
Wajah muram durja dengan pandangan mata ingin menerkam mangsa terlihat jelas dari ke empat orang yang duduk di kursi. Adella hanya mengulum senyum melihat bagaimana wajah-wajah ke empat manusia lainnya. Makan malam keluarga Yamato langsung bubar setelah kejadian gila Video mesum membawa malapetaka bagi si duo remaja lelaki kembar itu. Vian dan Sean, ke duanya langsung di giring Hiro Yamato masuk ke dalam ruangan kerja. Sedangkan keluarga Yeko, langsung memboyong keluarganya ke Villa. Dera hanya menatap lucu ke dua wajah si kembar. Tidak ada kata yang keluar dari bibirnya.
Seolah-olah nyonya muda Yamato itu, telah menyerahkan dan mempercayakan semua pada sang suami. Tidak ada yang tau pembicaraan Hiro dengan ke dua putranya. Seperti nya, Video mesum memakan korban lebih dari satu. Delta, anak perempuan itu bahkan di interogasi oleh ke dua orang tuanya. Lebih gila lagi, Delta Amanda di giring ke Rumah Sakit di Jepang. Hanya untuk mengecek apakah segelnya masih aman. Meskipun Delta tinggal dan besar di Jepang. Bukan berati, kata pergaulan bebas ikut serta lekat pada diri.
"Hah!"
Desahan serentak dari Willem, Sean, Vian dan Delta terdengar keras.
"Kenapa dia masih belum datang?" Kesal Willem melirik jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.
"Jika dia datang, aku akan memberikan pelajaran padanya!" Geram Delta dengan tangan memukul-mukul kecil bantal sofa yang ia peluk.
"Aku akan membuat ia menjadi kelinci percobaan untuk racun baruku!" decak Vian.
Glek!
Adella dan Delta menelan kasar ludah mereka serentak. Vian Yamato, pria ini memang sangat berbeda. Di saat yang lain ingin memberikan pelajaran yang normal seperti, memukul ataupun menyumpah serapah. Seorang Vian Yamato, terlalu mainstream.
Sean menyikut perut keras Vian. Membuat Vian menoleh ke samping kanan.
"Itu terlalu berbahaya, diakan tidak sekuat kita apalagi sekuat Willem. Bisa koit dia, Bang!" peringat Sean pada sang kakak.
"Benar Vian. Kita cari rencana baru yang bisa membuat efek jera berkepanjangan," usul Willem.
Kontan ke dua anak perempuan di depan mereka mengangguk cepat.
"Tapi apa?" tanya Delta dengan wajah penasaran.
"Hem....apa ya?" Willem terlihat berpikir keras. Dahi putih pucat nya berlipat.
"Menurutmu, apa Sean?" ujar Vian,"biasanya kau adalah biang ide gila yang lebih baik dari pada kami!" lanjut Vian.
Sean termenung beberapa detik. Seluruh mata menatap ke arah Sean. Ke dua sudut bibir Sean terangkat tinggi ke atas. Seringai, menakutkan membuat bulu kuduk Adella merinding. Delta, Willem dan Vian dengan senyum menakutkan ikut terlihat. Seperti nya, berteman dengan ular, maka kita akan menjadi ular. Ini sangat benar, lihat lah. Delta yang biasa tersenyum imut terlihat menakutkan dengan senyum iblis yang ia tampilkan.
"Aku percaya kan semua nya padamu, kawan!" ujar Delta.
"Kita lihat saja, David Miyaki. Pria mesum itu akan menjerit bahkan mendesah kewalahan," ujar Sean dengan nada datar.
"Hah! Benar-benar berbahaya. Inilah kenapa tidak boleh menganggu Mafia. Lebih baik menganggu Harimau yang sedang tidur. Dari pada menganggu anak seorang Mafia," decak Adella. Sebelum menggelengkan kepalanya.
Jika di sekolah ke empat sahabat nya tengah merencanakan rencana gila untuk tuan muda Miyaki. Maka di rumah besar Miyaki, Pria remaja itu tengah tertawa keras melihat balasan pesan line di ponsel mahalnya.
Derap langkah kaki dari wanita yang terlihat lebih tua dari umurnya mengelengkan kepalanya melihat kelakuan aneh sang putra.
"Apa yang terjadi padamu, Son!" tegur wanita bermata hijau itu pada sang putra,"kau tidak sekolah, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan ini!" lanjut nya dengan wajah keheranan.
David mengangkat pandangan dari layar ponsel pada wajah sang ibu.
"Mom! Aku ambil cuti hari ini dan satu Minggu ke depan," jawab David dengan wajah sok lugu.
"Apa ada masalah di sekolah mu?" tanyanya setelah lama menatap sang putra.
"Tidak. Aku hanya merindukan Nenek dan kakek di Belanda. Aku akan terbang besok pagi ke Belanda. Hanya itu saja, apa Mom mau ikut denganku?" ucap David berbohong.
Pria tampan satu ini takut mendapatkan hal aneh dari sahabat-sahabatnya. Setidaknya, dalam satu Minggu rasa marah ke empatnya akan mereda. Saat itulah David akan pulang.
"Yakin hanya itu?" tanya nya lagi.
Kepala David mengangguk."Yeah, hanya itu saja Mom."
"Kau pergi sendiri saja. Mom akan berangkat natal nanti bersama Daddy," balas ibu David dengan senyum lembut.
David hanya mengangguk saja. Di dalam hati ia tertawa keras. Karena kejahilannya, tidak akan di balas.
****
"Kenapa kita ke sini?" Tanya Dera di sela langkah kakinya.
Hiro mengembangkan senyum. Ke duanya melangkah memasuki Padang Ilalang yang merebak dengan indah.
"Aku ingin menghabiskan waktu bersama mu, De!" Balas Hiro."Di rumah kita di sibukan dengan anak-anak. Terkadang aku merasa serakah, ingin menghabiskan hari-hari ku bersamamu. Hanya dengan mu!" Lanjut Hiro.
Dera mengembangkan senyum. Hembusan angin menerbangkan anak rambut Dera yang lepas. Ke duanya berhenti melangkah saat sampai di danau di belakang padang Ilang. Hiro menarik Dera pada bangku panjang di tepi danau.
Ke duanya duduk berdampingan. Dera menyadarkan kepala nya di dada bidang sang suami. Sudah lama mereka tidak menikmati waktu bersama. Sekedar berkencan seperti orang biasanya. Mereka berdua terlalu sibuk. Hiro sibuk dengan dua tugas yang ia emban. Baik di dunia bawah dan di dunia normal. Menjadi seorang Bos Yakuza dan Bos dari sebuah perusahaan besar.
"Aku tidak menyangka sudah sembilan belas tahun kita mengarungi biduk rumah tangga. Bersama kakak banyak hal yang telah aku lewati. Aku bahagia, berada di sisi kakak. Aku berharap sampai aku menutup ke dua mataku. Aku dan kakak akan terus bersama," ujar Dera.
Ke dua kelopak matanya tertutup rapat. Hiro menggenggam tangan sang istri.
"Jika kau menutup mata. Maka aku juga akan menyusulmu," balas Hiro.
Ke dua kelopak mata Dera langsung terbuka cepat. Ia menengadah menatap wajah sang suami.
"Jangan begitu. Jika aku pergi duluan, tolong jaga anak-anak kita dengan baik," tukas Dera tak suka dengan perkataan Hiro.
"Tapi, dunia ku akan berbeda jika tidak ada kamu sayang!" Ucap Hiro melayangkan kecupan ringan di dahi Dera.
Dera tersenyum lebar.
"Mungkin rasanya akan berbeda. Tabung saja rasa cinta dan rindumu nanti. Jika sudah saatnya kita bertemu. Maka kita akan bertemu. Jika nanti yang terjadi sebaliknya, aku akan melakukan hal yang sama," kata Dera lembut.
"Apakah sebaiknya kita melepaskan semuanya. Aku sangat tidak sabar hidup dengan mu. Kita bisa tinggal di Yunani. Dengan rumah di pesisir pantai yang hijau. Menjadi orang biasa, hingga tua. Kehidupan terkadang terlalu meletihkan. Tapi saat aku jalankan bersamamu, aku merasa aku telah hidup dengan sangat bahagia. Dulu, pernah aku berpikir mengakhiri semuanya. Jabatan yang memberatkan, tuntutan dan kekuasaan. Akan tetapi, saat bertemu dengan mu akan menjadi serakah. Aku ingin hidup jauh lebih lama lagi, ingin mendapatkan kekuatan yang tak tertandingi hanya untuk melindungi dirimu. Aku tidak menyesal untuk tetap bertahan, karena bertemu dengan mu!" papar Hiro.
Ke dua mata Dera berkaca-kaca. Ia memeluk tubuh sang suami dari samping. Hiro membalas pelukan sang istri. Ia menang pria yang tak romantis. Tapi ia adalah pria yang dapat di percaya dan setia.