The King, Son of Mafia

The King, Son of Mafia
Bab 30 (Kau hanya milik ku!)



Suasana temaram ruang bawah tanah semakin memanas dengan sepuluh barang yang baru saja selesai di lelang. Tentunya dengan harga fantastis. Hiro yang duduk berdampingan dengan Carlos, memicingkan mata coklat dingin milik nya. Pria dengan topeng di wajahnya, tampak memberikan kode pada bawahan nya. Kerangka besi di tarik mendekati pria bertopeng Joker itu.


"Baiklah, mari kita langsung masuk ke barang yang terakhir. Gadis cantik Rusia, yang memiliki kemampuan yang hebat," ujarnya dengan nada mengelar.


Cantik sangat cantik. Para pria hidung belang di kursi tanpa sadar meneteskan air liur mereka. Melihat wajah cantik gadis Rusia yang ada di dalam kerangka besi.



Ruangan ribut seketika. Melihat kecantikan dari sang gadis Rusia.


"Wah! Benar-benar cantik."


"Sayang juga karena dia seorang Doggy! Pelihara bukan wanita biasa."


"Aku ingin memiliki nya. Dia harus menjadi milikku!"


"Berapa harga yang di tawarkan ya?"


Itulah segelintir perkataan orang-orang di kursi. Hiro masih tidak merubah raut wajahnya, Carlos terlihat memindai gadis cantik yang duduk di dalam sangkar besi itu.


"Bagaimana, kau tertarik membeli nya kakak ipar?" tanya Carlos dengan nada beratnya.


Hiro menoleh ke samping."Menurutmu, adik ipar?"


"Aku tidak yakin apakah kakak ipar akan membeli nya. Mengingat menjaga hati kakak ipar ku," balas Carlos.


Ke duanya tersenyum sinis.


"Tentu saja, aku tidak butuh doggy dalam anggota Yakuza. Ada banyak orang-orang berbakat dalam anggota ku," jawab Hiro pada akhirnya.


Carlos mengangguk mengerti. Tentu saja, anggota Yakuza sangat terlatih dan sangat hebat. Di bandingkan dengan anggota mafia lainnya. Karena bukan hanya sekedar menjadi Mafia semata. Yakuza juga melebarkan sayapnya, mengambil alih beberapa bisnis normal. Hingga menjadi perusahaan raksasa di seluruh Asia Tenggara. Carlos tidak meragukan hal itu.


"Ah, aku membutuhkan nya. Untuk Willem. Ia masih sangat kalah jauh di banding Sean dan Vian. Setidaknya, jika aku membalikan peliharaan yang itu, siapa tau membuat putraku satu itu bisa lebih pesat perkembangannya!" ujar Carlos.


Pria ini tidak berbohong. Ia tidak butuh seorang doggy yang terlatih untuk sekedar memuaskan nafsu ataupun hanya sekedar menjadi pelindung Devil. Yang Carlos butuh kan adalah seorang yang bisa membuat Willem ke depan nya. Mengingat Doggy bukanlah wanita biasa. Setidaknya, peliharaan mafia satu itu akan sangat membantu Willem.


"Kau cukup gila, aku pikir dia untuk ranjang mu satu lagi!" canda Hiro.


Carlos terkekeh."Aku masih ingat hidup dengan istri dan anak tercinta ku. Aku belum mau mati di tinggalkan oleh Sari, kakak ipar!" kata Carlos.


Hiro hanya mungut-mungut mengerti. Ke duanya kembali menatap ke depan sana. Dimana pelelangan baru saja di buka. Di mulai dari harga 1M sebagai permulaan. Harga terus naik kala beberapa nomor di angkat untuk membicarakan berapa harga yang mereka pasangkan.


****


Dera terkekeh pelan, kala melihat kelakuan putra ke duanya. Sean berteriak nyaring kala memasukan ikan ke dalam kuali berisikan minyak. Tubuh nya mundur empat langkah, letusan minyak panas yang muncrat ke sana sini membuat pemuda Yamato itu merasa takut. Adella, Laura, Cherry dan Launa tertawa keras melihat Sean.


Dera mengeleng pelan melihat sang putra.


"Katanya mau tes memasak. Tapi baru segini saja sudah takut," cibir Dera pada Sean.


Sean manyun."Sean pikir memasak itu mudah. Ya, tinggal masuk ikan saja ke dalam kuali berisi minyak. Itu aja, udah cukup. Tapi siapa sangka minyak nya loncat-loncat keluar saat di masukkan!" adu Sean dengan apa yang menimpa diri.


"Katanya mau ngalahin Papa yang pintar masak spaghetti yang enak. Masak ikan goreng aja, sudah kayak ikut tauran," cibir Laura untuk Sean.


Sean meringis dengan wajah nelangsa. Dera dengan santainya menuju penggorengan. Mengecilkan api kompor gas. Tak lupa memberikan penutup di atasnya, biar tidak terlalu membuat gaduh dapur.


"Memasak ada trik-trik nya sayang. Kamu tidak mengecilkan api kompor. Belum lagi minyaknya terlalu panas, kalau minyak terlalu panas. Ikannya akan masak cepat di luar bahkan nyaris hangus," jelas Dera menatap Sean dengan pandangan lucu.


"Sean kan lelaki Ma, mana tau cara trik-trik memasak!" tukas Sean dengan wajah tak berdosa.


"Lelaki pun, harus tau sedikit banyak soal memasak sayang. Sebentar lagi, mau tamat SMA. Masuk kuliah, banyak anak remaja lelaki di Indonesia itu keluar dari rumah saat tamat SMA. Ada yang kerja, jika mereka tidak memiliki orang tua yang kaya. Ada yang berkuliah, jika memiliki keluarga yang mampu. Tinggal di luar, membuat mereka harus mandiri. Masak sendiri, cuci baju sendiri dan apa-apa serba sendiri. Jika Sean hidup di Indonesia, dan gak punya keluarga yang kaya. Setidaknya, Sean harus bisa apa-apa sendiri. Paling gak harus bisa masak nasi, air panas dan telur goreng lah. Tapi kalau sama minyak aja takut gimana mau masak nantinya. Itu baru kuliah loh, belum lagi kalau udah nikah. Kalau istri Sean nanti sakit, Sean sama anak-anak mau makan apa kalau gak bisa masak?" Jelas Dera sebelum membuka penutup kuali. Membalikkan posisi ikan yang telah di masukan oleh Sean.


Sean diam. Adella merasa sangat gemas melihat ekspresi Sean yang mendapat nasehat dari Dera. Ke tiga anak perempuan berusia sembilan tahun itu hanya menjadi pendengar dan penonton yang baik. Meski belum mengerti secara rinci penjelasan Dera.


Diam-diam Adella merasa semakin kagum pada Dera. Ibu dari Vian, Sean dan ke dua si kembar. Bagaimana cara Dera dalam mendidik anak-anak nya sangat menyejukkan hati. Bagaimana cara Dera menghormati Hiro dan mencintai Bos Mafia itu juga sangat membuat Adella kagum. Meski memiliki banyak uang, Dera tidak pernah berfoya-foya. Sekedar belanja dengan merek-merek mewah. Bagi Dera, merek mewah tidak lebih baik dari pada memberikan pada orang yang membutuhkan.


"Sean harus belajar memasak. Untuk Adella," kata Sean membuat Adella hampir tersedak air liurnya.


Dera tersenyum."Kenapa harus untuk Adella?" goda Dera. Meski pun wanita ini tau maksud Sean. Entah kenapa suka sekali menggoda Sean dan Adella.


"Ya, kan Adella bakal jadi istri masa depan Sean. Iya kan, Del?" seru Sean mengalihkan pandangannya pada Adella di meja makan.


Adella memerah."Abang mah kepedean ya kak. Belum tentu kak Adella mau sama Abang Sean," bantah Laura. Anak perempuan itu tiba-tiba menjadi pengacara dan juru bicara Adella yang tengah dilanda rasa malu.


"Lah emang kenapa? Kalau Adella gak mau sama Abang. Tenang saja, seratus kali bahkan ribuan kali di tolak. Abang akan tetap menjadikannya sebagai nyonya muda Yamato selanjutnya," ujar Sean dengan keyakinan penuh.


"Pemaksaan banget sih, Abang gak boleh begitu. Abang harus hormati keinginan dan keputusan kak Adella kedepannya," bela Laura Keukeh.


Sean tersenyum miring. Menatap Adella yang tak berani menatap ke arahnya.


"Keturunan Yakuza tidak pernah mau kalah dengan keadaan. Kalau gak mau tinggal, dukun bertindak!" ujar Sean.


Kontan saja Dera tertawa terbahak-bahak. Sungguh, iblis kecilnya sudah berubah menjadi seorang Yakuza. Sama seperti Hiro yang tidak ingin kalah pada ke adaan.


"Mama sama Papa juga begitu. Kalau tidak begitu, maka kita tidak akan pernah ada di dunia ini. Jadi, Adella kau dengarkan ya! Nanti kau boleh menolak lamaranku. Tapi jangan berharap bisa menikahi pria manapun selain aku. Selain Sean Yamato!" Kata Sean dengan kedipan mata di akhir.


Sungguh ketiga anak perempuan itu merasa Sean Yamato sudah gila.