Alive But Dead Inside

Alive But Dead Inside
Cursed Heart



"Jadi, itu dirimu"


Alzent berusaha bangkit berdiri begitu rasa nyeri di dadanya berkurang. Sang ratu sudah berada di hadapannya, ia meneliti setiap jengkal tubuh Alzent, kemudian tersenyum "Putriku, kau sungguh memilih dirinya? Dia memang sangat tampan, tak perlu dipungkiri lagi. Bahkan.. ibu juga menginginkan dirinya malam ini, namun" Sang ratu menoleh pada gadis yang sebelumnya Alzent temui di rooftop sekolah "Apa alasanmu yang sebenarnya? Sampai memasang Cursed Heart pada kalian berdua"


Lightran terkejut "Cursed Heart? Itu adalah mantra sihir yang sangat berbahaya! Mantra itu sudah menjadi bagian dari mantra terlarang, dari mana kalian menemukannya?" tanya Lightran, mengeluarkan aura mengintimidasinya.


Para Harpy mengeluarkan pedang mereka, bersiap jika terjadi sesuatu yang buruk. Sang ratu menggigit bibir, kali ini karena kesal. Ia benar-benar tak tahu jika seekor Alpha bersama mereka, terlebih Alpha lah yang bertugas untuk menjaga mantra-mantra sihir terlarang. Salah menjelaskan sedikit saja, mungkin sudah saatnya bagi bangsa Harpy untuk dihapuskan dari dunia ini.


"Jawab sekarang juga atau kalian akan melihat istana megah kalian, berubah menjadi abu" ancam Lightran.


Merith bergegas mengambil alih situasi, ia lupa memberi tahu ratu jika Lightran adalah seekor Alpha, mengingat mereka membawa dia dalam wujud manusianya "Maafkan kami, kami benar-benar tak tahu bagaimana mantra terlarang tersebut berada di dalam gudang istana ini, kami bahkan tak tahu jika itu adalah sebuah mantra yang dilarang. Kami menemukan istana ini dalam keadaan kosong  dan membuatnya menjadi rumah bangsa Harpy sebab kami tak memiliki tempat tinggal selain di alam"


Lightran menari kembali auranya "Baiklah, untuk saat ini aku percaya pada kalian. Tapi, sekali aku tahu kalian berbohong, akan kubuat kalian menjadi bagian dari sejarah"


Sang ratu mengisyaratkan Merith 'aku akan bicara empat mata denganmu nanti' dengan tatapannya. Merith mengangguk mengerti, lalu meminta izin untuk keluar. Sang ratu lanjut menjelaskan "Cursed Heart adalah sebuah mantra berbahaya, yang di mana seseorang akan dipaksa untuk jatuh cinta pada orang yang merapalkan mantra, tapi jika ia menolak hal tersebut, dalam beberapa minggu ia akan terus diserang oleh rasa sakit luar biasa dalam dada, lalu akhirnya mati mengenaskan dalam beberapa bulan"


Alzent menatap gadis itu "Kau merapal mantra seperti ini pada seseorang yang baru saja dirimu temui?" tanyanya tak percaya.


"Mau bagaimana lagi, aku jatuh cinta padamu di pandangan pertama" jawabnya cepat, menyadari perkataanya lalu tersipu malu.


"Padahal sebelumnya kau terlihat seperti seorang gadis kaya sombong menyebalkan, ternyata.. kau imut juga"


Gadis tersebut melihat senyuman di wajah Alzent, memalingkan muka untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat "Sudah kukatakan padamu, semua laki-laki pasti akan jatuh cinta padaku, tak peduli seberapa lama waktu yang dibutuhkan"


Sang ratu hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap putrinya, kemudian duduk kembali di singgasananya "Jelaskan padaku masalah yang begitu genting tersebut"


Lightran melangkah maju ke depan, sementara Alzent mundur ke sebelah Lucan "Mahluk tersebut hanya ada beberapa dari banyaknya dunia yang ada di semesta ini. Cuma menggunakan kekuatan dari sebuah dunia, tak cukup untuk menghentikan mahluk tersebut dan kemungkinan besar ia akan menerobos masuk dunia yang telah terhubung, dengan dunia yang dihancurkan sebelumnya. Kebetulan dimensi kita pernah terhubung dengan dimensi bumi, aku yakin dunia kitalah yang selanjutnya menjadi sasaran"


Sang ratu mengangkat tangan, meminta Lightran untuk berhenti "Aku sudah paham maksud kalian, namun ada satu hal yang semenjak tadi belum keluar dari mulut manis kalian itu. Apa alasan mahluk tersebut, akan datang ke dunia kalian dan menghancurkannya?"


Inilah pertanyaan yang sampai sekarang masih terus melayang-layang dibenak Alzent, Veron dan Lucan. Apa alasan dibalik mahluk tersebut menghancurkan bumi? Gerald hanya mengambil contoh dari mahluk yang bersembunyi dalam dimensi Vampire sebelumnya, lalu mengatakan kalau mahluk yang akan menerobos masuk kurang lebih sama seperti mahluk tersebut.


Alzent dengan cepat menepis pemikiran itu, ia sudah percaya pada Gerald, ia tak boleh meragukannya "Sebenarnya, aku punya bukti. Mungkin dari bukti ini, kalian akan mengerti mengapa kami tak dapat membiarkannya masuk ke bumi"


Alzent menutup mata, memfokuskan seluruh kekuatan gelap milik Zeon. Setiap energi gelap yang berada di sekitarnya mulai berkumpul, mengitari tubuh Alzent seperti sebuah tornado mini. Begitu Alzent membuka mata, ledakan energi gelap mendorong apapun di sekitar, menciptakan aura menakutkan, membuat setiap orang yang berada di dalam ruangan tak mampu bergerak. Kaki mereka gemetaran, tatapan mereka terkunci pada sosok Alzent yang sangat berbeda.. dingin dan menyeramkan. Tatapan Alzent dari kedua matanya yang mengeluarkan api hitam membara, membangkitkan rasa takut terdalam Sang ratu. Sekujur tubuhnya merinding, dipenuhi keringat dingin. Ia tak pernah mengira, seorang laki-laki yang tampak baik itu menyimpan sesuatu yang begitu mengerikan seperti ini, bahkan Lightran sampai terdiam melihatnya. Kegelapan dalam diri Alzent berbeda tingkatannya dengan sihir kegelapan milik ratu Ezra. Kegelapan dalam Alzent.. jauh lebih menakutkan dan terasa begitu dingin serta hampa, sosok kegelapan yang sesungguhnya.


Sesudah pertunjukkan yang membuat setiap orang dalam ruangan keringat dingin, Alzent menarik kembali kekuatan tersebut, menyunggingkan senyuman. Sang ratu paham dan akhirnya mengangguk mengerti "Baiklah, aku akan membantu kalian. Dengan syarat" menunjuk putrinya "Bawalah putriku ini bersama kalian dalam mencari bantuan. Dia perlu untuk membuka matanya terhadap dunia luar"


"Baik Yang Mulia" jawab Alzent, lalu teringat "Oh, sebenarnya kami juga ingin meminta tolong"


 


Seminggu akhirnya telah terlewati, Dawnfiant tampak sudah cukup siap menghadapi pasukan yang tak terlalu besar. Sang ratu bahagia mengetahui hal ini, hingga sebuah kabar buruk mencapai telinganya, di mana tembok luar Dawnfiant sementara diserang oleh pasukan Dark Elf dan akan terjadi serangan gelombang kedua dengan pasukan yang jauh lebih kuat lagi.


Semakin banyak Holy Knight yang berangkat ke sana, membawa senjata terkuat mereka berupa rasa tak ingin menyerah, untuk melindungi orang-orang yang telah memberikan segenap kepercayaan serta kasih sayang pada mereka. Sang ratu berharap Alzent dan yang lainnya segera tiba di Dawnfiant sebelum pasukan besar tersebut menyerang dengan kekuatan penuh.


Luna mendengar hal ini, menatap ke arah langit di kejauhan "Kapan kalian akan datang?"