Rahman Bin Rahimah

Rahman Bin Rahimah
BAB 27



Cristian yang baru saja selesai dengan aktifitas mandinya sore itu, segera mengenakan baju rumahan. Baju berlengan pendek berwarna silver polos dipadu padankan dengan celana hitam sebatas lutut, usai pakaian itu berpindah melekat ditubuh atletisnya Ia pun berjalan menuju keluar kamar.


Memasukkan satu tangan kanannya di saku celana, ketika tangan satunya tengah mengotak atik benda persegi yang memancarkan cahaya pada layarnya. Menghentikan pandang pada HP-nya, yang Ia genggam saat hendak turun menapaki anakan tangga. Satu persatu di lewati kaki jenjangnya hingga sampai pada lantai dasarnya.


Seorang pelayan yang melihatnya saat lewat segera membunggukkan sedikit badan juga kepala demi menghormati sang majikan.


Tidak ingin di anggap sombong oleh pelayan sendiri, Cristian pun sedikit menganggukkan kepala satu kali demi menjawab kesopan santunan pelayannya barulah pelayan tersebut berlalu pergi.


Tiba di tantai bawah Ia mendengar Maryam yang mengomel, tapi Ia tidak melihat batang hidungnya di mana. Pandangannya menyapu bersih lantai dasar tersebut guna mencari keberadaan Maryam adik satu-satunya, Ia heran dengan adiknya yang marah entah ditujukan untuk siapa.


Segera menyusul ke ruang TV saat dirinya melihat dari kejauhan tempatnya berpijak, keberadaan Maryam dan juga Intan.


"Ada apa?" tanyanya santai saat sudah mendekat pada sang adik yang duduk di kursi sofa berhadapan dengan TV yang menyala, Ia pun memutuskan untuk ikut duduk di dekat Maryam.


Ia melihat Intan yang ada di pojok bersama beberapa mainannya tengah asyik memainkan bonekanya. Bisa Ia simpulkan jika Maryam tengah marah pada TV di hadapannya, namun cukup untuk menarik seluruh atensi Cristian guna tahu penyebab marahnya.


"Itu tuh ...." Tunjung Maryam bersunggut-sunggut.


Mengikuti arah tunjuk Maryam, kini pandangannya tertuju penuh pada kotak persegi yang menampilkan sebuah acara berita kriminal di salah satu stasiun TV swasta kala sore itu.


Perhatiannya fokus menyimak berita dengan pembawa acara yang cukup cantik, guna demi menemukan wajabannya. Detik berikutnya Ia sudah tahu akan isi dari berita tersebut.


"Ooh." Cristian refleks berseru sambil menyandarkan punggung kokohnya pada sandaran sofa tersebut dengan memelas, hendak memainkan HP- nya lagi.


"Iih, kok cuman ooh doang?" protes Maryam ketus tidak terima.


"Trus ... gue mesti bilang waw gitu? Wawww." Jawab Cristian malas tanpa menatap Maryam atau pun TV, kembali menghidupkan HP-nya.


"Ish ...." Maryam meliriknya kesal.


"Itu cowok harus bertanggung jawab sama apa yang dia perbuat," masih dengan ketus tapi tidak di tunjukkan pada Cristian melainkan kedapa lelaki di acara berita tersebut.


"Kasian tau, ceweknya," Maryam menjelaskan tanpa harus diminta. Tidak menghiraukan, Cristian hanya melirik Intan sekilas yang nampak tidak terganggu dengan marahnya sang Mama.


"Gimana nanti kalau ceweknya hamil? Trus gak punya suami? 'Kan kasian, belum lagi kedua orang tuanya pasti sedih banget," seketika gerakkan tangannya terhenti saat mendengar penuturan Maryam.


Menengadahkan kepada, kembali Ia melihat TV yang masih menampilkan berita yang sama. Berita tentang kasus pemerk**an yang dilakukan oleh tetangganya sendiri, miris memang.


Cristian yang awal tidak tertarik sama sekali, tapi mendengar adiknya yang menduga bahwa wanita itu akan hamil ... membuat memorinya melayang jauh.


"Memang bisa hamil?" tanya Cristian ambigu.


Maryam melirik Cristian kesal. "Ya iyalah bisa hamil," ujar Maryam kembali bersunggus-sunggut.


"Itu cowokkan sudah memper**sanya, pastilah cewek itu bisa hamil." Cristian menoleh dengan kening berkerut dalam.


"Kenapa bisa gitu?" bak seorang anak kecil yang tidak mengerti antara hubungan suami istri, dengan polosnya Cristian bertanya kepadanya. Maryam langsung melotot mendapati pertanyaan Cristian yang terkesan bo**h.


"Ya ampun Kak ... Kakak ini benar-benar gak ngerti, apa pura-pura bo**h?" Maryam tak habis pikir dengan pola pirik Kakaknya.


Belum sempat menyahut, kembali Maryam bersua. "Apa jangan-jangan ... kakak ini ada kelainan sa-- aawww," perkataan Maryam menggantung di udara dan berganti dengan jerit kesakitan karena Cristian menjitak keningnya begitu keras.


"Jangan ngaur Kamu ... buang pikiran kotormu itu," sentak Cristian melototi Maryam.


Mengusap-ngusap keningnya sambil mencibir sang Kakak, jelas saja sepintas pikiran seperti itu lalu di otaknya. Karena ulah sang Kakak bertanya seperti itu, menggambarkan bahwa Kakaknya adalah seorang yang memiliki kelain, menurutnya.


"Habisnya, nanyanya kok gitu?" ucap Maryam sambil merajuk, Ia sangat kesal karena jitakan Cristian terasa begitu sakit.


Cristian juga merasa kesal dengan tuduhan adiknya, walau Ia tidak tahu pasti dengan apa yang di tuduhkan adiknya ... tapi, dengan kata yang melibatkan 'jangan-jangan' itu sudah menjelaskan ada sesuatu yang di pikirkan adiknya tentang dirinya dan pastilah itu adalah pikiran negatif.


Meliat adiknya yang masih mengusap-ngusap keningnya, membuat Ia merasa bersalah. Menegakkan punggung ... menarik tangan Maryam, menggantikannya mengusap keningnya dengan ibu jarinya sambil beujar.


"Maaf ... Kakak gak sengaja! Itu juga kerana Kamu menuduh Kakak yang macam-macam."


"Hmmm." gumam Maryam menanggipi.


Menikmati sentuhan ibu jadi sang Kakak, Maryam melirik pada TV yang membuat asal usul Ia mendapatkan jitakan di keningnya. Sekarang berita yang tadi sempat Ia bahas dengan Cristian telah usai, tergantikan dengan iklan sebuah merek makanan instan yang berbentuk kriting dan panjang.


Menghela napas karena Ia yang tidak tuntas menyimak berita tersebut, hanya karena pembahasan yang tidak berujung.


Kembali melihat sang Kakak, Ia pun menarik diri dari sentuhan Cristian. Mendapati Maryam yang sudah terlihat baik-baik saja, Ia pun kembali bersandar.


"Lagian nih yah, Aku tuh heran ... di usia Kakak yang sudah tiga puluh enam ini, kenapa juga belum nikah?" bersedekap sambil menatap lekat sang Kakak, Cristian hanya acuh dengan pertanyaan itu. Ia sendiri juga bingung, tersenyum kecut mentertawakan diri sendiri karena tidak tau jawabannya.


"Jadi jangan salahin Aku, kalau tadi sempat berpikir negatif," sambungnya lagi.


"Orang yang belum menikah di usia yang setua ini, bisa ada tiga kemungkinan ...." Maryam berbicara serius.


"Ada beberapa orang yang termasuk dalam golongan ini."


Matamya kini bertemu pada sang adik, entah kenapa Ia menjadi tertarik dengan pembahasaan yang tidak di rencanakan ini. Bukankah awalnya tadi ini hanya tentang berita, tapi sekarang berubah haluan, Ia pun ingin mendengar. Menunggu definisi apa yang akan Maryam sampaikan.


"Dan kalau itu cowok, pertama ... dia itu benar-bebar bo**hhh!" katanya sambil menunjuk Cristian.


Kembali ingin menjitak Maryam, karena merasa di permainkan. Tapi Maryam segera menjauh menghindar, saat Ia melihat tangan Cristian yang menggantung di udara.


Sempat terkekeh, karena merasa puas bisa membuat Kakaknya kesal.


"Denger dulu ..." Kembali bersikap serius saat mengatakannya


"Kemungkinan ke dua adalah ... Homoseksualitas, dan Aseksualitas." Jelas Maryam.


Criatian tahu apa dari arti kata yang di nyatakan oleh Maryam, dan Ia memilih diam memperhatikan adiknya.


"Apa Kakak salah satu dari ketiga itu?" tanya Maryam.


"Jelas saja bukan," jawabnya cepat.


"Kalau bukan, trus kenapa nanya kaya tadi ... kenapa bisa hamil? Kenapa bisa gitu?" Maryam menirukan Cristian saat bertanya.


"Tentu saja bisa hamil walaupun hanya sekali, jika mereka sama-sama dalam masa subur ... kemungkinan si wanita itu hamil sangatlah besar." tanpa rasa malu mereka sudah membahas masalah hubungan intim.


"Apa itu benar?" pernyataan Maryam mengusik sedikit pikirannya.


"Iya dong ... tuh buktinya," tunjuk Maryam bangga pada Intan yang masih sibuk dengan mainannya.


"Habis malam pertama, lusanya Mas Zaki ada panggilan daruratkan sama atasannya dan membuatnya harus keluar kota buat nyelesain proyek yang dia tangani karena bermasalah.


"Kalau gak salah hampir seminggu, trus buat permintaan maaf bosnya sama Mas Zaki karena sudah mengganggu pengantin baru ... jadi kita di kasih hadiah honeymoon."


"Tapi karena Mas Zaki masih kecapean gegara mengurus proyeknya, yang ada dia tidur trus salama honeymoon. Baru di sisa-sisa kepulangan kita Mas Zaki minta jatahnya."


Cristian menggerutu di dalam hati mendengar kisah malam pertama adiknya, apa adiknya ini tidak tahu malu pikirnya. Dengan mudahnya Ia mengungkapkan kisah kasihnya bersama Alm. suaminya.


"Kalau di hitung dari usia kehamilan, itu pas banget waktu malam per---"


"Sudah ... hentikan ceritamu, yang tidak berguna itu," ketus Cristian beranjak pergi dari duduknya.


Niat awal Ia ingin ikut bersantai, tapi malah mendapat pembicaraan yang semakin di bahas semakin ngaur. Langkah kaki Cristian terhenti di kala Maryam mengatakan sesuatu saat Ia belum jauh.


"Tadi Kak Adit telepon," membalikkan badan, paham dengan yang di maksud Maryam.


"Dia bilang, temu janji sama dokter bedah jam sembilan," Cristian menjadi lemas seketika saat Ia ingat dengan apa yang di suruh Ustaz Rasyid siang tadi.


Kembali membalikkan badan, sekarang yang Ia inginkan adalah merebahkan tubuhnya yang tiba-tiba lesu.


Lagi-lagi Ia mendengar Maryam berbicara tapi tidak Ia hiraukan, karena sekarang yang ada dalam pikirannya ialah mempersiapkan mentalnya.


"Jadi, Kakak tadi termasuk golongan apa?" bertanya sambil menatap punggung Cristian yang menjauh dan mengecil dan menghilang.


Mengangkat kedua bahunya sekilas, kembali Ia mihat TV yang kini sudah berganti dengan sebuah acara kartun. Berkisah tentang sepasang bocah kembar yang tidak memiliki rambut, tapi ada satu di antara bocah itu yang memiliki secuil rambut di tengah-tengah kepalanya.


"Intan ... sini sayang, ini kartun kesukaan Intan sudah main." Teriak Maryam memanggil Intan, cukup sekali Ia memanggil ... karena memang begitu nyaring dan langsung di tanggap oleh anaknya panggilan itu.


"Udah main yah Ma?" ucapnya seraya duduk di samping Mamanya.


"Iya sayang ...." mereka pun menikmati acara kartun bersama-sama.


...----------------...


Di dalam kamar, Cristian tengah serius menatap layar loptopnya. Ia sekarang telah menonton salah satu chanel video yang akan Ia lakukan besok hari.


Di video itu terlihat seorang anak yang begitu tegang tengah berbaring di pembaringan ranjang rumah sakit, dan ada satu orang pria dewasa yang menemaninya di dekat kepala.


Dengan diam Cristian memperhatikannya, tahap demi tahap dokter itu pun melakukan tugasnya.


Dengan cepat, dokter menjahit sisa kulit luar yang masih ada dengan kulit pe**s bagian dalam dengan menggunakan jenis benang jahit yang mudah menyatu dengan kulit. Setelah semua tahap di atas selesai, pe**s dioleskan krim antibiotik dan diperban.


Sambil melihat Cristian bergedik ngeri, saat video itu selesai Cristian langsung mematikan lalu menyimpannya di atas nakas. Lekas Cristian menyingkap selimut di atas kasurnya, Ia pun berguling di dalam selimut, seolah-olah tengah bersembunyi dari seseorang.


'Sialan, apa harus seperti itu?' rutuknya di dalam hati.


Cukup lama di dalam selimut ... merasa pasokan udara yang sangatlah sedikit dan membuatnya pengap juga sesak, dengan kasar Ia membukanya.


"Huu hhaa ... huu hhhaa ... huh hhaa ...." Beberapa kali Ia menghirup dan menghembuskannya hampir bersamaan dengan cepat.


Normal dengan pernapasannya, kedua tangannya pun Ia buat menjadi tumpuan untuk meletakan kepalanya walau sudah memakai bantal. Mata tajamnya menatap jauh langit-langit kamar yang berukir indah di setiap sudut hingga menyatu satu sama lainnya.


'Gimana nanti kalau ceweknya hamil? Trus gak punya suami? 'Kan kasian, belum lagi kedua orang tuanya pasti sedih banget.'


Masih terngiyang-ngiyang dengan apa yang Maryam ucapkan tadi, tentang wanita yang bisa hamil walaupun hanya sekali dalam berhubungan intim.


BERSAMBUNG ....


Keterangan:


Aseksualitas ialah salah satu bagian dari orientasi seksual yang terjadi saat seseorang tidak merasa tertarik dengan orang lain. Ini disebabkan karena orientasi seksual mangacu pada apa yang seseorang rasakan terhadap orang lain dan bukan mengenai apa yang mereka lakukan.


Mereka yang mengaku aseksual dapat dikenali dengan kurangnya atau tidak ada hasrat maupun ketertarikan seksual terhadap orang lain. Namun, bukan berarti mereka sama sekali tidak pernah melakukan aktivitas seksual sebelumnya.


Karena sifat seksualitas yang cair, bisa jadi mereka yang mengaku aseksual pernah melakukan hubungan intim atah menjalin hubungan asmara dengan orang lain. Namun kenyataannya, hal tersebut tidak menarik lagi bagi mereka. Fenomena aseksual sendiri juga belakangan ini menjadi marak terkait dengan semakin merebaknya gaya hidup induvidualis yang terjadi di kota-kota besar. Sementara penyebab aseksual bisa kerena beragam hal. (Hanya menginginkan dengan pasangan sendiri, dengan katalain ... SETIA).


Homoseksual adalah rasa ketertarikan romantis dan seksual atau perilaku antara induvidu berjenis kelamin atau gender yang sama.


Sebagai orientasi seksual, homoseksualitas mengacu kepada 'pola berkelanjutan atau disposisi untuk pengalama seksual, kasih sayang, atau ketertarikan romantis' terutama atau secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin yang sama. 'Homoseksualitas juga mengacu pada pandangan individu tentang identitas pribadi dan sosial berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi, dan keanggotaan dalam komunitas lain yang berbagi itu.'


Kehamilan wanita, jika dilakukan di saat yang tepat, seorang wanita bisa hamil ketika baru sekali berhubungan intim dengan pasangannya. Artinya, jika wanita dan pria sedang dalam masa subur, proses pembuahan antara sel ****** dan telur pun dapat terjadi.


Proses kehamilan terjadi saat ****** pada laki-laki bertemu dan membuahi sel telur. ****** dapat bertahan di tuba fallopi selama tujuh hari setelah kegiatan ****. Jika proses pembuahan tersebut berhasil meski hanya sekali berhubungan intim, maka ... bisa hamil. Perempuan tidak dapat hamil jika pembuhan tersebut tidak berhasil dilakukan.


Ketika berhubungan intim dilakukan sekali saat perempuan dalam masa suburnya, maka kemungkinan untuk hamil pun ada.


Namun ini juga tergantung pada kondisi ******, sebab untuk mencapai sel telur, ****** harus melewati tuba fallopi, di mana tidak semua ****** yang masuk bisa bertahan. Jika kualitas ****** yang diproduksi bagus, kemungkinan terjadi kehamilan pun tinggi.


...****************...


Terimakasih karena sudah berkenan membaca karya Ulun yang kedua ini, semoga tidak membosankan dan bisa membuat semua terhibur.πŸ™


Tinggalkan jejak, komen, like, gift atau vote dan jangan lupa jadikan favorite. 😊✌


#salamkakawananbarataan


(salamtemantemansemua)


Salam dari Urang Banua😊✌


Noormy Aliansyah