Neitherland

Neitherland
Season II, Asal Mula Penciptaan Keri



"Ah, kau menemukannya!" Pria setengah botak dengan kaca mata tebal itu tersenyum, "Ada hal mendesak yang tidak bisa aku tinggalkan, melihat begitu banyak variabel lain setelah pengulangan waktu membuatku berpikir sebenarnya ada berapa dunia dalam semesta maha luas ini?" oceh Pria dengan name tag Dr. Elshine. Kepalanya bergoyang ke kiri dan ke kanan, tangannya diselimuti sarung berbahan karet sintetis beberapa kali melayang di udara seolah sedang berpidato.


Wanita yang tengah memegang segumpal batu meteorit hitam dengan lubang sinar ungu di beberapa permukaannya masih setia membisu. Kepalanya bergerak memutar, memindai seisi ruangan. Pandangannya terhenti tepat di kasur kurang dari empat meter dari tempat sang Pria paruh baya dengan setelan jas putih berdiri. Tubuhnya mendekat dan dia terpaku melihat orang yang berada di sana.


"Kau mengenalnya 'kan? apa sekarang waktunya kau menciptakan humanoid yang bertugas membantunya? ah, aku harap kau telah tahu letak kekurangan yang perlu kau benahi."


Mungkinkah maksudnya Keri? jadi benar aku yang menciptakan Keri? tapi ucapannya seolah-olah ini bukan kali pertama aku menciptakannya.


Pandangan Aera beralih menatap pria tua itu, dia bisa melihat beraneka formula yang nyaris sempurna. Seperti sulap, ketika apa yang dia kerjakan telah selesai. Pria tua itu menyapu tangannya ke atas dan partisi yang membuat semua tampak kasat mata kini menghilang dan menunjukkan sosok yang tangah berbaring di atas kasur. Seorang wanita muda yang cantik ... tapi apa-apaan wajahnya itu? kenapa sangat mirip denganku?


Pria tua itu tersenyum melihat ekspresi Aera, "Maaf aku tidak memiliki ide lain selain wajahmu."


"Dia humanoid?"


Alih-alih menjawab dokter Elshine justru berpikir lalu mengindik "Bisa jadi."


Kening Aera mengerut kesal.


"Dia terlahir sama sepertimu, tapi masih jauh dari sempurna. Dia tidak tumbuh dewasa dengan cepat sepertimu, dan tidak bisa berpindah dimensi sesuka hati sepertimu."


"Aku tidak berpikir itu pujian."


Dokter Elshine tergelak. Dia tahu lebih dari siapapun semua kelebihan itu memiliki dua sisi berbeda. Suatu waktu bisa menguntungkan dan di lain waktu bisa menjadi bumerang. Tampaknya Aera telah banyak melewati bumerang itu.


"Selesaikan urusanmu, aku harus mengantar dirinya kembali," pandangannya menunjuk wanita yang tengah terbaring dengan wajah persis seperti Aera. Bedanya hanya pada warna surai, jika Aera hitam metalik maka gadis itu platinum blonde.


Aera masih menatap bingung Dr. Elshine dan wanita yang tidak sadarkan diri secara bergantian. Jika dia tidak tahu Cyma dan beberapa ilmuan serta sebagian besar bangsawan adalah hasil CRISPR-CAS 10 pasti dia telah berpikir wajahnya digunakan sebagai model kloningan lainnya. Tiba-tiba pikirannya dipecahkan oleh gelak tawa Dr. Elshine.


"Aku kira kau tahu, wajah bergantung dari gen asal yang diambil ..." tentu dia tahu karena itu dia bingung, atau mungkin?


"Yah, ini hanya salah satu wajah dari topeng yang dia gunakan. tepat ketika tampilan wajahmu dia mengalami kecelakaan. Wajah aslinya jelas beda."


Ada rasa lega setelah tahu wajahnya tidak cukup pasaran dalam semesta raya, tetapi kemudian sebuah pertanyaan cukup mengusiknya. Kenapa topengnya dibuat menyerupai wajahku?


"Karena misi yang dia jalankan akan lebih mudah jika dia memiliki wajah memikat sepertimu."


"Bagaimana kau membaca pikiranku?"


Pria paruh baya itu mengindik, dia berdiri dan membenahi semua yang berserakan di hadapannya. "Hanya terjadi begitu saja," ucapnya santai seolah hal itu bukan hal yang bisa mengganggu orang lain. Ah, mungkin memang dia tidak peduli jika orang lain merasa terusik karena kemampuannya. Pria Tua licik yang menyebalkan!


Aera seakan tersadar dari lamunannya. Sebelum terjebak di sini, katanya?


Mulutnya membulat kedua tangannya terangkat, dia baru menyadari kini berada di mana. Stasiun kuantum. Itu adalah tempat yang selama ini dia ketahui sangat disiplin pada waktu yang diberikan. Segala fasilitasnya memang lengkap, tempat terbaik untuk memulai penciptaan. Namun, ketika kau terlewat sedikit, dipastikan tidak ada jalan pulang bagimu. Selamanya akan terus disini entah sampai kapan tanpa tahu bisa kembali atau tidak.


Melihat tidak adanya alarm yang mengejar langkahnya, Aera berpikir dan bertanya sendiri. Mungkinkah ini adalah ruangan rahasia yang bisa membuatnya sedikit terbebas dari ikatan waktu? jika benar dia harus memulai bekerja, tetapi sebelum itu dia harus membersihkan semua lukanya. Tepat saat itu pula kaca dan semua peralatan yang dia butuhkan bermunculan di hadapannya. Aera tersenyum, dan mulai beraksi.


***


Neitherland, 2076


Kembali ke apartemen Aera.


Usai briefing untuk agenda pagi besok, kini mereka berada dalam sebuah kamar kuantum yang Aera sediakan untuk membantu teman-temannya memiliki kekuatan yang lebih baik lagi. Mereka akan menghadapi setidaknya ribuan pasukan terlatih dari berbagai negara lampau. Diruang ini, segala kekuatan luar meluruh. Kamera pengawas yang ditanam dalam mata Morat tidak akan berguna.


Besok adalah hari sakral perjuangan mereka sejak beberapa hari terakhir. Kelangsungan hidup milyaran penduduk Neitherland akan ditentukan dari berhasil tidaknya misi mereka kali ini. Dari yang Roschiil ketahui mereka akan melakukan pemberontakan di titik-titik tertentu untuk melemahkan penjagaan sebelum akhirnya menyerang Mao Zedong juga Dmitry Fredkov. Kedua kacung Roschiil yang menginginkan kekuasaan tanpa memahami peran penguasa sesungguhnya bagaikan hama dalam peradaban Neitherland yang harus segera dibasmi.


Rencana sesungguhnya akan membuat iblis itu geram luar binasa. Aera telah selesai melepas chip yang ditanam di balik cangkang kepala Morat. Kini dia bebas sepenuhnya. Namun, jam tangan sebagai pengendali zirah neon sengaja tidak dilepas. Bersama Yuko dan Antonius mereka memodifikasinya menjadi seragam baru mereka dengan tambahan senjata berupa laser yang memanfaatkan sinar gama. Sebuah bola yang menjadi portal mereka untuk melarikan diri jika terdapat hal yang berada diluar perkiraan dan akan menjebak mereka dalam waktu penangkapan telah disediakan. Kali ini Aera tidak ingin salah satu di antara mereka harus berakhir dalam genggaman Roschiil seperti sebelumnya.


"Seperti rencana sebelumnya, mari kita lakukan semua secara bersamaan. Sebagai tim yang pernah bergabung dalam proyek penjara para budak, Antonius mendampingin Moana menuju Splixe." Kota paling sepi tempatnya para budak dipenjarakan.


"Operasi bebas sadis selagi bisa mengefisiensi waktu dan berakhir sukses?" tanyanya Antonius memastikan yang diangguki oleh Aera. Sedang Moana masih sama seperti beberapa tahun yang lalu. Suaranya masih istikamah ditiadakan. Hanya sorotnya yang membara dan anggukannya yang mantap menjawab setuju.


"Morat dan Stego sebagai pihak yang pernah dengan bebas masuk ke istana Roschiil bertugas menyerbu kediamannya." Sekalipun telah mereka rencanakan sejak beberapa hari yang lalu, tidak akan ada yang menyangka bahwa Aera benar-benar hanya mengirim dua orang ke kandang srigala. Bagaimana jika mereka mati bahkan sebelum mampu melakukan apapun.


"Dari sini Ries yang akan memonitori semua teknologi mereka untuk memudahkan kalian masuk dan membuat kerusakan sejauh yang bisa kalian lakukan."


Ries yang merasa puas dengan ruang kuantum Aera mengacungkan tangan dengan senyum menawan. Senyum yang membuat siapapun terpesona karena sejak kemarin Ries telah membuka topeng wajahnya dan mengenalkan pada teman seperjuangannya sosok dirinya yang sesungguhnya.


"Aiwan mengawasi prajurit tuan Piller yang bergabung bersama dengan black knight. Jangan lupa semua membawa formula yang bisa melemahkan pengaruh chip dalam otak kecil mereka untuk bertindak layaknya anjing pemburu."


"Sedangkan aku akan menghadiri acara pelantikan bersama Yuko yang berada di posisi yang telah disepakati untuk dapat melepas tembakan jika bidikanku gagal."


Bukan tanpa alasan Aera menjadikan Yuki sebagai bekapan tembakannya. Selain karena latar belakang keluarganya yang masih keturunan bangsawan dari negara asalnya, pelatihan disiplin secara militer diberikan ayahnya sejak masih usia enam tahun. Selain kemampuan bela dirinya yang luar biasa sebagai seorang ninja, keakuratan tembakannya tidak perlu diragukan lagi.


"Baiklah sekarang ambil masing-masing bola dan jam kalian, gunakan waktu yang tersisa untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga."