
...Prang!...
...Prak!...
...Brak!...
Semua barang-barang berserakan di lantai pecah dan hancur. Wajah tampan, itu terlihat memerah sampai menjalar ke daun telinga. Manik mata tajam itu terlihat menyela kelam. Hembusan napasnya tampak tak teratur. Buku jari tangan nya memucat kala meremas ujung pinggiran meja. Kris Uchiha, pria remaja tampan dengan mata elang ini baru tau dengan kejadian tiga hari yang lalu. Saat kelulusan sekolah, gadis yang sangat teramat ia cintai malah di lamar oleh musuh bebuyutan nya. Dan Kris sama sekali tidak terima. Dan tak akan pernah terima.
"Brengsek!" makinya keras. Sebelum meninju permukaan meja. Membuat bunyi gaduh mengganggu tuan besar Uchiha.
Di luar ruangan, Ken memberikan kode pada Very melangkah mendekati kamar puteranya. Very mendorong kursi roda sang tuan. Hingga di depan pintu tuan muda Mafia Joker itu.
Tok!
Tok!
Tok!
"Kris!" panggil Ken menjeda ketukan di daun pintu,"boleh papa masuk?" lanjut nya.
Tidak ada suara. Ken menghela napas, pria itu ingin kembali mengetuk pintu. Tangannya mengawang kala pintu terbuka. Tubuh gagah sang putra terlihat jelas. Hanya sedikit saja pintu di buka, Kris menatap tanpa ekspresi pada sang ayah.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya Ken kala mata tua itu menatap keadaan sang putra yang terlihat kacau.
Kris diam. Sebelum menghela napas dan membuangnya perlahan. Ayahnya tidak boleh tau dengan apa yang kini menimpa dirinya. Karena rasa cinta dan hormat. Kris menekuk sebelah kaki nya, menyamakan tinggi tubuh nya dengan sang ayah.
"Tidak apa-apa Pa!" jawabnya,"aku hanya sedikit kesal dengan masalah yang kemarin aku tangani," lanjut nya.
Ken mengangguk pelan. Ia tau, ada masalah dengan penjualan senjata yang kini tengah mereka produksi. Membuat Kris tidak bisa menghadiri upacara kelulusan nya. Remaja tampan ini, sangat hebat di mata Ken. Kris bekerja begitu keras hanya untuk menstabilkan kelompok Mafia miliknya. Hingga kini berkembang. Meskipun tidak sehebat Yakuza. Joker memiliki tempat tersendiri di negara Sakura itu. Dulu sekali, Joker dan Yakuza setara. Dua kelompok yang unggul di bidang masing-masing. Hingga kacau, saat Hiro Yamato mendapatkan jabatan. Pria bringas itu melebarkan sayap. Hiro mulai membabat habis kekuatan dan kekuasaan Joker. Hingga mereka nyaris menghilang.
Hiro Yamato di bantu oleh Kara, mendirikan Yakuza menjadi Mafia nomor satu dan tak terkalahkan. Hingga pria itu membangun perusahaan. Tidak hanya bermain dalam kegelapan. Yakuza main terang-terangan, bahkan mengesahkan beberapa usaha ilegal menjadi legal.
Kehebatan Hiro tidak lagi di ragukan. Pria itu membuat ia tunduk dengan terpaksa. Tapi kini, impian menjadi kelompok terbesar akan di wujudkan oleh Kris. Putra sahnya.
"Jangan terlalu di pikirkan. Selama ini kau sudah melakukan yang terbaik untuk kemajuan kelompok ini," ucap Ken menatap sang putra dengan manik mata lembut.
Kris mengulas senyum dan mengangguk."Ya, tentu saja Pa!"
...***...
Senyum indah tak pernah patah dari bibir Adella kala menatap cincin yang melingkar di jari manisnya. Ugh! Ia tak menyangka jika ia akan merajut asa dan kehidupan dengan Sean Yamato. Cinta pertamanya. Sungguh, keberuntungan besar yang berpihak padanya.
Tok!
Tok!
"Adella!" panggilan di diluar pintu,"mama boleh masuk?"
Adella menoleh ke arah pintu."Masuk saja Ma! Pintunya nggak di kunci kok," jawab Adella dengan keras.
...Klik!...
Pintu kamar terbuka lebar. Dera masuk dengan senyum bersahaja. Membawa nampan dan map di tangannya. Adella langsung turun dari tempat tidur. Mendekati Dera, mengambil alih nampak berisikan dua gelas susu coklat hangat dan cemilan ringan. Mereka melangkah mendekati ranjang tempat tidur.
Adella meletakan nampan di atas nakas tempat di samping tempat tidur.
"Itu apa mama?" tanya Adella menatap map di tangan Dera.
"Ah! Ini adalah daftar fakultas dalam dan luar negeri. Yang ingin mama berikan ke kamu. Meskipun ini semua adalah pilihan Sean," ujar Dera. Sebelum menyerahkan map ke tangan Adella.
Gadis itu menerima nya. Bergumam kata terimakasih dan tersenyum. Map yang di bawa tidak di buka hanya di letakan di atas kepala ranjang. Sebelum ia meraih nampan yang sempat ia letakan di atas nakas. Meletakkan nya di tengah-tengah ia dan Dera.
"Mama ke sini bukan hanya sekedar menyerahkan map saja kan?" tebak Adella menatap ekspresi aneh Dera.
Wanita itu tersenyum. Adella memang anak yang cepat tanggap.
"Ya, mama kesini bukan hanya ingin mengantar itu saja. Ada beberapa hal yang belum sempat mama tanyakan kepadamu," ujar Dera.
"Mama mau tanya apa?"
"Kamu beneran mau nikah sama anak nakal mama?"
"Eh?" dahi Adella berkerut dalam,"memangnya kenapa nggak yakin begitu?" tanya Adella.
"Sean itu masih memiliki banyak kekurangan. Meskipun terlihat dewasa, ada kalanya Sean itu terlihat seperti anak-anak. Dan menyebalkan. Bahkan egois," papar Dera. Ibu empat orang anak itu mengigit dan mengunyah kripik kentang. Ia ingin mengobrol santai dengan calon menantunya ini.
Adella mengangguk mengerti. Apa yang di katakan calon ibu mertua rasa ibu kandung ini benar adanya. Sean itu terlihat dewasa, namun terkadang menyebalkan dengan sikap otoriter nya.
"Ya, Adel tau, ma!"
"Mungkin akan ada saatnya kalian merasa kesal satu sama lain. Pernikahan itu hanya manis di awal saja, jika tidak bisa menyeimbangkan perasaan dan ego Adella," nasehat Dera.
Adella hanya diam. Mencoba mendengar dengan baik. Nasehat yang akan keluar dari bibir Dera.
"kalian masih sama-sama terlalu dini untuk memulai hubungan pernikahan. Mama nggak menghalangi keinginan kalian. Tapi yang mama khawatir kan adalah emosi yang masih tidak stabil dan ego yang besar. Saat bertengkar, apalagi dengan darah muda yang kalian miliki. Tidak menutup kemungkinan akan ada banyak hal yang berujung perpisahan," lanjut Dera,"apakah kamu sudah siap lahir dan batin untuk sebuah pernikahan?" lanjut Dera.
Adella mengigit pelan bibir bawahnya. Pernikahan bukan tentang keinginan sekedar menikah. Namun kesiapan mental lahir batin adalah nomor satu. Setelah kematangan pikiran.
"Ya, ma." Adella mengangguk kecil.
Dera mengulas senyum."Kalau udah. Mama ingin kamu sama Sean ikut kelas pranikah. Dan mama udah daftarkan kalian setelah hari lamaran Sean. Pranikah nya akan di mulai Minggu besok. Itu untuk bekal kedepannya," ujar Dera.
Adella menatap Dera dengan dalam. Ia tak menyangka Dera bisa memikirkan dan menyiapkan hal seperti itu untuk ia dan Sean. Adella kembali mengangguk dan tersenyum.
"Terimakasih mama," balasnya.
Dera tersenyum lembut. Mengusap pelan puncak kepala Adella. Sebelum ke duanya kembali meneruskan pembicaraan.
...***...
"Kenapa tidak jadi datang saat upacara kelulusan ku, tiga hari yang lalu, Ra?" tanya Vian kala menatap wajah gadis di depannya.
Ara tersenyum. Membuat lesung di pipinya terlihat jelas.
"Ada sedikit masalah dengan kesehatannya papaku. Maafkan aku tidak memberikan kabar karena terlalu panik saat itu," bohong Ara.
Gadis itu meraih sedotan. Menyesap kopi dingin di gelasnya. Kafetaria di lantai dasar Rumah Sakit terlihat ramai. Seperti biasanya.
"Lalu bagaimana sekarang dengan kondisi papamu?" tanya Vian dengan wajah khawatir.
"Sekarang beliau baik-baik saja," balas Ara.
Kembali kecanggungan menyapa diri ke duanya. Hanya musik kafe mengisi kekosongan nada. Ara mutar-mutar stir, membuat es batu berputar di dalam gelas. Vian mengangguk pelan.
"Syukurlah kalau begitu," jawabnya pelan.
Ara hanya mengangguk."Oh, iya bagaimana dengan upacara kelulusan mu kemarin. Apakah ada hal yang spesial terjadi?" tanya Ara dengan seceria mungkin.
Vian mengerutkan pangkal hidung nya.
"Ada," jawab Vian pelan,"adikku melamar gadis yang ia cintai di depan umum," lanjut nya.
"Astaga! Sweet sekali," balas Ara dengan manik mata iri.
"Ya, begitu lah."
"Selain itu apa lagi?"
"Tidak ada."
"Ah, masa tidak ada?"
"Ya, tidak ada lagi."
"Nggak yakin. Biasanya kalau di film-film saat upacara kelulusan pasti ada hal spesial. Contoh nya yang kayak tadi, terus sama ungkapan cinta dari teman. Maybe!"
Vian terdiam sesaat. Sebelum mengeleng kecil."Nggak. Hal seperti itu tidak ada terjadi padaku."
Vian tidak tau. Ia tidak ingin terbuka perihal hati pada siapapun. Termasuk pada gadis di depan nya saat ini.
Bersambung...
☺️ada pro dan kontra ☺️ baik couple Vian-Delta Vian-Ara🤣🤣🤣🤣
Couple Sean-Adella masih tak tergoyahkan.😁but, Drama besar akan terjadi sebegitu konflik akhir untuk cerita ini. siapkan hati, mental dan tisu😁 sebelum end. author mau porak-poranda banyak orang 😁