
Saciel yang menyadari akan bahaya langsung menarik Kezia dan berlari menjauh dari sang naga, disusul para lelaki di belakangnya. Naga itu meraung hingga menggetarkan pepohonan sekitar, lalu berlari mengejar dengan amarah yang meledak-ledak. Phillip mencoba mengalihkan perhatiannya dengan melempar batu dan berlari ke arah lain, namun naga tersebut masih terus mengejar Saciel dan Kezia yang membawa bayi naga tersebut.
"Mampus, dia mengira kita menculik anaknya? Oi, Ciel! Lepaskan bayinya!" sahut Phillip.
"Kezia tidak mau!" balasnya setengah parau akibat berlari dan menggotong sang bocah di lengannya, sementara yang digendong masih memeluk bayi naga itu dengan erat. Sang kakak mencoba menyerang, namun senjatanya mental ketika mata sabitnya berusaha menggores kulitnya. Ia berlari menyusul Saciel dan melihat sang adik dengan tatapan dingin.
"Lepaskan anaknya, Kezia," ujarnya berat. Kezia menggelengkan kepalanya.
"Kezia, kalau kau tidak mau melepaskannya, kita bisa dalam masalah besar," bujuk Saciel terengah-engah.
"Tidak mau! Dia punyaku!" raungnya. Dua orang muda itu menahan diri untuk tidak memaki karena situasi juga tidak sedang mendukung mereka. Phillip mencoba menarik rapiernya, namun sahutan sang gadis menghentikannya.
"Jangan! Tempat ini terlalu berbahaya dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada naga itu jika kau melakukannya!"
"Lalu kau mau apa?" sahutnya jengkel. Saciel mengulurkan tangan dan sebuah sapu terbang muncul di hadapannya. Ia langsung lompat dan melesat membelah angkasa, namun tepat di belakangnya sang induk membentangkan sayap untuk menyusulnya. Max bersiul melihatnya.
"Keren," ujarnya. Phillip berdecih mendengarnya.
"Ini bukan waktunya untuk bercanda. Kau harus membuat adikmu melepaskan naga itu sebelum mereka dihabisi induknya," ujar Phillip. Max hanya angkat bahu, antara tidak peduli dan malas. Ia memamerkan tangannya yang terluka.
"Aku mencoba menyerangnya, tapi kulitnya keras sekali seperti batu. Seranganku saja berbalik, apalagi sihir kalian," ujarnya kalem. Phillip berpikir sejenak, sesekali melihat ke langit dimana Saciel berjuang mati-matian untuk bertahan dari kejaran sang naga.
"Kita rebut saja bayinya dari Kezia, lalu letakkan naga mini itu sejauh mungkin agar induknya juga menjauh dari kita," celetuk Max. Phillip mengangguk.
"Kau bisa merebutnya?"
"Kau, pegang tanganku dan bersiaplah. Terbang bukan pilihan menyenangkan, tapi teleportasi sedekat mungkin dengan mereka tidak akan masalah," ucap Phillip. Max mengangguk dan menggenggam tangannya, sementara Phillip menarik rapiernya dengan kilat terpancar di matanya. Dalam sekejap mereka sudah melayang tepat di dekat dua perempuan itu. Max memanfaatkan kesempatan untuk mengambil alih bayi naga itu saat adiknya terkejut. Dengan cepat bayi itu sudah berada di dalam genggamannya.
"AH!"
Sebelum Kezia bereaksi, Phillip menggenggam kerah Max dan memindahkan mereka kembali ke darat. Kedua lelaki itu langsung berlari ke arah berlawanan. Sang induk yang menyadari bahwa anaknya sudah tidak bersama dengan Kezia langsung putar haluan dan mengejar Max serta Phillip dengan kecepatan tinggi.
"Nii! Punyaku!" jerit Kezia sembari meronta-ronta minta dilepaskan, namun Saciel dengan tenaga tersisa menahannya agar ia tidak menjatuhkannya. Mereka terus berlari hingga mencapai sebuah tanah lapang dipenuhi dengan bunga dandelion perak. Max langsung meletakkan bayi naga itu dan berlari menjauh, namun sialnya ia malah tersapu cukup jauh karena ekor induknya. Phillip langsung teleportasi dan menangkapnya sebelum menghantam pohon. Induk naga itu mendarat dan memastikan bayinya aman, lalu melingkarkan diri untuk melindunginya. Saciel yang masih terbang bersama Kezia memandanginya dengan wajah sendu, namun menghilang seiring hela napas yang ia hembuskan.
"Kezia, kalau kamu dipisahkan dari ibumu, apa yang akan terjadi?" tanyanya. Kezia terdiam dan melihat wajah sang gadis berambut merah dengan tatapan sedih.
"Mama pasti akan mengamuk untuk menyelamatkanku," jawabnya lirih. Saciel mengulum senyum dan menepuk pelan puncak kepalanya dengan penuh sayang.
"Maukah kau mengikhlaskan bayi naga itu kembali ke ibunya?" tanyanya lagi. Gadis kecil itu terdiam sejenak, lalu menganggukkan kepala. Mereka langsung mendarat di samping Phillip dan menyaksikan kedua naga itu pergi meninggalkan tempat.
"...kuharap 7 Eternal Wizards tidak turun tangan untuk menangkapku," celetuk Saciel.
"Apa itu 7 Eternal Wizards?" tanya Kezia.
"Bisa dibilang 7 keluarga pendiri kekaisaran Careol. Saciel adalah salah satu anggotanya," ujar Phillip. Kezia mengerutkan kening.
"Mereka bukan orang baik?"
"Hmm, aku tidak tahu harus menjawab apa. Tergantung seperti apa situasinya?" balas Saciel ragu.