The King, Son of Mafia

The King, Son of Mafia
Bab 40 (Kau Milik ku!)



Hembusan napas teratur terdengar samar. Ke dua kelopak mata indah Sean tertutup sempurna. Langkah kaki ringan tanpa halangan tak mampu membuat si pemilik tubuh yang tengah terlelap merasakan kehadiran nya. Gadis cantik itu menunduk perlahan-lahan. Ia berjongkok di samping sofa, menatap raut wajah Sean. Hidung yang bangir, dengan potongan rahang yang tegas dan bibir merah merekah. Benar-benar sempurna, Ella menatap penuh rasa kagum pada Sean.


"Sangat tampan," lirihnya.


Tangan kanan nya terangkat ingin menyentuh bulu mata yang lentik. Atau berlabuh pada bibir merah mereka Sean Yamato. Sayang, tangan nya hanya bisa berhenti di awang-awang.


"Aku sangat ingin menyentuh mu. Atau paling tidak berada di sinimu," ujarnya kembali.


Senyum segaris tercipta di wajah cantik Ella. Desahan pendek terdengar di bibir merah Ella. Kala Indra dengarnya menangkap derap langkah kaki teman-teman Sean menaiki satu persatu anak tangga. Dengan gesit, tubuh Ella melangkah keluar dari ruangan khusus milik Sean. Bersembunyi di balik pilar. Derap langkah kaki semakin terdengar jelas. Di iringi canda tawa ke dua gadis Indonesia yang memasuki markas khusus mereka.


"Astaga! Dia di cari kemana-mana sama kita ternyata malah tepar di sini," keluh Delta kala mereka sampai di ruangan tengah.


Adella hanya mengangkat bahu. Jika Delta memilih duduk di sofa, maka Adella memilih ke dapur mini di dalam markas. Mengambil beberapa toples makanan ringan. Sebelum membawanya ke ruangan tengah. Meletakan toples yang ia bawa ke atas meja.


"Butuh bantuan?" tawar Delta.


"Tidak. Kau duduklah, aku bisa melakukan nya sendiri. Kau pasti letih setelah pemotretan," tolak Adella.


Delta tersenyum lebar. Ia menyandarkan tubuh mungil nya di sofa. Di samping kanan sofa yang ia duduki, Sean masih tidak terganggu dengan kerusuhan ke dua gadis remaja itu.


"Sean!" panggil Delta pelan.


Delta berdecak sebal melihat tidak ada respon dari Sean. Gadis itu beringsut perlahan, mendekati ujung sofa. Sebelum menggoyangkan bahu Sean.


"Sean! Bangun." Ucapnya sembari menggoyangkan bahu Sean.


Sean mengerang pelan. Dengan ke dua kelopak mata masih tertutup rapat.


"Adella katanya naksir anak baru di kelas atlet, Sean!" Ujar Delta kembali tak lupa menggoyangkan tubuh Sean.


"Apa?" Teriakan serak dengan ke dua kelopak mata terbuka lebar.


Delta terperejat. Hingga tubuh nya terjengkang kebelakang. Bagaimana tidak terjengkang karena terkejut? Dimana-mana itu orang yang bangun itu buka mata dulu baru ngomong. Ini malah berteriak dengan mata melotot. Bahkan tubuh kekar Sean telah bangkit dari peraduan. Ke dua mata tajam itu bergerak mencari keberadaan Adella. Gadis bermata bulat itu melangkah mendekati Sean dan Delta dengan toples berisikan kacang goreng. Sean berdiri dari posisi duduknya melangkah mendekati Adella yang meletakkan toples terakhir di atas meja.


"Hei! Hei! Apa-apaan sih," protes Adella kala Sean menarik Adella duduk di sofa satu lagi. Tak lupa ia merebahkan kepalanya di paha Adella.


Delta mencabik."Kurang asam. Gila! Mentang-mentang aku gak ada pasangan malah di panasin begini!" cerocos Delta melihat Sean menarik tangan Adella ke dada bidangnya.


Adella berdebar. Delta gigit jari, ke dua kakinya di hentak-hentakkam di lantai. Melihat bagaimana manisnya Sean pada Adella.


"Kau tidak boleh cari pria manapun. Kau miliki ku, Papa dan Mama sudah setuju. Jangan melirik pria manapun. Kalau tidak mau hari ini kita nikah," ancam Sean dengan nada serak khas bangun tidur.


Ke dua mata Adella melotot. Delta berteriak heboh, di ambang pintu Willem dan Vian terpaku. Seakan melihat adegan picisan drama Korea. Benar-benar membuat bulu merinding dan geli dalam satu waktu. Jangan lupakan ekspresi Adella. Gadis remaja itu memerah seperti kepiting rebus. Delta bermaksud menggoda Sean saja, siapa sangka pria Yamato itu malah terpengaruh dengan apa yang ia katakan.


"Aku...."


"Pokoknya jangan lirik pria mana pun. Abang ku dan Papa ku juga tidak boleh. Kalau kau masih nakal, jangan salahkan aku menikahi mu dan mengurung mu di kamar," potong Sean dengan nada otoriter.


"Aku merasa merinding," jawab Vian dengan nada kaku.


"Dasar gila. Umbar kemesraan di depan orang gak punya!" teriak Delta semakin kesal.


Sean terkekeh renyah. Bodoh amat, sama yang menatap nya. Yang terpenting sekarang adalah jawab Adella. Gadis cantik ini tidak boleh melirik pria lain. Hanya dia, Sean Yamato. Tidak ada yang boleh di tatap oleh Adella selain dia.


"Jawab sayang!" tuntut Sean.


Kontan saja ke tiga orang di dalam sana berekspresi ingin muntah. Adella tak mampu untuk tidak terkekeh pelan.


"Hem, iya!" jawab nya lambat.


"Benar, ya?" tanya Sean lagi untuk memastikan.


Kepala Adella mengangguk."Ya, aku milikmu. Tidak akan melirik pria lain, puas?"


"Ya. Puas," jawab Sean cepat.


Ke tiga orang di sana semakin terbakar. Tak jauh berbeda dengan ketiga orang di sana. Ella di balik pilar merasa remuk redam. Menunduk dalam, salahkan dia yang lahir dari orang yang tidak sederajat dengan mereka. Tidak sederajat dengan orang-orang di sana. Ia hanyalah peliharaan, yang tidak akan pernah bisa menggapai pria yang ia cintai.


***


"Teman-teman!! I'am coming!" seru David dengan nada keras kala turun dari pesawat pribadi nya.


Pria yang menjadi asisten pribadi tuan muda Miyaki sekaligus model hot di Jepang ini mengeleng kan pelan kepala nya. David benar, semena-mena. Mau pergi kemana saja sesuka hatinya. Mau pacaran dan mengandeng wanita manapun semaunya. Terkadang ia merasa kesal dengan sifat David yang semaunya. Lucunya, David malah takut pada sahabat nya. Yang bernama Sean itu, sangat aneh di mata Josua.


"Tuan muda, kita akan langsung ke rumah dahulu kah?" tanya Josua pada sang tuan mudanya.


David menoleh ke samping kanannya. Dahi nya berkerut dalam. Harus pulang dahulu, atau menyambangi sekolah nya. Jam baru menunjukkan pukul dua siang. Berati sudah selesai jam makan siang. Dan dua jam lagi sekolah akan bubar.


"Aku sih mau saja, tapi aku masih takut di hukum Sean!" akunya jujur.


"Di hukum kenapa?" tanya Josua dengan wajah tak mengerti.


David membuka mulutnya. Lalu di katup kembali, percuma saja. Toh, Josua tidak akan mengerti dan tidak boleh tau.


"Sudahlah, ayo ke rumah saja. Besok pagi akan sekolah. Aku sudah kangen sama sekolah dan sahabat-sahabatku!" ucap David. Sebelum melangkah menuju pintu masuk gedung bandara. Mengingat mereka masih berada di lapangan landasan pesawat.


"Baik, tuan muda!" jawab Josua patuh.


Ke duanya melangkah menuju pintu masuk. Beberapa orang melihat David dengan pandangan kagum. Beberapa orang mengambil foto, sampai video David. Tidak perduli ada banyak pengawal yang mendampingi. Pengemar David terlihat berlari menuju David. Bandar Udara Jepang mulai heboh karena model tampan hot Jepang itu mendekati pintu kedatang luar negeri.


Riuh sungguh riuh. Teriakan keras, mengeluh-eluhkan nama David terdengar jelas. David tak lupa memasang tampang coolnya. Melambaikan tangan ke kamera dan mengedip kan mata nya pada beberapa fansnya. Kembali teriakan memekakkan telinga terdengar. Josua merasa pendengaran nya akan segera bermasalah jika terus mendampingi tuan mudanya ini. Yang selalu saja tebar pesona.