The King, Son of Mafia

The King, Son of Mafia
Bab 87 (Hiburan)



Raut wajah Sean tampak kembali hidup dengan kehadiran Adella di sisinya. Willem ikut senang jika sang sahabat mendapatkan kebahagiaan nya lagi. Aura di ruangan khusus terasa berbeda haluan dengan dua orang yang sibuk dalam pemikiran nya tersendiri.


"Aku senang melihat mu kembali sehat, Adella!" ujar Willem dengan nada ramah.


Adella mengulas senyum."Ini juga berkat doa kalian semuanya," jawab Adella dengan nada lembut.


Vian melirik ke arah wajah Adella sebelum melemparkan tatapan pada dua orang yang tidak seperti biasanya.


"Tumben tidak ada suara Delta dan David," seru Vian.


Kontan saja keduanya mengangkat wajah serentak. Menatap wajah tampan Vian yang menatap mereka dengan intens. David seperkian detik merubah raut wajahnya kembali ceria. Membawa kerutan halus di dahi Sean. Beda Delta, gadis itu memasang senyum di paksakan.


"Kalian bertengkar?" tebak Sean menatap Delta dan David berganti-ganti.


"Tidak!"


"Tidak!"


Dua jawab serentak terdengar jelas dari kedua nya. Namun dengan nada dan intonasi yang berbeda. David dengan nada sedikit di naikan untuk menyangkal. Sedangkan Delta dengan nada datar.


"Ah, benar ternyata kalau begini mah!" timpal Willem dengan senyum miring.


"Apa yang membuat kalian bertengkar?" tanya Sean pemanasan.


Kontan saja David dan Delta langsung beradu tatap. Sebelum kembali menatap Sean dengan pandangan tak terbaca.


"Itu....salah David!" jawab Delta terlebih dahulu.


David tidak ikut menimpali. Hanya diam dengan pandangan tak terbaca.


"Ada apa dengan David?" tanya Willem yang terlihat semakin penasaran.


"Dia menjahiliku," jawab Delta berpura-pura kesal.


Vian hanya mengeleng kecil. Sean menghela napas mendengar jawaban Delta. Masih sama saja seperti dahulu. Sering bertengkar hanya karena hal sepele. Begitu lah yang ada di otak Sean saat ini.


"Kalian dari dulu tidak berubah-ubah, ya. Apa lagi David, suka sekali menjahili Delta," ucap Willem. Raut wajah pria itu terlihat lucu.


"Terkadang aku berpikir kalian itu cocok loh," kini giliran Sean ikut angkat suara perihal ke duanya.


"Enak saja, siapa yang mau sama kadal air ini!" tukas Delta di buat seceria mungkin meskipun raut wajah merenggut.


"Hei! Jangan begitu Delta. Hati tidak ada yang tau bagaimana ia bekerja. Jangan terlalu benci, karena lawan benci adalah cinta." Nasehat Vian dengan tangan kanan menyangga wajah tampan nya.


David menghela napas. Dalam hati pria ini menyetujui perkataan Vian. Ia pun berharap begitu, berharap Delta melihat hatinya. Bisa membuka hatinya pada dirinya. Melepaskan perasaan yang tidak seharusnya ada. Bisakah?


"Nggak mungkin, karena aku sukanya kamu!" serang Delta tak lupa ia membawa tawa agar terlihat seperti orang yang sedang bercanda.


Adella melihat keseriusan di ke dua manik mata Delta. Ia berharap dengan tulus, jika Delta bisa bersama Vian. Sama hal nya seperti ia bersama Sean. Berharap pria yang menjadi sahabat serta pria yang di anggap sebagai kakak lelaki nya.


Adella berharap baik Delta maupun Vian akan berbahagia.


...***...


Dera menahan tawa yang akan meledak. Vera, si ibu hamil saja sudah tak kuat lagi menahan tawa. Ke dua pria kakak- beradik yang mengakui jika diri adalah pria paling tampan di buat menjadi pria paling——aneh. Bagaimana tidak, make up asal-asalan sudah seperti ondel-ondel saja. Belum gincu merah maron bukan hanya di aplikasi kan di bibir saja. Tapi juga di atas bibir. Kelopak mata di berikan sentuhan warna hitam di campur warna ungu.


Rambut yang di ikat dengan karet rambut yang Dera tau itu adalah milik Lea. Siapa sangka jika Lea lebih gila dari pada Laura. Bagaimana tidak, anak perempuan itu bahkan mampu meluluhkan sang suami juga untuk mau di make up oleh ia dan Laura.


Launa dan Cherry terlihat sibuk mengambil foto ke duanya. Hiro cemberut melihat ke arah Leo. Sedangkan Leo, ayah dari anak perempuan cantik dalam balutan imut itu tersenyum ceria pada Istri pria itu. Bahkan Leo tak malu mengedipkan matanya pada Vera yang tertawa keras. Kalau begitu, Hiro kembali ingat dengan putra ke duanya. Saat ia ulang tahun, Sean pernah berdandan seperti perempuan. Bahkan sering melakukan pose aneh untuk membuat Dera tertawa. Tak segan-segan membuang keberingasan nya. Hanya untuk sebuah tawa dari Dera.


"Untung sayang keponakan," keluh Hiro.


Dera mengusap pelan air mata yang mengalir di pipinya. Karena tawa kerasnya, saat Leo berpose genit. Bukan hanya Dera dan Vera saja yang tertawa terpingkal-pingkal. Laura, Launa, Cherry dan Lea pun sama. Anak-anak itu tertawa keras melihat ke gilaan Leo.


"Bagaimana aku sudah cantik dan mempesona kan?" Tanya Leo mengangkat ke dua alis matanya ke atas.


Leo menoleh ke samping. Menatap sang kakak yang juga seperti nya.


Hahahaha!!!!!!!!!!!


Leo tertawa keras. Tawanya pecah, saat melihat wajah sang kakak. Jujur saja, Leo tak menoleh ke samping saat di dandanin oleh putri nya. Siapa sangka kakaknya selucu itu. Seperti banci yang butuh belaian tapi terlihat dingin dalam satu waktu.


"Hei bung! Coba berkaca. Jangan tertawa saat kau belum tau bagaimana wajahmu sendiri!" tukas Hiro sebal.


"Aku pasti cantik lah. Putriku sangat ahli dalam mendandaniku," ujar Leo memuji sang putri.


Lea tertawa semakin keras. Vera mengusap pelan perutnya. Sebelum membalik kan pandangan nya. Sudah, Vera tak kuat tertawa. Melihat ke dua kakak-adik itu. Mereka berdua seperti banci yang sedang bertengkar untuk mendapatkan pelanggan.


Hiro mencibir. Sebelum tangannya membuka kamera ponselnya.


"Lihat lah kecantikan mu, adikku!" Ketus Hiro membawa layar ponsel pada wajah Leo.


Kya!!


Leo terperanjat. Ia tidak menyangka wajah'nya lebih jelek dari pada wajah Hiro. Di kelopak matanya bukan dua warna saja seperti sang kakak. Tapi ada lima warna di sana, dari warna merah, hijau, hitam, kuning dan warna ungu. Di bawah kelopak matanya ada warna hitam pekat. Belum lagi alis matanya setebal atau bahkan mungkin lebih tebal dari alis mata kartun Shinchan yang sering tantang di TV.


"Kenapa aku sejelek ini?" Teriak Leo tak terima.


Dera sudah tak tertolong bahkan wanita itu terbatuk-batuk. Ponsel di ke dua tangan Launa dan Cherry saja terjatuh di lantai saat melihat ekspresi nelangsanya Leo Yamato.


"Lea Yamato!!!!!" Teriak Leo mengelengar.


Sekali anak setan betina. Akan tetap menjadi setan betina. Lebih dari pada Sean. Lea kontan berlari cepat, dengan tawa menggelegar. Kini giliran Hiro yang tertawa melihat Leo mengejar anak perempuan cantik bikin gemas itu.