A B I D

A B I D
– Kissonlen



Tanpa sepatah kata Abid pergi. "Bid, Abid lo mau kemana jayyyy, woi ujayy!!!"


Abid tak menggubris teriakan Eldi.


"Kenapa dia selalu bertindak sendiri si?"


Sepertinya baru dua langkah Abid keluar kamar, namun dia berbalik lagi karena kelupaan barang-barang nya.


"Kenapa lu balik?" tanya Eldi.


"Barang gue kelupaan" Abid langsung mengarah ke tas kecilnya.


"Lu mau kemana?" tanya Jefri.


"Gue butuh tempat buat nge-rencana-in sesuatu. Lu pada disini aja, kalau udah dapat hotel gue kabarin. Oh iya, jangan lupa kabarin gue kalau Heon bangun" cerocos Abid.


"Nak Abid" Abid berbalik.


"Kenapa tante?"


"Daripada kalian keluarin uang banyak untuk nginep di hotel, tinggal dirumah mama Heon aja"


"Kurang sopan tante, tuan rumahnya gak ada"


"Iya juga ya"


"Kalau gitu tempat tante aja, ya? Tante tawarin buat kebaikan kalian, dari pada uang kalian dipake nginep hotel, mending untuk yang lain" jawab Sitijah.


"Maksud tante tadi..."


"Rumah.... majikan tante?" Sitijah menggeleng.


"Rumah tante hasil nabung bareng Sesill"


"Oo gitu"


"Mau gak? Ada dua kamar kosong kok"


"Satu aja untuk berlima cukup kok, tan"


"Jadi mau?"


"Abid.. gimana setujunya temen-temen aja, tan"


"Gimana?" Sitijah tanya ke teman-teman Abid.


"Setuju tan" jawab mereka kompak.


"Tante telepon Sesill dulu ya untuk jemput kamu" Abid mengangguk. Sitijah keluar mau menghubungi anaknya.


"Wah.. sepertinya gue ditikung sama Abid" keluh Eldi.


"Apaan ngaco"


"Sungguh kejam Abid" Tio ikut me-mojokkan Abid.


"Tega kamu mas!! Aku ben---"


"Ngelawak tapi garing" ledek Rangga. Abid dan Jefri cengengesan.


"Izin kan gue nanya satu hal" pinta Tio.


"Mangga"


"Monggo"


"Silahkan"


"Apa"


Mereka berempat serentak. Tio cengengesan, "Cuma mo tanya doang, Rangga pms ya?"


"Pertanyaan unfaedah" cibir Rangga.


"Gue jawab. Rangga emang pms" kata Eldi.


Rangga menatap sini Eldi, "Gue cowok anjiyy"


"Pms disini maksudnya posisi manuk salah. Sakit kan?"


"Gimana-gimana?"


"Sok-sok begoo si Jefri" Jefri cengengesan.


"Manuk itu lo, manuk kan buwung"


"Ohhhh, posisi buwung puyuh salah?" tanya Tio.


(Gausa traveling otak kalyannn ಥ‿ಥ)


"Aghhh pembahasan apa ini, gue masih kecil!"


Abid menutup telinganya lalu berjalan menuju pintu luar. "Kecil apaaanyaa? Kecil otaknyaaa, ya?" tanya Rangga berteriak.


"Karep! Inget ya!!"


"Ini di rs negara orang, kalian jangan betingkah" peringatan spesial dari Abid.


"Jawab dulu, kecil apa!" pinta Tio.


"Anggep aja tadi yang ngomong arwah gue. Oke!! Gue pergi dulu, gue sibuk"


Abid pergi meninggalkan kamar Heon.


"Temen durjana!!"


•••


Abid pergi menuju tkp, dia ingin melihat daerah tempat kejadian. Namun ketika sudah sampai, Abid terheran. Kenapa tidak ada darah disini?


Seketika suasana menyeramkan menghampiri Abid.


Drrrtt....


Dering ponsel Abid mengejutkannya. Abid meraih ponsel itu di saku celana.


📞 "Assalamu'alaikum bang, gue Rian"


"Waalaikumsalam, ohya kenapa?"


📞 "Gue cuma mau tanya, bini lu hamil gak si??"


"Kenapa?"


📞 "Kan gue liat ni dari jauh, nah dia tu beli durian terus makan bareng di teras rumah temennya"


📞 "Setau gue sih yaa, bumil ga boleh makan durian"


"Gue gak ngelakuin apapun sama bini gue, hamilnya darimana?"


📞 "Hah? Serius? Bukannya waktu itu..."


"Lu mantan anggotanya masa gatau sih? Gue dijebak sama bos lama lu. Gue sama sekali gak lakuin hal itu sama yang belum muhrim"


📞 "Tapi sekarang udah muhrim"


"Dia butuh pendidikan buat nge didik anak gue kelak, jadi.. bikinnya ntar kapan-kapan"


📞 "Berarti sah sah aja dia makan durian"


"Iyaaa begoo"


📞 "Oke ngabbb. Btw, Heon gimana?"


"Belum siuman"


"Lo dimana?"


📞 "Di dalam mobil"


"Mobil siapaa?"


📞 "Mobil gue, mobil jadul banget peninggalan bokap"


"Oo.. kalau kenapa-kenapa kabarin gue, baik di lu atau di bini gue"


"Awas lu macem-macem sama bini gue gorok leher lu"


📞 "Kagak bos!"


📞 "Oh iya bos, daritadi tu bini lu buka hape mulu. Lu belum kasi kabar ya?"


"Hah? Eh iyaa lupa"


📞 "Bisa pula lupa, kesian bini lu nunggu kabar tu. Ga ngertiin banget"


"Dih, lu ngomong kek gini kea punya bini aja!"


📞 "Gue punya nya pacar woi! Temen nya bini lu pacar gue, Ayu"


"Putusin, dia demennya sama gue"


📞 "Sianjjjjj"


Abid tertawa.


Tanpa mendengar jawaban Rian, Abid mematikan panggilan teleponnya.


Abid membuka room chatnya untuk mengabari Balqis.


Abid


Assalamu'alaikum istriku, maaf lupa ngabarin. Gue uda sampe beberapa jam yang lalu


Abid langsung meletakkan ponselnya kembali ke saku karena Balqis keliatan offline.


Ting...


Ohh ternyataa online, padahal tadi Abid liat last seen nya beberapa menit yang lalu.


My bini ♡


Waalaikumsalam kak, kakak baik-baik aja kan?? Kak Heon gimana?


Abid


Baik-baik aja ni, Heon belum siuman


Abid


Nanti kalau udah pulang, kabarin!


My bini ♡


Kakak tau Balqis ga dirumah?


Abid


Jelas tau. Pokoknya, nanti kabarin


Abid kembali memasukkan ponselnya lalu pergi dari tempat kejadian.


✿✿


Abid di rumah tante Siti bersama teman-temannya kecuali Jefri. Jefri menunggu disana menjaga Heon dan nyokap Heon.


"Cantik juga Sesill. Mirip Ariel Tatum"


"Tio Tio, pikirin Sisi jangan Sesill. Sesill punya gue" sahut Eldi.


"Lu pada kagak usah ngalu deh. Kucing aja nolak di deket lu bedua" kata Rangga.


"Hssss, true"


Mereka terkekeh.


Ting..


Abid meraih ponselnya.


My bini ♡


Balqis dah dirumah niii


Abid pergi menjauh sedikit dari temannya. Abid ingin video call dengan Balqis.


"Assalamu'alaikum bunda nya anak-anakku"


📱"Kak Abid kerasukan hantu Malaysia, ya?"


Abid terkekeh. "Jawab salam dulu"


📱"Waalaikumsalam"


📱"Kakak kok tau tadi Balqis keluar?"


"Insting"


📱"Prettt"


📱"Rambut kakak berantakan. Kakak baru selse mandi ya?"


"Iya, lo udah mandi?"


📱"Tadinya mo mandi, tapi kakak nge vc"


"Yaudah mandilah, jangan lupa bawa hapenya jangan di matikan juga vc nya"


📱"Diiiih mesummm bangett!!!"


Abid terkekeh lagi melihat ekspresi kesal Balqis.


"Acis"


📱"Em"


"Rinduu"


Balqis menatap Abid.


"Rindu banget, mau kiss"


📱"Kak Abid kelaperan deh kayaknya. Makan dulu gih"


'istighfar Abid, mau kiss malah disuruh makan. bini siapa sih?!' batin Abid.


"Gue serius"


"I miss you, I want to kiss you"


Abid melihat muka merahnya Balqis.


📱"Balqis mo mandi dulu"


"Ehhh!! Suaminya rindu malah cabut, berdosa kali!!"


📱"Em....."


"Kisss onlen dulu!"


📱"Gimana gimanaaa?"


"Gue ganggu terus kalau gak mau kiss"


📱"Kiss onlen gimanaaa Balqis gatauu ih"


"Pokoknya kiss"


📱"Tunggu bentar nii" Abid mengangguk.


Balqis memegang kucingnya.


"HEHHH, EMANG GUE KUCING?"


📱"Ish, gak sabaran bangettt sihhh. Sabar donggg kakk"


"Lamaaa"


Abid melihat Balqis membawa ponselnya menuju bingkai foto nikah mereka. Ya! Mereka sempat foto saat nikah kemaren.


Balqis mengecup bibir Abid di foto itu.


📱"Kerasa gak?"


"Kurang, masa cuma sekali"


📱"Issssss"


Abid tertawa kecil.


"Yaudah yaudahh, mandi sana"


"For you information"


Abid mendekatkan bibir seksinya ke kamera seolah-olah mencium Balqis.


"Kiss onlen tu gitu"


📱"Dalaaaaa Balqis mo mandiiiiiii, assalamu'alaikum"


Balqis langsung mematikan teleponnya.


"Waalaikumsalam" jawab Abid pelan sambil terkekeh, dia mengingat pipi Balqis memerah setelah kiss onlen darinya tadi.


"Abid dah bucinn!!"


"Iya bucin banget"


"Gausah sirik jombloers"


"Anjyuu"


"Hahahahah"


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


bonus up ntar malem ^_^