Alive But Dead Inside

Alive But Dead Inside
A Friendly Fight



"Hehe, kami hanya duduk menonton sambil saling menjelaskan mengapa kalian menggunakan teknik ini atau teknik itu" jawab Lightnar disertai anggukan beberapa Orc di samping kiri-kanannya "Yah, sekalian berbagi informasi. Lagipula, aku tak pernah mengatakan kalau bangsa Orc itu hobi membunuh bukan? Mereka hanya suka bertarung, jadi tidak ada salahnya"


Alzent dan Sang pemimpin Orc bertatapan, tersenyum sambil mengangkat bahu dan melangkah mendekat "Jadi, apa yang sudah kau jelaskan pada mereka?" tanya Alzent.


"Kau, Alzent terlalu mengandalkan kekuatan teleportasimu dan tidak memperhatikan langkah berikut yang akan diambil oleh lawan. Kau memang memperkirakan satu-dua langkah yang akan diambil oleh lawanmu, namun kau langsung lupa begitu terbawa oleh perasaan. Sementara, kau Sang pemimpin Orc-


"Panggil saja aku Garc" ucapnya.


"Baik. Garc, kau terlalu cepat menguras tenaga. Memang benar tenaga milik bangsa Orc itu sangat banyak, melihat kalian tinggal di padang pasir dengan hewan yang ganas dan harus melawan sengatan sinar matahari. Tapi, kau lebih baik menyimpan sebagian tenagamu, agar tak terlambat bereaksi ketika Alzent berteleportasi" jelas Lightnar.


Alzent dan Garc mengangguk paham "Baiklah, kita akan mencobanya lagi. Bagaimana Garc?" tanya Alzent


"Oh, tentu saja kawan" jawabnya senang.


Kemudian, pertarungan kedua terjadi, di mana masing-masing dari mereka mulai mempelajari gerakan serta serangan yang harus diambil selagi bertarung intens. Mereka terkadang mengulang beberapa gerakan tersebut untuk saling membangun refleks serta pertahanan. Begitu mulai mengerti, mereka terdiam di tempat. Masing-masing berjarak 10 meter dari lawannya, mereka siap untuk bertarung serius kembali.


Mereka saling menerjang, kali ini Garc tak langsung menggunakan serangan kapak besarnya, melainkan menggunakan tinju sebagai pengalihan, kaki untuk memperlebar jarak lalu kapak. Ia terus menggunakan kombinasi tersebut dengan tehnik yang berbeda. Mulai terlihat perbedaannya, ia berhasil mendesak Alzent. Namun, begitu Alzent menggunakan teleportasi ke belakang, Garc langsung memberikan reflek ayunan kapak, sayangnya itu hanyalah pengalihan, Alzent kembali muncul di tempat semula, menjegal Garc lalu memukul tanah di samping kepalanya hingga hancur berantakan. Mata Garc terbelalak, ia tahu Alzent tak mungkin menghancurkan kepalanya, tapi membayangkan tanah datar di samping berubah menjadi kawah dengan lebar 2 diameter, sungguh membuat keringat dinginnya mengucur keras.


Alzent membantu Garc untuk berdiri sementara penonton mereke bertepuk tangan. Dapat dilihat Garc memang lebih kuat, namun Alzent lah yang lebih berpengalaman dalam sebuah pertarungan, sehingga Garc dapat dikalahkan.


"Baiklah, aku mengakuimu sebagai seseorang yang pantas berjalan di sisi bangsa Orc, tapi kau juga harus membuktikan hal tersebut pada Warchief jika kalian ingin agar kami bergabung bersama kalian" ucap Garc.


Tentu saja Alzent dan Lightnar terkejut mendengar hal tersebut "Tunggu, darimana kalian tahu kami membutuhkan bantuan kalian?" tanya Alzent.


Dari tatapannya, Alzent dapat mengatakan ia serius "Pantas saja perkemahan ini terlihat sedikit aneh. Pria itu bernama Zeon, mahluk kegelapan yang kusarankan untuk tidak berada dekat-dekat dengannya. Ia terlalu berbahaya, namun apa yang dikatakannya juga benar, kami membutuhkan bantuan kalian untuk menyelamatkan bumi, sebab jika bumi hancur, dimensi kalianlah yang berikutnya terkena dampaknya"


"Tapi mengapa Zeon mengambil anak buahmu? Jika dia berniat baik untuk memberitahukan hal ini, kenapa harus sampai menghancurkan perkemahan?" tanya Lightnar.


Garc tertawa gugup "Hehe, sebenarnya salah satu anak buahku langsung menyerangnya, menganggap dia adalah lawan yang sebanding, namun begitu melihat tatapan pria tersebut, aku tahu Zeon bukanlah seseorang yang akan menahan diri untuk membunuh. Aku terlambat memperingatinya dan ia pun dibawa pria itu, bersama tiga Orc lainnya"


"Orang itu memang sangat berbahaya, sekaligus misterius. Aku juga tidak mengerti alasannya memberitahu kalian mengenai masalah ini atau membawa beberapa Orc ke dalam dimensi kegelapannya itu. Namun, kita harus bergerak cepat sebelum retakan dimensi di bumi pecah. Aku tidak ingin manusia maupun Vampire di bumi harus musnah karena keterlambatanku" ucap Alzent.


Garc melipat lengannya, memikirkan sesuatu "Sepertinya hal tersebut memang sangatlah gawat, aku dapat melihat kekhawatiran di mata ungumu itu, namun sama seperti yang kukatakan sebelumnya. Bangsa Orc butuh sebuah bukti bahwa kalian berhak berjalan di sisi kami, bukannya kami tidak suka terhadap yang lemah, tidak ada yang lemah di dunia ini, hanya ada seseorang yang tak berani melangkah dan terjebak dengan rantai masa lalu"


"Wow, aku tak menyangka bangsa Orc dapat bersikap bijak juga" puji Lightnar.


"Hanya karena kami terkadang ceroboh, bukan berarti kami bodoh" Garc mengisyaratkan anak buahnya untuk bersiap "Sekarang aku akan kembali ke pangkalan pasukan utama, kami akan berusaha untuk membujuk Warchief keras kepala itu. Dia kakakku" jelas Garc melihat sebelah alis Alzent terangkat naik "Tapi, lebih baik kalian bersiap-siap juga, aku merasakan adanya getaran-getaran kecil tak lama ini. Aku curiga ada bangsa lain yang belum kita ketahui sebelumnya. Baiklah, selamat tinggal Alzent, aku berharap dapat bertarung denganmu lagi"


"Ya, aku juga" balas Alzent.


Garc tersenyum, kemudian pergi bersama anak buahnya dan menghilang di balik pepohonan. Lightnar telah menurunkan tanah yang mengelilingi perkemahan ini, sehingga mereka dapat pergi tanpa harus mencari jalan keluar "Oh, Alzent! Jangan lupa! Suatu saat nanti, aku pasti akan mengalahkan dirimu! Ingat itu!!" teriaknya.


Lightnar menoleh pada Alzent, mengatakan "Tampaknya, kau beru saja menemukan seorang teman yang baru. Aku tak pernah menyangka, bangsa Orc ternyata adalah bangsa yang begitu bersahabat, mereka bahkan menganggap kita sebagai teman lama mereka sementara kita dari awal menganggap mereka sebagai musuh" Lightnar mendengus mengingat ucapannya sebelum ini "Aku menarik kembali kata-kataku, mereka adalah sekutu serta teman yang kita butuhkan dalam usaha melindungi bumi"


Alzent masih belum dapat memalingkan pandangan dari sosok Garc yang menghilang di balik pepohonan, baru kali ini ia menemukan seseorang yang begitu bersahabat selain kapten team Wolf dalam peperangan Vampire dan manusia. Alzent lalu tersenyum sambil mendengus kecil "Saatnya kembali ke dalam kerajaan dan melaporkan hal ini. Aku yakin, mereka sudah menunggu kita"