A B I D

A B I D
– Mmmh mmmh Kai



"Abang, kerumah papa yuk. Udah lama gak kesana, ntar dikira sombong"


Abid mengangguk setuju, "siap makan kita kesana."


"Ngomong-ngomong soal papa, kamu sama papa mama gak ada miripnya lah" Balqis menatap sinis Abid.


"Maksud abang apa?!"


"Apa kira-kira?" Balqis menatapnya sinis, "jangan biasain berpikiran negatif!"


"Abang sendiri yang pancing-pancinggg"


"Kita mau makan, ay, bukan mancing"


"Bodoamat" Abid terkekeh pelan.


"Mau viral ah"


Balqis memperhatikan Abid yang memfoto tangannya yang di genggam.


"Abang mau ngapain? Itu cincin keliatan tauu"


"Ya emang sengaja"


"Abang jangan macem-macem ya. Itu mau dimasukkan kemana? Instagram??"


Abid mengangguk santai, "kasian fans pada berharap semua."


"Bang! Ish yang bener aja dehhh. Abang bolos masa iya update instagram sihh?"


"I don't care sayang"


"Ish, mereka bakal curiga dong nanti. Abang sama Balqis sama sama gak sekolah, udah gitu abang semalem nyari Balqis sampe serius banget. Mereka pasti udah nerka-nerkaa."


Abid berfikir, "mau diresmikan??“


"Abang ngacooo!!"


"Serius lah, mau diresmikan gak? Aku ngasih tau buk Jihan mah gampang, tinggal kamunya siap nggak?"


"Abang mau Balqis di bully lagi?" Jari Abid berhenti.


"Yaudah iya nggak jadi" Abid menjadikan foto itu sebagai lockscreen ponselnya.


"Inget, kalau butuh apa-apa bilang. Gak usah sungkan sama aku, kamu itu tanggung jawab ku" Balqis mengangguk.


"Kamu gak mau beli apa-apa?" Balqis menggeleng.


"Apapun?"


Balqis berfikir, "Balqis mau beli lighstick boleh? Album aja deh, boleh gak??"


"Gak"


"Ih tadi nanyaa!!"


"Besok aja, kalau ada konser idol mu itu bilang."


"Biar apalah??"


"Biar ke Korea, liat langsung. Beli disana sekalian, terserah beli apa" Balqis menatap serius Abid.


Abid tampak santai tanpa beban, nada bicaranya juga tak ada amarah. "Abang seriuss dehh!"


"Udah serius lah, kalau gak serius kita gak nikah"


"Bang!!!"


"Ini pesanannya mas mbak" Tanpa menjawab makasih, Abid langsung memulai makan.


"Makasih mbak"


"Mbak sama mas nya adek kakak?" Abid mengangkat jari manis Balqis dan jarinya.


Pelayan tersenyum canggung, "selamat menikmati." Pelayan itu pergi.


"Power of cincin."


Abid tersenyum sekilas, "makan buruan."


Balqis mulai memakan makanannya, begitupun dengan Abid. Dia makan sambil memandangi Balqis.


"Abang tu makan ngapain liatin mulu siii?!" tanya Balqis kesal ketika sadar sedang dipandang.


"Kamu imut kalau makan."


Uhuk uhuk..


Abid menyodorkan minumnya.


"Kamu tuh yaa!!" Abid cengengesan, ia melanjutkan makan dengan wajah tanpa dosa.


Balqis dendam, dia gantian memandangi Abid. "Aku tau aku ganteng."


Balqis membuang mukanya, "pedean bangett."


"Loh, liat tuh mbaknya liatin aku mulu. Mata aku yang terlihat emang dua tapi yang tersembunyi banyak."


"Alahhh prettt"


"Udahh, makan buruan"


⚛⚛⚛


"Beli apa buat mama papa?"


Balqis menoleh, "harus?"


"Kamu mau aku di hujat? Ya harus lah! Udahlah jarang berkunjung, gak bawa apa apa pula. Auto di pecat jadi mantu aku." Balqis tertawa pelan.


"Mama papa sama Ulfa suka martabak, beliin itu aja."


Abid menggeleng.


Setelah lama diam, Abid membelokkan mobil menuju mall. "Abang mau beli apa ke mall?"


"Yang jelas bukan beli cinta, karena cinta gak bisa di beli."


"Diiiiihhh" Abid tersenyum.


"Ayok turun!"


Abid turun dari mobil begitupun dengan Balqis. Ia menggenggam tangan Balqis lalu masuk ke mall bersamaan.


Bersamaan, mereka keliling mall mencari apa yang bisa di bawa ke rumah Balqis. Tidak tidak, bukannya mencari mereka malah nyasar ke timezone mall.


"Abang.. Balqis ausss" Keluh Balqis setelah keluar dari timezone.


"Mau ke kafee?"


Balqis mengangguk setuju, Abid langsung menggenggam tangannya, mengajak Balqis pergi ke kafe.


Setelah selesai memesan, Abid duduk di sebelah Balqis. "Gak jadi beli apa apa pun." Abid tertawa pelan.


"Kita butuh hiburan sayang, toh juga kita jarang bolos, jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin."


"Terus gak jadi tempat papa??"


"Jadii lah." Balqis mengangguk-anggukkan kepalanya.


Melihat ponsel bergetar, Abid meraihnya.


+628532xxxxx


Abid kamu dimana? Aku Shelia, aku pengen ketemu


Abid mengabaikan pesan itu, "dari siapa??"


"Fans gak jelas."


Abid menatap Balqis, "kalau mau liat ambil aja. Gak usahh takut, kamu punya hak." Balqis cengengesan.


"Sini deket, aku liatin."


Balqis menurut, ia menggeserkan kursinya dekat dengan Abid. Abid bersandar di bahu Balqis sambil menunjukkan chatnya.


"Coba liat tadii, scroll room chat abang." Abid membukanya.


"Ada yang salah?"


"Nggak salah sih, ini kenapa yang di sematkan Dory ya?"


"Masa iya yang di sematkan Jefri, kan lucu"


"Iya maksud Balqis masa Dory sih namanyaaa?"


"Itu namanya panggilan istimewa, mending Dory daripada aku tulis disini monyet"


"Kampreetttt!!" Abid terkekeh lalu mengecup pipi Balqis.


"Gak tau tempat, pakkk??!"


"Galak amat, buk" balas Abid cengengesan.


Saat Balqis ingin mengoceh lagi, minum yang di pesan mereka tiba. Mereka meminumnya bersamaan.


Ting..


Black Blood Handsome


bid, karena lu gue bolos dan gue gabut. gak mo tau kita kudu mabar!


Abidhfzh


ntar


Ranggarev


kuylaa sekarang!!


Abidhfzh


laknat


Abid mengabaikan protes-an temannya, ia meletakkan ponsel lalu bersandar lagi di bahu Balqis yang sedang memainkan ponselnya.


"Mau beli apa di sopii?"


"Gak ada, cuma liat doang." Tangan panjang Abid jahil, ia mengklik ikon keranjang.


"Pesen aja semua, aku yang bayar"


"Dihhh, gak usahhhh boross"


"Kamu gak pernah minta apapun lah, beli aja kalau mau. Nanti aku bayar."


"Balqis mau ini aja"


Abid melihatnya, "piyama?"


"Onesie stitch, ya memang udah gak musim tapi Balqis pengen punya."


"Pesenlah"


"Ish seriusss" Abid mengangguk santai.


"Kamu itu bisa beli apapun, yang penting izin dan minta uangnya ke aku"


Balqis mengangguk, "maaciiii abanggg"


"Uwahhh imutnyaaa" Balqis tersenyum manis.


"Pesen dua, cari yang couple."


"Emang abang mau pake benerann?" Abid mengangguk.


"Emejingg, pasti gemoyyy nantii kalau udah abang pake"


Ddrtttt... Drtttttt...


"Angkat deh bang, nelponin mulu tauuu"


"Anak anak itu, pada ngajakin mabar" Balqis berohria.


Abid pun mengangkat panggilannya.


"Gak penting matikan"


📞 "Hiks hiks.. bid, ayo mabar"


Suara Tio kecilll, Abid tidak bisa mendengarnya.


"Ngomong yang jelas ya sat"


📞 "Bid, kami..."


📞 "KAMI GABUT!!!"


Bruk..


"Bajingan bajingn, sakit telinga gua"


Balqis tertawa, Abid meraih kembali ponselnya yang jatuh.


📞 "Login cepat!!"


Tut tut...


"Sesungguhnya, mereka benar benar minta di sepak!" Balqis terkekeh.


"Aku mabar dulu gapapa kan sayang?"


"Gapapa, mabarlah sono." Abid tersenyum, tangannya meraih lalu menggenggam tangan Balqis.


Abid memainkan gamenya sambil menggenggam tangan Balqis.


Penghuni meja sebelah kanan, tanpa sengaja menoleh ke arah Abid dan Balqis. "Benar-benar meresahkan para jomblo"


▪▪▪▪


16.48


Abid dan Balqis sedang di dalam mobil menuju kediaman papa Balqis.


"Abanggg, papa mama pergi keluar negeri." Abid menoleh ke Balqis.


"Kapan?? Ulfa??"


"Dari semalam. Ulfa ikut, kembar juga ikut. Katanya ke tempat kak Anita."


"Yaudah gapapa simpen aja dulu hadiahnya."


"Martabak duriannya jugaa?"


"Ya nggaklah sayang, ada ada ajaa" Balqis tertawa pelan.


"Betewe, abang gak mau kita seranjang? Kan kalau seranjang enak, Balqis bisa liat muka ganteng abang pagi-pagii"


Abid tertawa, "gombalan baru nona muda Althaf." Balqis cengengesan.


"Kalau mau seranjang hayuuuk, sekalian bikin cucu untuk ayah bunda juga hayuk, aku mah mau mau aja"


"Dihhh, abang tu apa sih yang gak mau coba?!"


"Yang aku gak mau itu pisah dari kamu, sayang."


"Astaghfirullah, di gombalinn silumann buayaaa"


"Astaghfirullah, durhakanya istrikuuu"


"Hahahaha"


"Oiyaa bangg, abang yang tadi beneran kannn??"


"Seng ndi?"


"Ke Korea kalau ada konserrr."


"Yaaa liat situasi lah, tapi, aku janji bakal ajakin kamu kesanaa"


"Seriusss??"


"Ya masa bercandaa"


"Kali ajaa kan. Huaa sayang banget sama abang modus" Balqis menyandarkan kepalanya di pundak Abid, Abid mengelus rambut Balqis.


"Ada maunya doang bilang sayang."


Balqis cengengesan, "nggak lah. Balqis tu emang sayang sama abang"


"Halahh, mana sih idol kamu?? Yang mana siapa namanya?"


"Namanya Kim Jong-in, biasa di panggil Kai. Dia Exo"


"Fotonya?"


Balqis meraih ponsel nya lalu membuka galeri.


"Ini"


"Tunggu bentar, mampir ke supermarket dulu." Abid fokus mengarahkan mobilnya.


Setelah parkir sempurna, Abid menoleh ke arah Balqis yang senyum-senyum sambil melihat foto mas Jong-in.


'Sabar, bid. Nggak nggak, Abid juga bisa. Ntar otewe stalk Jisoo BLACKPINK ya, bid.'


"Woii, mana??"


"Iniii"


Abid melihat foto foto lainnya, "cakepan aku kemana-mana."


"Pede amattt abanggg"


Abid tidak merespon, "video apaa ini?" Abid mengkliknya.


I said I said


Mmmh mmmh mmmh


I said I said


-- you know girls? 🌚


"Waaaahhh, Balqisss!!"


Balqis menatap Abid sambil cengengesan, "hehe.."