Alive But Dead Inside

Alive But Dead Inside
The Future New Hope?



Begitu selesai mendengar cerita luar biasa dari Gerald, ketiga pemuda itu duduk terdiam di kasur sembari menyesap sup, kecuali Lucan yang menyeruputnya hingga menimbulkan suara bising, namun tampaknya tak ada yang memedulikan itu untuk sekarang.


"Aku masih sulit percaya kalau kita adalah mahluk dari dimensi lain" ucap Veron "Yah memang terdengar tidak terlalu buruk, tapi entah mengapa aku merasa tidak pantas berada di dunia ini setelah menyadari yang kita lakukan selama 10 tahun"


Lucan mengangguk mengerti "Kau benar, aku merasa kita seakan adalah penjajah, namun umat manusia mau berdamai begitu saja tanpa mengetahui yang sebenarnya" kepalan tangannya mengeras "Aku sulit membayangkan apa yang dapat terjadi jika mereka tahu hal ini"


Hanya menatap kedua sahabatnya, Alzent berpikir apa yang sebenarnya harus mereka lakukan? Kenapa nasib dunia selalu saja ada di tangan mereka? Terlebih sekarang tidak hanya nasib satu dunia saja namun dua dunia!


"Tunggu sebentar, menurut penjelasan Gerald sebelumnya" ingat Veron sesudah Gerald memperkenalkan nama "Ia mengatakan kita bisa mengunjungi retakan dimensi tempat para Vampire pertama kali tiba di dunia ini bukan? Mungkin saja kita bisa mengetahui perbedaan dari masing-masing dunia dan dapat mencari tahu alasan dibutuhkannya hubungan antar dunia" usul Veron.


Lucan mengangguk setuju, lalu menggeleng cepat "Apa kau lupa? Gerald juga mengatakan 'jangan menyesal jika kalian menemukannya nanti', bisa saja retakan tersebut tertutup bukan?" Lucan bangkit berdiri dan mulai berlagak layaknya seorang profesor "Bagaimana jika mahluk dari dunia lain tersebut telah pindah melalui retakan dimensi dan retakan itu langsung menutup? Mungkin itu menjadi alasan retakan dimensi tak pernah ditemukan sebelumnya dan alasan lebih banyak Vampire dengan darah campuran"


"Aku tak menyangka kau pintar juga" canda Veron mengundang sahutan kesal Lucan "Namun itu bertentangan dengan tujuan Key ada di dunia ini, tujuan Key adalah menghubungkan setiap dunia tapi retakan dimensi tertutup begitu mahluk dari dimensi lain tersebut pindah? Bukankah itu aneh?


Jika tujuannya untuk menghubungkan setiap dunia, mengapa retakan dimensi tertutup bukannya terbuka? Ada yang ganjil dengan ini"


Lucan menatap Alzent yang terus diam, memegang bahunya, mengejutkan sahabatnya itu "Hei, kau baik-baik saja?" tanyanya khawatir melihat wajah Alzent.


"Aku tidak apa-apa, cuma memikirkan apa yang harus kita lakukan ke depannya, belum lagi nasib kedua dunia berada di tangan kita" jelasnya lemah.


"Ah! Itu dia!" sahut Lucan tiba-tiba "Jika benar tujuan Key ada di dunia ini untuk menghubungkan kedua dunia, mengapa kita harus membunuh mahluk yang tiba di dunia ini? Dan mengapa mahluk dari dunia lain itu harus menghancurkan kita?"


"Apakah kau mendengar penjelasan Gerald sebelumnya?" tanya Veron bingung.


"Iya aku tahu, mereka bisa saja berniat jahat dan bla bla bla, tapi bagaimana jika mereka memaksa datang ke dunia ini karena Key dari dunia kita telah tiada? Mungkin ada sesuatu yang penting yang mesti mereka bicarakan dan Gerald belum memberi penjelasan rinci bagaimana Key membuka retakan dimensi tersebut bukan? Serta alasan tepat kita harus membunuh mereka selain asumsi mereka akan menguasai dunia kita yang dimana asumsi tersebut diambil dari kejadian 850 tahun yang lalu, 850!"


Veron mengangkat tangan, meminta Lucan berhenti bicara "Tapi jika begitu masih banyak bantahan yang dapat menghancurkan opini mu tersebut. Satu, apakah mereka paham bahasa kita? Dua, Key hanya dapat membuka retakan dimensi secara acak- eh tunggu sebentar... "


Lucan tersenyum penuh kemenangan.


"Kecuali dimensi kita dan dimensi mereka pernah terhubung" ucap Alzent menyambung penjelasan Veron. Alzent bangkit berdiri, berjalan seperti setrika, bolak-balik dari ujung ke ujung ruangan sambil berpikir keras "Banyak misteri tersembunyi di dunia kita ini, bisa saja retakan dimensi sebelumnya pernah terjadi sama seperti retakan dimensi Vampire yang kemudian tertutup dan hilang tanpa jejak"


"Umm kita belum memastikan itu" bantah Veron.


"Aku tahu, ini hanya asumsiku, namun penjelasan paling masuk akal untuk sekarang" balas Alzent, lanjut menjelaskan "Mungkin saja dulu kita pernah berhubungan dengan mereka, namun entah karena apa retakan dimensi tersebut tertutup dan umat manusia kehilangan jejak mengenai mereka, sebab kita tidak pernah mendengar adanya mahluk lain selain Vampire bukan? Banyak misteri di bumi yang masih belum dapat dipecahkan jawabannya, aku menduga ini ada hubungannya dengan mahluk dari dimensi sebelah yang berusaha memaksa masuk dimensi kita... mungkinkah mereka ingin menjelaskan sesuatu? Datang membalaskan dendam? Atau mengambil apa yang sepantasnya sudah menjadi milik mereka"


Veron mengangguk setuju "Itu benar, tidak menutup kemungkinan umat manusia juga berasal dari dimensi lain dan mengusir atau menghabisi ras asli yang sejak awal berada di dunia ini. Aku harap itu hanyalah imajinasi belaka"


Lucan yang tampaknya semakin bersemangat semenjak perdebatan dimulai, kini memberi saran sambil meledak-ledak "Dengan begini! Hanya ada satu pilihan kita... Yaitu ke The Magistrat Empire!!"


Alzent dan Veron menggeleng-geleng melihat sahabat mereka, lalu ikut mengangkat tangan ke atas "To The Magistrat Empire!!"


Gerald yang dari awal bersandar di pintu, ikut tersenyum mendengar pendapat ketiga pemuda tersebut dan dengan pelan mengatakan "Semoga kalian berhasil menemukan rahasia yang telah tersimpan dalam dunia ini semenjak dahulu"


Lou melihat wajah berseri-seri Gerald begitu memasuki dapur, menanyakan sebabnya. Gerald dengan tenang namun terlihat dari matanya ia sangat senang, menjawab "Kemungkinan besar, merekalah yang akan mengungkapkan rahasia besar yang tersembunyi dalam dunia ini dan mungkin saja akan merubah peraturan perpindahan dimensi untuk ke depannya"


Dengan begitu, ketiga pemuda tersebut mulai mencari pekerjaan di desa untuk mengumpulkan uang. Sebenarnya Gerald dan Lou sudah memberikan mereka modal untuk pergi ke sana, tapi tetap ketiga orang itu ingin mengumpulkan uang mereka sendiri demi mencapai tujuan bersama. Gerald dan Lou bersyukur bertemu dengan tiga pemuda murah hati, pemberani bahkan tampan, kombinasi yang jarang ada di dunia ini, yah mereka Vampire jadi termasuk pengecualian.


Tidak lama uang itu mulai terkumpul, awalnya sedikit, lama-lama menjadi bukit, hingga tibalah saatnya bagi mereka untuk pergi, namun rakyat desa berniat untuk mengadakan pesta perpisahan sebelum mereka berangkat.


"Kapan pestanya diadakan?" tanya Lucan sambil memilih-milih pakaian yang akan dikenakannya.


"Malam ini di balai desa" jawab Veron, memperhatikan pakaian yang dipakainya, di cermin satu tubuh.


"Waktu berlalu sangat cepat, aku bahkan merasa baru kemarin kita tiba di desa ini, dikejutkan dengan berbagai macam hal baru yang sulit diterima akal sehat dan berencana pergi ke The Magistrat Empire yang jauh dari sini, namun... " Alzent memajukan lengannya ke depan, diikuti Veron serta Lucan "Kita pasti akan menyelesaikan ini, apapun yang terjadi. Fox 1!"


Bersamaan mereka menyahut "We Work As A Team! And As A Team We Conquer Anything That Get In The Way!"