
Padahal suhu udara di sana sedang menurun. Entah kenapa hatinya terasa panas dan sesak. Mungkinkan karena cemburu?? Nonsense!!!
Pertandingan pertama berakhir dengan kemenangan mutlak pada tim Samuel. Sontak para fansnya semakin histeris. Kini mereka berbondong-bondong memberikan air mineral pada cowok seksi itu.
Sayangnya, sang idola tidak sedikitpun melirik para siswi ganjen itu. Samuel terus berjalan lurus melewati mereka dan baru berhenti saat ia berdiri di depan seorang guru yang tengah duduk santai di kursi kebesarannya.
"Kamu nggak seneng gitu pacar kamu ini berhasil menang?" tanya Samuel dengan santai seraya meraih sebuah botol minuman yang baru saja dibuka oleh pemiliknya.
Tanpa rasa canggung si kapten kemenangan itu langsung menegak habis minuman tersebut. Ia tidak peduli kalau ada bekas lipstik yang masih menempel pada mulut botol itu. Toh dia sudah sering mencicipnya langsung.
"Apa kurang puas dengan celebration dari fans kamu itu?!" saking kesalnya Zoey sampai mendesis.
Kini keduanya menjadi pusat perhatian semua orang yang kebetulan ada di tempat tersebut. Bagaimana tidak, hanya dengan tindakan kecil seperti itu sudah membuat mereka baper sekaligus minder. Terlebih para siswi yang hampir seluruhnya mendambakan menjadi kekasih seorang Samuel. Mana mungkin mereka sanggup bersaing dengan wanita se-perfect Zoeylia.
"Are you jealous, Honey??"
"I'm not your girlfriend, Sam! I'm your teacher!"
Dengan menahan segala kemarahannya untuk tak segera meledak, Zoey bergegas meninggalkan Samuel yang masih tercengang.
Nampaknya bukan hanya Samuel yang dibuat shock dengan tindakan spontan Zoey. Para siswa dan guru yang ada di sana juga ikut mematung seolah menunggu ada seseorang yang akan menjelaskan pertengkaran konyol itu.
"Lo sebaiknya kejar bu Zoey, Sam. Lo mau jadi tontonan di sini?"
Ya Tuhan… Kenapa ngambek mulu sih!? Oh… Ketemu juga!
Samuel melihat orang yang dicarinya sedang duduk bersama dengan beberapa siswi yang berkumpul di tenda konsumsi. Mereka nampak bercengkrama bahkan sesekali tertawa.
Bukannya tadi dia marah-marah ya?? Sekarang udah ketawa gitu…
Samuel menggeleng heran melihat pemandangan di depan matanya.
"Ibu Zoey, ada yang harus saya bicarakan dengan Anda." ucap Samuel sambil menarik tangan Zoey agar mengikutinya.
"Tidak dengan saya." ada nada sinis dari kata-kata yang diucapkan sang guru.
"Tapi saya tidak terima penolakan!"
Lagi-lagi pertengkaran kecil itu menarik perhatian sekitar dan dengan cepat orang-orang berkerumun untuk menyaksikan sebuah tontonan yang mereka anggap seru. Ada yang memandang dengan tatapan tidak suka karena si cowok idola lebih memilih cewek yang notabene lebih tua dari mereka. Ada juga tatapan cemburu karena Samuel menjadi satu-satunya cowok beruntung yang berhasil mendapatkan perhatikan sang guru. Dan sebagian besar yang tampak di sana adalah ekspresi penuh tanya.
"Kita pergi dari sini."
Dengan sedikit pemaksaan Samuel menarik Zoey hingga mereka berjalan sedikit menjauh dari keramaian tersebut. Selanjutnya ia langsung menyandarkan Zoey pada sebuah pohon kelapa yang berdiri tegak di sana.
Samuel menarik napas dalam-dalam demi meredam kekesalannya. Ia tidak ingin untuk yang kesekian kalinya bertengkar lagi dengan duplikat penyihir di hadapannya itu. Bayangkan saja, dalam sehari ini mereka sudah bertengkar lebih dari dua kali. Entah ada apa dengan gadisnya hari ini? Mungkin cewek itu sedang PMS. Atau jangan-jangan karena…