The King, Son of Mafia

The King, Son of Mafia
Bab 32 (Kemesuman otak David)



"Apa??????" seruan serentak dari empat orang membuat Willem dan Adella mengusap cepat daun telinga mereka.


Wajah teman-teman nya yang lain terlihat tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Apa lagi Delta, bagaimana bisa seorang Willem mendapatkan peliharaan seorang manusia. Yang anehnya lagi, seorang wanita cantik yang terlatih. Sungguh benar-benar membuat Delta merasa pening seketika. Dia pikir hanya peliharaan Sean dan Vian saja yang aneh. Ternyata ada yang lebih aneh lagi dari ada peliharaan Sean dan Vian.


"Gila bukan?" kesal Willem.


Kontan mereka semua mengangguk.


"Tapi, kalau aku jadi kamu mah. Gak masalah sih, aku cuma syok dikit aja mendengar kan ceritamu ini. Kalau aku jadi kamu, mah langsung bawa masuk kamar!" Ucap David dengan ke dua alis mata di naik turunkan.


Bug!


Bug!


"AW! Sakit!" Teriak David dengan tangan melindungi wajah tampan nya, aset masa kini dan masa depan.


Bug!


Bug!


Tidak peduli. Delta dan ke tiga pria di meja melempari David dengan kulit Kuaci. Adella Putri mengeleng tak percaya. Oke, dia tau David Miyaki adalah pria remaja yang mengesalkan dengan pembicaraan aneh bin nyeleneh milik nya. Namun, Adella tidak tau jika David memiliki otak mesum.


"Dasar mesum!"


"Bule bau!"


"Gak pernah cebok pakek air!"


"Masa depan suram!"


Empat cemoohan keluar serentak dari bibir Delta dan ketiga lelaki. David manyun, tangannya bergerak mengibas baju seragam sekolah nya. Sampai paha keras milik nya. Di mana ada banyak kulit Kuaci yang menempel di sana.


"Cih! Sok. Padahal kalian nanti juga pada mesum. Lebih baik kayak aku ini, otak mesum tapi terbuka. Tidak sembunyi-sembunyi jika berpikir mesum. Wajarlah pria," gerutu David. Sebelum wajahnya menatap satu persatu orang di meja.


"Alah! Alasanmu saja mah itu," cibir Sean.


"Benar." Angguk Delta setuju.


"Mana ada. Ini benar loh," bela David pada pernyataan nya,"lalu kalau gak mesum mau making babby bagaimana?" sinisnya.


"Kalau itu naluri, tidak harus selalu berpikiran mesum kawan!" bantah Willem.


"Emang tau caranya?" tukas David dengan senyum angkuh.


"Emang kamu sendiri tau cara bikinnya?" serangan dari Delta membuat seringai mesum dari David terlihat.


"Lalu kau pikir, aku berkencan dengan gadis-gadis hanya sekedar keluar main. Terus pulang ke rumah, huh!" David tersenyum miring.


"Kencan kan memang begitu," kata Sean.


Adella makin pening mendengar kan perdebatan orang-orang di bangku.


"Kencan sesungguhnya bukan begitu Sean Yamato yang masih belum pro. Kencan sesungguhnya adalah bersenang-senang di malam hari, selesai berjalan-jalan di siang hari. Bersenang-senang di atas ranjang," ujarnya tanpa malu.


Bluss!


Kontan saja, kelimanya merona mendengar pembicaraan David. Bahkan seorang Vian Yamato pun merona. Meski tidak pernah melakukan hal berbau dewasa. Tetap saja, bagi remaja pria pernah mengalami mimpi basah. Hingga, sedikit banyak mengetahui apa yang di maksud oleh David Miyaki.


"Mesum!" desis Delta dengan nada pelan.


David tidak menanggapi. Yang pasti kemenangan ada di tangannya. Ia malah mengalihkan pandangannya pada Willem Zhao.


"Jika kau butuh petunjuk atau bantuan. Hubungi aku saja teman, aku tau dengan pasti gaya dan vitamin menambah kekuatan untuk melakukan nya. Ingat! Hubungi ahlinya!" Ucap David menepuk-nepuk pelan pundak Willem.


***


Kelas Seni kembali gaduh, kala Sean masuk ke kelas mereka. Kata nya sih, menambah jam belajar. Beberapa orang mencuri pandang ke arah Sean. Meski Sean Yamato digosipkan tengah dekat dengan anak baru kelas mereka. Mereka tetap tidak ingin melepaskan kesempatan melihat wajah tampan Sean Yamato.


"Kau tidak mau duduk di samping Sean, hem?" goda Nika di samping Adella.


"Gak, ah! Takut gak konsentrasi," balas Adella dengan nada lambat.


Nika terkekeh geli."Kalian sudah pacaran belum sih sebenarnya. Kenapa kelihatan kayak malu-malu kucing begitu. Di luar kelas aja bertani penganggan tangan. Tapi, saat di kelas malah menghindar darinya. Padahal mau kan dekat sama dia," kata Nika lagi.


Gadis Yamada satu ini sangat senang menggoda Adella. Teman satu kelasnya, ini sangat empuk menjadi sasaran untuk di goda.


"Jangan begitu dong, malu tau!" ujar Adella.


"Berarti belum jadiannya. Nanti kalau jadian jangan lupa ya, traktir makan sushi!" Nika menatap Adella penuh harap.


"Hei! Jangan menatap ku seperti itu," tegur Adella.


"Ayolah, aku mau makan sushi. Sesekali saja," desaknya.


Adella hanya angkat bahu. Di depan sana, Sean menatap gerak gerik Adella dan Nika. Meski ada banyak siswa-siswi di dalam kelas. Membuat keributan, pria remaja ini cukup jeli menangkap obrolan Adella dan Nika. Ia menunduk, dengan senyuman lucu.


"Hem!" deheman di podium membuat siswa dan siswi berhenti membuat keributan,"Anak-anak, untuk kelas seni hari ini. Kita akan membuat kerajinan tanah liat. Kalian akan memiliki pasangan masing-masing, seperti biasa!" ujar sang guru.


Serentak siswa-siswi kembali membuat gaduh. Anak perempuan berharap-harap cemas akan dipasang kan dengan Sean Yamato. Meskipun itu adalah sebuah ketidak mungkin.


"Sean! Silahkan berpasangan dengan Adella!" titah sang guru.


Kontan saja ada lenguhan tak rela dari kerongkongan para gadis remaja terdengar. Lagi-lagi mereka tidak mempunyai kesempatan bersama Sean. Sean berdiri cepat dari posisi duduk nya. Melangkah mendekati bangku Adella. Nika dengan peka langsung berdiri dan beranjak.


****


Mata tajam Carlos menatap gadis cantik di depannya. Gadis Rusia yang ia beli dengan harga mencekik. Ke duanya duduk saling berhadapan.


"Kau pernah menjadi seorang tentara wanita di Rusia?" tanya Carlos dengan nada penuh wibawa.


"Ya, Bos!" jawab nya dengan nada tegas.


"Lalu kenapa kau bisa menjadi tahanan budak. Bahkan di jual oleh kelompok Joker?" selidik Carlos.


Meskipun pria ini membeli gadis cantik ini. Bukan berarti, ia akan lengah pada gadis seusia dengan putranya. Gadis ini akan menjadi tangan kanan Willem ke depannya. Saat ia menjadi tangan kanan Willem. Maka kepercayaan jatuh padanya. Ia akan ikut mengendalikan kelompok Mafia Devil ke depannya. Jika salah salah langkah, maka ke depannya kelompok Devil akan hancur. Carlos tidak ingin itu terjadi.


"Jawab dengan jujur, Ella!" ucap Carlos lagi dengan wajah menyeramkan.


Ella. Nama gadis cantik Rusia itu.


Mata bulat penuh itu berkedip beberapa kali. Meneguk air liur nya.


"Itu karena seorang Pemimpin tentara Rusia jatuh hati pada saya. Bukan hanya dia saja, ada beberapa banyak pria yang jatuh hati pada saya. Hingga, mengudang banyak kebencian dari para gadis di sana. Saya menolak semuanya hanya karena takut para wanita membenci saya. Tapi yang terjadi malah pria yang murka karena saya menolak mereka. Hingga, saya di tuduh sebagai mata-mata. Dan melarikan diri dari Rusia. Perkelahian tidak dapat di hindari. Saya meminta suaka dari Joker. Karena mereka memiliki kelompok yang terletak di Rusia. Sebagai bayaran atas bantuan nya, saya harus membayar mahal. Tidak masalah di jual sebagai seorang doggy. Karena hanya ada seorang pria saja yang harus saya layani. Dari pada tetap di Rusia. Saya akan menjadi wanita yang menghangatkan ranjang semua tentara Rusia," terangnya dengan tegas dan jelas.


Carlos mengangguk pelan. Ketukan di daun pintu mengalihkan pandangannya Carlos.


"Masuk!" serunya.


Kreat!


Pintu terbuka. Pria terlihat tua masuk dengan berkas di tangannya. Pria itu memberikan nya pada Carlos. Pemimpin Devil ini membaca catatan sipil Ella. Benar. Apa yang di katakan Ella.


Gadis di depan nya ini tidak berbohong.