A B I D

A B I D
– Gegara nyosor



"So-sorry gue lost control"


▫▫▫▫▫


"Astaghfirullah Abid!! Lu, lu ngapa sii.. ngapa astaghfirullah!!"


"Huh.. untung bisa nahan kalau nggak beneran bikin bayi gue"


Abid sedang di kamar mandi kamarnya, ia mandi air dingin karena ulahnya sendiri.


Dia lost control, ciumannya dengan Balqis tadi tidak seperti biasanya.


Abid lebih liar!


"Akal gue mendadak ngilang dah. Gimana bisa gue ketemu Balqis besok?!"


"Oke calm down Abid. Kan udah biasa nyosor"


"Ya tapi gak gitu nyosor yang biasa bid!"


"Ah dahla, nceng"


Abid mengambil handuk lalu melilitkan nya tanpa menutupi roti sobeknya.


Abid pun keluar kamar mandi. "Kakak ngapain mandi jam segini?"


"Astaga dragon!!"


Abid masuk lagi ke kamar mandi. "Bid, lu ngapa sii?" gumam Abis pelan sambil menepuk jidatnya.


Perlahan Abid keluar lagi dari kamar mandi. "Ehemmm.. gue gerah. Kenapa?" tanya Abid pura-pura santai, padahal dia sangat gelisah.


"Em.. bunda nelepon"


"Letak aja di tempat tidur hapenya"


"Kakak belum siap mandi?"


'kenapa dia santai banget, ya Allah?!' batin Abid.


"U-- belum"


'pistol gue bangun lagi gegara lu datengg'


"Terus ini bunda?"


"Bilang aja nelepon nya besok, ato apa serah. Udah sana keluar kamar gue"


Abid langsung ngacir lagi ke kamar mandi.


"Ini gara-gara Rangga fikss. Kalau dia ga nunjukin gue aneh-aneh ga bakal giniii"


Abid mandi air dingin lagi.


"Ahh, dingin kali pun!"


▪▪▪


02.35


Abid masih belum tidur, ntah kenapa matanya tidak ingin terpejam.


Abid mengambil ponselnya untuk menonton youtube. Karena gak ada yang menarik, Abid beralih menuju instagram.


Di instagram Abid membuka dm-dm dari fansnya. Lagi lagi gak ada yang menarik disana. Abid mencampak ponselnya di tempat tidur.


"Gara-gara nyosor ni, ah"


"Gabut banget gue, mau ngapain coba?"


Abid mengambil ponselnya yang satu lagi, dia membuka game online yang sering di mainkan.


Sebelum bermain dia mengechat temannya terlebih dahulu.


Black Blood Handsome


Abid


woi, yang on. ayo mabar! besok gue bandarin kantin kalo ada yang on!


Rangga


lu belum tidur jayy? kerasukan apa?


Abid


ahh gara gara lu pokoknya!


Rangga


oke, karna gue ganteng. gue ngalah


Eldi


BACOT BANGET LU PADA GANGGU GUE MABAR


Abid


belum tidur njingg??


Eldi


Gue gak bisa tidur, kepikiran Sesill🥦


Abid


dihhh


Rangga


skuyy mabar, gue udah di loby! sesuai perkataan lu bid, besok bandar kantin!


Abid


gue pria sejati yang selalu menepati perkataan. oke gue otw!


Abid membuka ponsel gaming nya, mereka bertiga pun battle game.


Dua puluh menit kemudian, Abid menang melawan Rangga dan Eldi.


Black Blood Handsome


Rangga


gue mengalah bukan kalah


Eldi


gue ngantuk, makanya kalah


Abid


bacot lu bedua!


Eldi


lu kenapa belum tidur bid? tumben bangeddd T_T


Abid


kebangun


Rangga


gue si gak yakin


Tidak ingin memperpanjang ke-kepoan temannya, Abid memilih membiarkan balasan Rangga.


Dia pergi keluar kamar karena haus dan sedikit kelaparan.


Abid membuka kulkas, lalu menutupnya kembali. Saat berbalik, Abid tersedak minumannya. Ada Balqis dengan rambut yang terurai.


Abid fikir kuntilanak:")


Abid memegang dadanya dan merasakan detak yang tidak beraturan. "Eh, kak Abid"


"Kakak belum tidur?"


"Lo sendiri?"


"Balqis hausss, banget"


Abid geser dari tempatnya, Balqis mengambil alih tempat Abid berdiri tadi.


Abid memperhatikan Balqis yang oleng-oleng. Dia sudah bersiap menahan tubuh Balqis jika terjatuh nanti.


Tapi tidak. Balqis membawa minumannya ke meja, ia minum sambil duduk.


Abid bernafas lega, dia kembali membuka kulkas. Mengambil salad buah miliknya yang baru di makan seperempat.


Abid makan sambil berdiri tanpa melihat kearah Balqis. Tanpa ia ketahui, Balqis sudah tidur kembali di meja makan.


Puas memakan saladnya barulah Abid berbalik. "Malah tidur disini" gumam Abid pelan.


Abid mendekat ke Balqis lalu menggendongnya menuju kamar. Abid meletakkan Balqis pelan tapi pasti. Melepas pegangan Balqis di lehernya dengan hati-hati.


Saat ingin beranjak, kaki Balqis menjerat kaki Abid. "Ya Allah cobaan apalagi ini?! Yakali jam tiga pagi hamba mandi air dingin?"


▪▪▪▪▪


4.57


Balqis membuka matanya.


"Aaaaaa"


Balqis berteriak melihat Abid berada di sebelahnya tanpa menggunakan baju. Abid yang mendengar teriakan Balqis hanya membuka matanya sejenak lalu memejamkan matanya lagi.


"K-kakak kok disini?"


"Lo yang nyuruh gue disini semalam"


"K-kapan, mana ada"


"Lu tidur jadi gak sadar. Udah tidur aja lagi" ajak Abid.


"K-kakak kenapa ga pake baju?"


"Panas"


"Aaa---- cup"


Brukkk


Balqis terjatuh, Abid berusaha menangkapnya dan dengan tanpa sengaja Abid mencium Balqis lagi.


Meskipun sudah berusaha menangkap Balqis, Abid dan Balqis tetap terjatuh. Balqis berada tepat diatas tubuh Abid masih di posisi berciuman.


Abid langsung merubah posisi nya, Abid diatas Balqis sekarang.


Mereka terus bertatapan selama lima menit. "Lo kenapa biasa aja sih dari tadi??"


"B-balqis cuma berusaha biasa aja. La-lagian gak dosa kan? Kak Abid suami sahnya Balqis"


"Terus.. kalau gue minta hak gue sekarang, gimana?"


Balqis memejamkan matanya "Balqis gak siap"


Abid cengengesan melihat ekspresi Balqis.


Karena tidak mendengar suara Abid, Balqis membuka matanya. Mereka kembali bertatapan sebentar.


Abid memeluk Balqis.


"Lu jangan giniin gua dong" rengek Abid manja.


"Giniin apaan, kakk lepas dong. Engapp, lagian gak epic banget pelukan di lantai"


"Jadi maunya dikasur?"


"Y-ya enggak juga kak"


"Kenapa nggak?"


Drrrttf drrrttt


"Kak awas, alarmnya bunyi tuh"


Abid melepas pelukannya lalu merebahkan tubuhnya di lantai. "Jangan tidur di lantai, dingin"


Abid bangkit dari rebahan nya berpindah tempat rebahan di tempat tidur. "Jangan tidur lagii, ayok subuhan"


Abid berdehem. "Ayokk ihh"


"Iyaa, wudhu duluan sana"


"Jangan tidur lagi!!"


"Hmm"


Balqis pun pergi ke kamar mandi untuk wudhu.


"Ambilkan koko sarung sama peci di kamar gue ya" Balqis mengangguk lalu pergi ke kamar Abid.


Sedangkann Abid pergi ke kamar mandi Balqis untuk mengambil air wudhu.


▪▪▪▪


"Kak Abidddd mo sarapan apaa?"


"Apa ajaa, terserah"


Abid muncul dibelakang Balqis, sudah siap dengan seragamnya.


"Kakak gak punya pendirian banget sih"


"Hah?"


"Cowok kalau ditanya jawabnya terserah tandanya gak punya pendirian!"


"Iya deng"


"Yaudah goreng telor aja"


"Terus itu yang lain? Sarapan disini kan?"


"Iya keknya"


"Kalau gitu Balqis buat nasi goreng"


"Ngapain nanya dari tadi istriku"


"Ya kan Balqis bingung"


Balqis mulai berkutat di dapur. Abid hanya diam di meja makan sambil memperhatikan Balqis.


"Bunda kenapa nelpon semalam?"


"Oh iya Balqis lupa bilang, katanya supir dirumah tu pulang kampung. Jadi, kita disuruh jemput kembar suruh anterin ke sekolah"


"Loh kan dari apartemen kerumah jauh"


"Balqis juga mikirnya gitu"


"Yaudah lah ntar di jemput, dari pada ntar bunda merepet. Bunda kalau merepet sampe lebaran kuda juga belum tentu selesai"


"Berdosa banget kak Abid tu" Abid cengengesan.


Ting tong..


"Tuhkan perusuh datang, gangguin gue beduaan aja" dumel Abid sambil berjalan membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum ketua"


"Waalaikumsalam, ngapain?"


"Gosa sinis sinis amat napa sii bid, astaghfirullah"


"Gosa baperan gitu napa si yo, astaghfirullah"


"Copas"


"Gelut di pintu kapan masuknya anjirr"


Abid cengengesan lalu membuka pintu. Dengan tidak sopannya para tamu tak tau diri itu langsung nyerobot masuk dan pergi ke dapur.


"Pas banget nih kak, sarapannya udah siap"


"Buat kita juga kan?" tanya Jefri. Balqis mengangguk.


"Kakak-kakak makan aja dulu, Balqis mau ganti baju"


"Kang bucin mana kang bucin?"


"Woi kang bucin" Abid datang.


"Kang bucin kepalamu separo" Rangga cengengesan.


"Duh bid, enak ya punya bini? Di masakin mulu tiap pagi, hemat uang jadinya kan"


"Gak hemat sih kalau ada lu pada"


"Dihh"


"Oh iya bid, jangan lupa loh traktir di kantin" kata Eldi.


"Iyaaa inget gue ingett"


"Eh apaan?" tanya Tio sinis.


"Noh tadi malam si Abid gabisa tidur. Ngajakin mabar, terus katanya mau traktir yang on. Buka aja grup" jawab Rangga.


"Terus kami nggak?" tanya Heon.


"Tuh kan apa gue bilang, gak hemat kalau ada lu pada"


Mereka cengengesan.


"Lu sekolah yon? Yakin?"


"Gue baik-baik aja kok. Udah pulih"


"Seminggu udah pulih? Gue mah gak yakin"


"Bosen gue kalau di apartemen mulu"


"Yaudah iyaaa, sekolah deh lu"


Mereka pun menikmati makanan yang di masak Balqis.


"Lu pada duluan aja kesekolah, gue disuruh jemput adek" Kata Abid selesai mereka makan.


"Lah? Ngapa dijemput?"


"Supirnya gak ada, lagi pulkam"


"Si Rian aja tu suruh gantiin" usul Jefri.


"Ya rencananya gitu"


"Lu bedua udah percaya banget apa sama Rian?!" tanya Rangga sinis.


"Belum sepenuhnya percaya sih, tapikan dia bisa jaga amanah. Buktinya Balqis gak kenapa-kenapa seminggu gue tinggal"


Mereka melihat ke Balqis yang masih sarapan. "Lu beneran gapapa?" tanya Tio.


"Balqis gapapa kak"


"Serius jangan boong"


"Dua rius"


"Tuhkan, kalian harus biasain positif thingking"


"Jangan baik-baik lah bid, nanti lu cepat meninggoy"


"Lah?"


"Iyaaa kan orang baik cepat matinya. Makanya gue rencananya mau jadi jahat aja"


"Ya nggak gitu juga la bodoo, ish kok aku gasabar udah petak kepalamu"


"Hahahah"


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


yang ngarepnya 21+ maap belom waktunya, hehe😂