
"Aku tak menyangka, bangsa Arkbyss sampai memanfaatkan para Frosgant" ucap Esrene.
Lightnar tertawa canggung "Sebenarnya, mereka juga telah menggunakan bangsa Gigant bahkan Hellheim untuk rencana besar mereka, namun kita masih tidak tahu dengan jelas alasan mereka ingin menutup seluruh dunia dengan kegelapan" jelasnya.
Esrene terkejut, lalu melipat lengan, berlagak seperti orang pintar "Kau bilang bangsa Hellheim? Aku tak pernah mendengar mereka. Apakah mereka begitu kuat sampai bangsa Arkbyss tak seharusnya mengendalikan mereka?" tanyanya dengan wajah polos.
"Aku pikir kau tahu" balas Lightnar, menghela napas pelan, lalu melanjutkan "Bangsa Hellheim adalah bangsa yang pernah membuat seluruh dunia ketakutan karena kekuatan besar mereka. Bangsa Arkbyss yang kini terlihat kejam dan mengerikan itu, sama sekali bukanlah tandingan mereka. Hanya seorang dari bangsa Hellheim mampu menghancurkan sebuah dunia jika ia mau, aku bahkan masih merinding memikirkannya" Lightnar berusaha menepis wajah Alzent yang sedang tersenyum saat dikendalikan oleh kekuatan Hellheim nya.
Lucan mengangguk setuju "Itu benar, aku tak menyangka bangsa Hellheim benar-benar sekuat itu, seakan mereka adalah bangsa para Immortal, bahkan sampai membuat Immortal itu sendiri takut pada mereka"
"Immortal takut pada mereka?" tanya Lightnar bingung "Bukankah seharusnya para Immortal begitu kuat dan mereka takkan pernah mau berurusan dengan mahluk Mortal seperti kita?"
"Ahh, aku hanya beranggapan bangsa Hellheim mampu membuat para Immortal ketakutan, bukan berarti mereka benar-benar ketakutan, haha..ha" jelas Lucan cepat, lalu menunjuk ke depan "Lihat! Ada satu Frosgant disana, mengapa kita tidak mengeceknya terlebih dahulu, lalu memutuskan untuk melawan atau menahannya"
Lightnar mengangguk sekali, lalu ikut berlari menuju lembah di depan mata mereka, namun seluruh pikiran Lightnar terganggu dengan sifat Lucan yang akhir-akhir ini terasa begitu aneh. Tak biasanya laki-laki itu bersikap terburu-buru dan tampak panik. Dia memang orang yang ceroboh, cerewet dan sedikit kejam, namun baru kali ini Lightnar melihat Lucan seperti itu.
'Mungkin memang inilah sifat aslinya' pikir Lightnar.
Mereka bersembunyi di balik pohon yang berbeda, berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Mereka sepakat untuk Esrene maju terlebih dahulu, membekukan kakinya lalu Lightnar menghancurkan kedua tangannya dan Lucan hanya perlu menjaga mereka berdua dari kawanannya yang mungkin saja berada di dekat sini, sebab Frosgant tak pernah berkeliaran sendiri.
Saat Lucan sengaja menarik perhatian Frosgant tersebut, itulah tanda bagi mereka berdua untuk menyerang. Esrene dengan cepat membekukan kedua kakinya, lalu Lightnar menggunakan dua lingkaran sihir besar, berputar cepat, memotong kedua lengan Frosgant itu seperti sebuah gergaji memotong sebilah kayu. Sebelum ia dapat bergenerasi, Esrene membekukan kedua lengannya dan akhirnya tubuh mahluk tersebut.
"Selesai, sekarang kita hanya perlu membebaskannya dari pengaruh Arkbyss dan menanyakan apa yang mengendalikan mereka" ucap Lightnar puas, namun tiba-tiba beberapa Frosgant muncul dari balik pepohonan. Tubuh mereka tampak jauh lebih besar dibanding Frosgant yang berada di bawah Lightnar, juga di kedua lengan mereka terhubung sebuah pedang es, mengeluarkan hawa dingin, menunjukkan betapa dinginnya pedang tersebut.
Lucan langsung melompat, menghancurkan kepala salah satu Frosgant, namun sebelum sempat dibekukan oleh Esrene, kepingan-kepingan kepala yang masih melayang jatuh itu sudah terhubung kembali dengan cepat tak seperti bangsa Gigant yang membutuhkan waktu sekitar sepuluh detik, mereka hanya membutuhkan waktu dua detik.
"Tampaknya ini akan sedikit sulit" kata Lightnar.
Mereka bertiga terus melangkah mundur, hingga punggung bersentuhan. Frosgant yang tadinya dibekukan, kini telah dibebaskan oleh salah satu dari kawanannya dan ikut melangkah dengan tatapan biru menyala.
"Apakah Esrene tak bisa menggunakan wujud naganya untuk memmbekukan mereka semua? Aku rasa itu akan menjadi lebih mudah untuk menyelesaikan masalah ini dan kembali ke Risenland" sahut Lucan panik.
"Arrghh, aku benar-benar tak suka dunia ini" sahut Lucan kesal, mengiris lengan kiri, menggunakan darah tersebut untuk menciptakan beberapa pedang darah dan segera menerjang Frosgant terdekat.
Lightnar menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan tubuh para Frosgant, namun mereka dengan cepat tersambung kembali sebelum Esrene dapat membekukan mereka dan malah mengenai tubuh Lightnar.
"Apa yang kau lakukan? Cepat bebaskan aku" pintanya panik.
Lucan menebas tangan salah satu Frosgant yang akan menghantam Lightnar, kemudian Esrene memecahkan es miliknya saat ia mengepalkan tangan, lalu mengarahkan pecahan es tajam tersebut, menusuk tubuh beberapa Frosgant, membuat tubuh mereka sedikit melambat "Ohh, aku lupa kekuatanku bisa digunakan seperti ini" ucap Esrene, lalu tertawa kecil.
"Bukan saatnya untuk bersikap imut seperti itu" sahut Lightnar, menahan pukulan beberapa Frosgant, lalu mementalkan mereka ke belakang "Sekarang, gunakan es mu untuk memperlambat mereka" perintahnya.
Esrene melayang tinggi ke atas, mengumpulkan kekuatan membuat udara menjadi terasa lebih dingin, menciptakan duri-duri es dari setiap kepingan salju yang saling berkumpul. Ia mengarahkan kedua tangannya ke bawah. Duri-duri es tersebut melesat cepat, menghujani para Frosgant dan membekukan tubuh mereka.
Ketika mereka bertiga akhirnya berkumpul kembali, Lucan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menanyakan "Mengapa kita panik? Padahal kita bisa saja membekukan mereka dari awal tanpa perlu menghancurkan tubuh mereka"
Lightnar tertawa canggung, tak berani menatap wajah Lucan yang tampak kesal "Sepertinya aku terlalu mengingat pertarungan kita dengan para Gigant, dimana kita harus menghancurkan tubuh mereka karena tak memiliki seorang pun yang beratribut es, hehehe..."
"Aku sampai mengiris tangan lagi hanya untuk menyerang mereka, kau pikir itu tidak sakit hah!" bentaknya, melipat lengan dan melangkah pergi "Sebaiknya kita langsung pergi menyelesaikan ini, aku sudah benar-benar bosan berada di dunia dingin ini- Hattcyuu!" Lucan mengelap ingus yang keluar sambil menggerutu.
Lightnar dan Esrene berpandangan, tersenyum pasrah melihat tingkah laku laki-laki itu yang tampak seperti seorang bocah. Mereka mengikutinya, berjalan makin dalam menuju lembah tempat para Frosgant berada, sebuah lembah yang dikelilingi oleh duri-duri es besar dan tajam, seperti sebuah tulang rusuk.
"Sepertinya aku terlalu banyak mengkhawatirkan sesuatu" gumam Lightnar.
"Apa kau mengatakan sesuatu?" tanya Esrene.
Lightnar menggeleng pelan "Tidak, mungkin kau salah dengar" jawabnya sambil tersenyum.
Di dalam lembah tersebut, seseorang memerhatikan mereka dari bola krsital, tersenyum lebar tak sabar menantikan pertunjukan yang akan terjadi tak lama lagi. Ia berharap, rencananya akan berhasil dan ancaman bagi bangsa Arkbyss akan berkurang.