masih banyak masalah internal para Harpy yang membuat mereka mesti menyelesaikan hal tersebut terlebih dahulu, sebelum mengangkat kaki, masuk dalam medan peperangan yang jauh lebih besar lagi.


Dengan begini, setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing sebagai salah satu orang yang dipercaya dari tiap bangsa. Mereka mengemban sebuah misi penting yang akan menyatukan tiap dunia serta bangsa, mempersatukan sesuatu yang telah lama hilang. Tali yang mengikat pertemanan bangsa-bangsa mulai terjalin, dari sebuah benang kecil dan rapuh, menjadi sebuah tali kuat dan kokoh.