
Kejuaraan Odyscus Antar Mahasiswa Langit Angkasa dimulai sudah.
Bagi Zet, ini tak hanya ajang untuk pembuktian prestasi, hasil dari sambung rasa dan kerja sama tim yang dibangun dengan latihan keras dan disiplin tinggi saja.
Kejuaraan ini juga akan menunjukkan jalan mana yang sebenarnya harus Zet jalani. Siapa yang benar? Aeron, sang ayah yang mencoba memperjuangkan kemerdekaan Pilar Pualam dari penjajahan Empat Musim? Rhea, sang ibu yang meminta Zet agar tidak menggunakan dan mencari arcanum lagi? Yun Lao yang malah mendorong Zet untuk menjadi Master of Arcana sejati? Atau Zet sendiri yang ingin menjadi duta perdamaian dunia lewat olah raga Odyscus?
Sejauh ini, cita-cita Zet itu tampaknya adalah jalan terbaik. Minerva Kaleos, Rektor Universitas Langit Angkasa secara tak langsung mendukung pemikiran Zet itu, seperti tercermin lewat pidato pembukaannya yang kontroversial.
Tapi, apakah zaman dan semesta mendukung cita-cita Zet pula? Kejadian-kejadian sepanjang kejuaraan Odyscuslah yang bakal membuktikannya.
Kejuaraan Odyscus kali ini diikuti oleh enam belas tim mahasiswa peserta dari enam belas negara. Mereka adalah Empat Musim, Ular Pasir, Fajar Emas, Kubah Malam, Ginseng Putih, Naga Nirwana, Sakura Ungu, Pulau Kelapa, Singa Hitam, Bukit Piramida, Gunung Beku, Seribu Tangan, Gaharu Wangi, Kuda Besi, Banteng Mawar dan Zamrud Hijau.
Keenam belas tim itu harus melalui Babak Penyisihan, Tim yang menang di tiap babak itu akan melalui Babak Delapan Besar atau Perempat Final, lalu bila menang akan masuk Empat Besar atau Semi Final dan pemenang di Semi Final akan bertemu di Babak Final.
Karena giliran Tim Empat Musim untuk bertanding di Babak Penyisihan adalah di hari kedua, di hari pertama ini mereka berkesempatan menonton pertandingan tim-tim lainnya, total delapan tim yang berlaga dalam empat pertandingan.
Karena baru pertama kali menyaksikan pertandingan Odyscus seutuhnya secara langsung, bukan latih tanding, Zet yang duduk di kursi penonton tak hentinya terperangah. Setiap tim yang bertanding memberikan usaha yang total dan sebaik-baiknya. Walau mereka jelas harus menjaga sportivitas agar tidak didiskualifikasi, karena juga membawa nama negara masing-masing, pertandingan jadi amat sengit seolah-olah mereka sedang bertempur.
Pertandingan pertama adalah antara Tim Kubah Malam melawan Tim Ginseng Putih. Kedua tim itu bertanding dengan amat hati-hati, secara mereka bersekutu.
Di awal, para pemain Kubah Malam yang semuanya penyihir agak kesulitan menghadapi lawan yang semuanya pengguna tenaga dalam. Namun kerjasama tim di pihak Kubah Malam amat disiplin dan kompak. Menggunakan taktik langsung mengoper begitu mendapat cakram, para pemain selalu berada di posisi yang tepat untuk menerima cakram yang dioper oleh rekannya. Jadi, setelah tertinggal satu gol, Kubah Malam menyusul dengan melesakkan tiga gol ke gawang lawan dan maju ke Babak Delapan Besar.
“Astaga, jadi inilah kekuatan Tim Kubah Malam. Rick benar, tapi apakah titik lemah mereka yang bisa kita manfaatkan, Bu Zoe?” tanya Zet pada pelatihnya.
Zoe lantas menjawab, “Satu-satunya cara untuk mengatasi taktik semacam itu adalah dengan kecepatan dan disiplin yang sama kuat, atau lebih baik daripada mereka.”
“Apa maksud ibu?”
“Biar nanti kita latih lagi saja taktik khusus ini nanti sore,” jawab Zoe sambil tersenyum penuh percaya diri.
“Tim Empat Musim jarang bertanding langsung dengan Kubah Malam, tapi kami pernah mengalahkan mereka satu kali dan mereka menang satu kali, itupun dengan skor tipis. Tapi mereka terus mengganti formasi mereka, jadi kita juga harus berimprovisasi lagi tahun ini.”
Ada kejutan terjadi, satu tim yang biasanya menjadi underdog di tiap kejuaraan, yaitu Tim Pulau Kelapa berhasil menyisihkan salah satu tim yang lumayan kuat dan populer, yaitu Tim Kuda Besi. Sambung rasa kekeluargaan di antara para anggota Tim Pulau Kelapa terbina begitu apik, sehingga setiap anggota bergerak seperti tangan dan kaki. Ditambah agresivitas yang tinggi, hasil pertandingan adalah empat gol lawan dua untuk kemenangan Pulau Kelapa.
Lanjut dengan pertandingan berikutnya. Salah satu tim unggulan lain, yaitu Fajar Emas berhasil melibas Tim Gaharu Wangi tanpa kesulitan berarti, tepatnya tiga gol tanpa balas.
Tim unggulan lainnya, yaitu Sakura Ungu menggunakan teknik-teknik dari ilmu ninjutsu dan samurai, ditambah tenaga dalam untuk menggiring cakram. Lewat keunikan itulah, mereka berhasil menyisihkan Tim Bukit Piramida yang serba penyihir itu dengan angka dua lawan nol.
Setelah rangkaian pertandingan hari pertama usai, Zoe menggembleng tim binaannya secara khusus, mempersiapkan “taktik tandingan” seandainya mereka menghadapi Kubah Malam nanti.
Baru di hari kedua tim Empat Musim akan tampil. Sebelumnya, mereka tak sempat melihat pertandingan pertama di hari kedua itu, yaitu antara Tim Ular Pasir melawan Tim Gunung Beku. Walau terkesan pertandingan bakal imbang karena berasal dari dua negeri yang saling bertolak-belakang, “panas dan dingin”, ternyata Tim Ular Pasir yang agresif berhasil menjebol Tim Gunung Beku yang terkenal dengan pertahanannya yang amat tangguh, dua gol tanpa balas.
Sekarang giliran Tim Empat Musim tampil melawan Tim Singa Hitam yang semua berkulit hitam. Karena sihir Singa Hitam yang biasa disebut Voodoo hanya berkutat pada elemental, kutukan dan penguatan diri, mereka hanya menggunakan sihir untuk mempercepat lari mereka saja seperti macan cheetah dan mengandalkan tenaga dalam yang baru dipelajari di Universitas Langit Angkasa untuk melayangkan cakram.
Akibatnya, cakram sering lepas kendali atau jatuh dan direbut oleh Tim Empat Musim. Tanpa kesulitan berarti, Zet melesakkan satu gol dan berkontribusi untuk kemenangan timnya, empat gol lawan satu.
Berikutnya adalah Tim Naga Nirwana berhasil mengalahkan Banteng Mawar tiga gol lawan dua, sedangkan Tim Zamrud Hijau lolos setelah menyisihkan Tim Seribu Tangan, tiga gol lawan satu.
Melihat papan diagram yang menunjukkan semua hasil pertandingan babak penyisihan, Zet merasa lega sekaligus sesak. Tentu lega karena telah selangkah lebih maju untuk mendapatkan kesempatan bergabung di tim utama Langit Angkasa. Yang justru menyesakkan adalah lawan yang akan Tim Empat Musim hadapi di Babak Delapan Besar, yaitu Tim Ular Pasir.
Bagaimana tidak, kini Ular Pasir telah menjadi negeri yang paling memusuhi Negeri Empat Musim. Naga-naganya, Tim Ular Pasir akan menghalalkan segala cara untuk membalas dendam pada negeri yang sudah berkali-kali bentrok dengannya itu.
Baru satu langkah maju, Zet kini bakal menghadapi sebuah pertandingan yang bakal berlangsung keras... dan cenderung kasar. Pertanda apakah ini?
\==oOo==
-N O V E L T O O N O F F I C I A L-