
Dawai gitar di petik. Alunan nada terdengar indah. Mengisi aula indoor sekolah. Pandangan mata kagum terus terjurus pada si pengisi suara. Suara berat dalam itu mengalun dengan judul lagi Love Me dari penyanyi Justin Bieber. Sesekali pria remaja di atas podium melirik ke arah Adella yang berada di bawah sana. Duduk di lantai bersama Nika.
Bohong jika ada yang bilang tidak tau lagu yang di nyanyikan untuk siapa. Adella mengulum senyum, kala manik mata milik nya berbenturan dengan manik mata Sean.
"Dia benar-benar, sweet!" Nika menyenggol pelan lengan Adella.
"Apa, sih!" bantah Adella malu.
"Kau pikir aku ini buta dan tuli, dia dengan sangat jelas menatap mu kawan. Aku yakin, semua orang tau jelas siapa yang di sukai dan siapa sang gadis spesial yang ikut dalam lirik itu," lanjut Nika.
Adella hanya mampu menahan diri untuk tidak tersipu malu. Hingga gemuruh tepuk tangan mengalun mengisi aula. Geng yang menamai diri mereka line97 hanya mengeleng melihat tingkah gila Sean.
Sean melangkah mendekat ke arah Adella. Sebelum di tahan oleh David.
"Mau kemana, kelas mu bukan kelas seni bung!" Cemooh David.
Pria bermata hijau itu mendapat decakan tak suka dari Sean. Lucunya, pria itu terpaksa duduk di tempat semula. Saat Adella mengangguk, memberikan kode untuk tetap di tempat. Sean berada di tengah-tengah teman-teman. Di depan sana suara MC terdengar mengelar. Acara bebas terjadi sebelum mereka bersama-sama menyusun bazar yang di selenggarakan oleh kelas masing-masing.
"Awas saja kau," kesal Sean.
David angkat tangan, pertanda menyerah.
"Sudahlah. Nanti juga bakal ketemu. Sabar dikit," goda Willem.
Sean memutar malas ke dua bola matanya.
"Sudahlah jangan ribut," suara Vian menegur terdengar.
Sean membuang tatapan nya ke depan. Melihat kepala sekolah memberikan arahan untuk kegiatan yang akan para siswa-siswi lakukan.
Jika di sekolah sang putra tampak sibuk dengan kegiatan. Maka di perusahaan raksasa milik Yamato. Pria dengan wajah dingin itu meremas kertas yang berisikan peringatan. Ke dua kelopak matanya terpejam. Menyelimuti manik mata coklat gelap milik Bos Yakuza itu.
Yeko dapat merasakan aura membunuh ke luar dari tubuh sang Bos. Dan Hiro Yamato mencoba menekan aura menakutkan itu.
"Berani sekali mereka mengancam Yakuza?" Tutur Hiro sembari membuka kembali ke dua kelopak matanya.
Yeko diam. Pria itu tidak tau harus menjawab apa untuk pertanyaan sang Bos.
"Siapa pengirimnya?" tanya Hiro.
"Pengirimnya hanya kurir biasa. Mereka tidak tau menahu tentang isi kotak. Yang mereka tau hanyalah kotak itu sudah ada di kantor pengiriman barang. Berserta alamat untuk pengiriman. Team masih melacak siapa yang sedang menantang Yakuza. Dan dendam apa yang belum selesai!" jelas Yeko tegas.
Hiro mengangguk kecil. Pertanda mengerti.
"Bagaimana dengan mayatnya?" kata Hiro.
"Mayatnya sudah di kremasi dengan baik. Dan di pulangkan pada keluarga nya, Bos!"
Hiro berdiri dari posisi duduknya. Meninggalkan kursi singasana kebesaran nya. Pria berusia tiga puluh lebih ini berdiri membelakangi sang tangan kanan. Menatap gedung yang menjulang di depan gedungnya.
"Berikan kompensasi pada keluarga nya. Serta jamin yang berhak ia dapat kan. Mungkin apa yang kita berikan tidak bisa menggantikan keluarga mereka yang berharga. Berikan yang terbaik untuk keluarga nya!" titah Hiro dengan nada berat khas milik nya.
"Baik, Bos!" Jawab Yeko menunduk kan kepala nya.
Pria itu membalikkan tubuhnya melangkah keluar dari ruangan sang Bos.
***
Aroma masakan mengisi ruangan. Ke enamnya beristirahat untuk makan di jam ke dua. Seperti biasa, Sean mengambil posisi di samping Adella.
"Kapan kau pindah ke rumah Sean, Del?" tanya Delta penasaran.
"Rencana nya nanti malam Delta." Balas Adella sembari mengulas senyum.
"Wow! Enak juga ya, kalau gadis yang di cintai satu rumah!" goda David.
"Tutup mulut cerewet mu, Dav! Makan dengan benar jangan mengoceh terus!" tegur Sean.
David cemberut. Delta dan Willem terkekeh melihat wajah cemberut David.
"Kau jahat sekali padaku, Sean!" kata David dengan nada di buat-buat sedih.
Adella tersenyum melihat tingkah aneh David. Pria bule satu ini selalu di bully oleh teman-temannya. Meski bukan dengan tindakan kasar. Namun David selalu mendapat cibiran dan bantahan di setiap kata. Paling lucunya lagi adalah pria itu malah senang-senang saja. Meski selalu di bantah. Seperti saat ini.
"Memang untuk apa baik padamu?" Willem angkat bicara.
"Tidak ada nih yang membela aku?" Tanyanya menatap yang lainnya.
"Tidak!"
Seruan serentak dari Sean, Willem, Vian dan Delta membuat David meradang. Sebelum manik mata indah nya tertuju pada Adella. Pria remaja yang terkenal menjadi Playboy alis Kadal air dari teman-teman nya itu menatap Adella dengan pandangan minta dikasihani.
"Hei! Kemana mata berlabuh bung!" Tegur Sean menghalangi pandang David pada wajah Adella. Dengan telapak tangan besarnya.
David berdecak kesal."Minta di bela saja sesulit ini."
"Minta sama Jeng Bella saja," celetuk Delta.
Ke dua pupil mata David melebar.
"Ogah!" Teriaknya keras.
Kontan saja ke empat sahabat nya tertawa. Meskipun Vian tidak ikut dalam pembicaraan ke empat nya. Anak lelaki ini hanya menjadi pendengar yang baik. Sesekali tertawa.
***
Manik mata tajam menatap barisan data base di dalam layar monitor komputer nya. Ikon kotak di klik cepat. Menampilkan beberapa data akurat. Dimana ada informasi tentang si kembar. Sean Yamato dan Vian Yamato.
"Mereka selalu bersama?" tanya dengan nada serak.
"Ya, Bos. Mereka selalu bersama. Sean Yamato anak ke dua yang memiliki bakat memimpin yang sangat hebat. Sean mendapatkan gelar resmi putra mahkota Yakuza. Meskipun dia adalah anak ke dua. Tambuk kekuasaan selanjutnya dia yang pegang. Vian Yamato, dia adalah ahli racun. Beberapa racun di racik olehnya bersamaan dengan penawarnya. Selain ahli racun ia juga kebal terhadap racun. Setelah bertahun-tahun di latih. Anak pertama Hiro akan mendapatkan Perusahaan raksasa milik Yamato. Sedangkan anak perempuan kembar milik Yamato masih berusia sembilan tahun. Dia di jaga dengan ketat oleh anggota Yakuza," jelas pria di belakang tubuh pria bertopeng.
Senyum miring terbentuk begitu saja. Keluarga Yamato sangat hebat. Pertahankan keluarga yang benar-benar di jaga kuat.
Sangat sulit untuk menjadi penyusup di antara anggota Yakuza. Bahkan kelompok yang menamai diri mereka 'Joker' butuh waktu sepuluh tahun hanya untuk membobol informasi. Dan bentuk pertahanan apa yang mereka punya.
"Hiro Yamato! Pria itu benar-benar hebat dalam menempatkan putra kembarnya. Dengan posisi dan kombinasi yang sempurna," pujinya.
"Begitu lah Bos, bukan hanya itu saja Bos. Mafia Devil dari China ikut memperkuat dan memperkokoh kekuasaan Yakuza," tuturnya lagi.
Dahi sang pria berlipat dalam.
"Bagaimana begitu?"
"Putra pertama, sekaligus putra Mahkota Devil bersahabat dengan Sean dan Vian. Di tambah istri kedua Bos Mafia Devil adalah adik dari Dera. Nyonya besar Yakuza," terangnya.
Kepalanya mengangguk-angguk pelan. Ternyata sangat rumit. Meskipun begitu, pria ini tidak akan menyerah. Ia akan membuat kelompok itu hancur. Harus. Senyum miring kembali tercetak di balik topeng. Tidak ada hasil yang bisa mengkhianati usaha bukan? Dan pria ini yakin. Ia akan menjadi pemenang nya.
.