Alive But Dead Inside

Alive But Dead Inside
A Whole New Adventure



Sesudah mendapatkam perawatan dan berbicara dengan ratu yang ternyata begitu baik dibanding para bawahannya, Alzent diminta untuk tetap tinggal di dalam ruangan sementara Veron dan Luna dibawa keluar oleh dua Holy Knight menuju kamar mereka masing-masing.


"Tuan Alzent Montaque, benar?" tanya Sang Ratu memastikan.


"Benar, Yang Mulia" jawab Alzent sopan.


"Atas nama Holy Knight dan seluruh kerajaan Elfiant, aku benar-benar meminta maaf atas perbuatan ksatria elite kerajaan pada kalian, namun sebenarnya ada alasan mengapa kami melakukan hal tersebut. Sudah sangat lama semenjak kami kedatangan ras dari dimensi lain, aku juga tidak mengerti alasan portal-portal tertutup secara tiba-tiba dan kami sementara bertahan dari serangan para Dark Elf yang berniat mengambil permata paling berharga milik para Elf, yaitu sebuah Lifestone. Permata yang membuat daratan Elfiant dapat terus subur serta indah, juga yang membuat daratan ini tetap melayang dari atas tanah" jelas Sang Ratu.


"Kalau hamba diizinkan bertanya, Yang Mulia. Apa yang membuat kerajaan ini harus berada di atas tanah?" tanya Alzent penasaran.


"Sebab di bawah sana, mahluk-mahluk yang telah terkena sihir dari Dark Elf berkeliaran, sehingga kami terpaksa menggunakan kekuatan dari Lifestone untuk membawa daratan ini ke atas. Mahluk-mahluk yang sudah terpengaruh oleh sihir kegelapan seperti itu memiliki bentuk tubuh yang lebih besar serta kuat dibanding ketika normal, mereka juga haus darah dan tak pernah menahan diri untuk menghabisi apapun dalam sekejap. Terkadang Dark Elf juga menggunakan bentuk dari mahluk-mahluk dari dimensi lain untuk mengecoh kami, oleh karena itu Holy Knight menyerang kalian dan memalukannya mereka kalah"


Dua Holy Knight yang berada di samping ratu, kebetulan juga adalah Holy Knight yang dikalahkan oleh Alzent sedikit tersinggung dengan kata-kata Sang ratu, namun mereka sendiri harus menerima kenyataan telah dikalahkan oleh seorang Vampire muda.


"Mungkin karena sudah lama kerajaan ini tidak bertemu dengan ras lain dan menjadi sangat lemah"


"Hamba minta maaf jika perkataan hamba tidak sopan, namun kekuatan Dark Elf begitu menakutkan dan sudah membentuk pasukan Holy Knight menjadi jauh lebih kuat. Mungkin saja mahluk di hadapan kita ini memang sudah lebih kuat dari sananya, sehingga kami yang kurang persiapan kalah darinya" jelas Holy Knight tampan namun menyebalkan.


"Bukankah lebih tepatnya, kalian yang terus menang dalam menghadapi Dark Elf menjadi sombong lalu meremehkan Vampire muda itu, kemudian kalah tanpa perlawanan di tangannya. Tapi, aku juga penasaran, Vampire mana yang mampu bergerak secepat itu, bahkan sampai mengalahkan lima anggota Holy Knight. Katakan Alzent, dari dunia manakah dirimu berasal?"


"Sayangnya hamba tidak ingat, Yang Mulia. Hamba tak memiliki ingatan apa-apa selain berada di bumi dan ikut berperang dalam perang besar yang hampir saja menghancurkan bumi itu sendiri" jawab Alzent.


"Hmm, ini sedikit membingungkan. Tidak pernah ada kasus seperti ini sebelumnya" Sang ratu tampak memikirkan sesuatu, lalu mengatakan "Sudahlah, aku yakin kau kelelahan sesudah menghadapi lima Holy Knight pribadiku. Beristirahatlah terlebih dahulu"


Beberapa hari telah terlewati, Alzent, Lucan, Veron dan Luna sudah mulai terbiasa hidup di dalam Elfiant, berinteraksi dengan para Elf bahkan berteman. Tiba saatnya bagi bangsa Elf untuk melakukan upacara pengangkatan putri Urvi, anak perempuan dari Ratu Ewhitna sebagai ratu selanjutnya. Upacara ini akan diadakan di aula utama para Elf, di dalam bangunan terbesar kedua dalam kerajaan yang letaknya tepat di tengah-tengah kerajaan dan diapit oleh empat pohon besar dengan daun keemasan.


Upacara ini akan melibatkan sihir dari Lifestone, jadi keamanan di sekitar bangunan maupun dalam bangunan diperketat. Sementara itu tidak jauh dari Elfiant, kumpulan naga berwarna hitam, berukuran besar dengan bentuk mengerikan sedang terbang mendekati Elfiant di bawah langit malam, sehingga mereka akan sangat sulit untuk dilihat kecuali adanya lampu sorot.


Aula utama mulai dipenuhi para Elf, mereka juga sudah terbiasa dengan kehadiran empat mahluk dari ras berbeda. Awalnya para Elf mengacuhkan mereka, namun lama-kelamaan mereka luluh juga dengan kebaikan yang diberikan oleh empat orang tersebut.


Begitu upacara dimulai, cahaya dari sihir di aula semakin terang, memancarkan sinar keemasan. Para Elf mulai menyanyikan sebuah lagu menggunakan bahasa kuno yang tak dapat dipahami bahkan oleh Alzent dan teman-temannya. Namun entah mengapa, mendengar nyanyian mereka serasa mendengarkan melodi indah yang membuat hati terasa tenang dan nyaman.


Sang ratu melangkah mendekati putri Urvi di tengah aula sembari membawa sebuah bola kristal yang di dalamnya terdapat sebuah batu berwarna hijau terang, melayang-layang dengan stabil. Begitu Sang ratu mengangkat bola kristal tersebut, nyanyian mereka semakin keras dan merdu, membuat sekujur tubuh Alzent merinding. Nyanyian tersebut perlahan menjadi pelan, lalu bola kristal di tangan Sang ratu terbuka menjadi dua bagian yang terus melayang di udara sementara Lifestone berada di genggaman Sang ratu, kemudian diletakkannya di bagian tengah mahkota milik tuan putri.


Sama seperti saat membuka portal, terjadi ledakan gelombang energi sihir keemasan yang menyebar hingga mencapai istana Dark Elf. Sang ratu Dark Elf justru tertawa bahagia mengetahui Lifestone akan lebih mudah untuk direbut dan pasukannya yang sangat dekat.


"Wahai putriku, tuan putri Urvi- tidak" Sang ratu tersenyum lembut "Ratu dari kerajaan Elfiant, sosok yang akan memerintah kerajaan ini selama beberapa puluh tahun ke depan, sosok yang akan membawa perubahan yang jauh lebih baik pada kerajaan kita, sosok yang akan menjadi... ratu dari kita semua. Hidup Ratu Urvi!"


"Hidup Ratu Urvi, hidup Ratu Urvi, hidup Ratu Urvi!" sahut setiap orang.


Baru saja akan merangkul putrinya, terdengar ledakan besar tak jauh dari sana disertai suara rauman dari amukan seekor naga berukuran sangat besar dibanding naga milik Holy Knight dan bentuk yang bisa dibilang adalah mimpi buruk. Berkulit hitam pekat dengan tonjolan-tonjolan tulang yang runcing keluar dari setiap sudut tubuhnya. Kedua sayap besarnya terlihat seperti kain lusuh yang sudah lama tidak terpakai, penuh robekan disana-sini. Tatapannya begitu tajam menusuk dengan mata merah menyala dan gigi-gigi runcing keluar dari dalam mulut. Raumannya mengguncang daratan, menciptakan gemuruh menakutkan di langit.


Seorang perempuan Dark Elf muncul tak jauh di belakang ratu"Maaf karena mengganggu upacara berharga kalian, tapi kami membutuhkan Lifestone tersebut dan juga seorang laki-laki bernama.. Alzent Montaque"