My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 81



Bangunan itu terlihat normal seperti hunian pada umumnya. Hanya sedikit kurang pencahayaan saja.


Samuel keluar dari mobil dan berjalan lebih dulu meninggalkan Leo yang masih mematung dengan segudang argumennya. Cowok itu lantas menempelkan telapak tangan pada sebuah papan pemindai dan seketika pintu kaca di hadapannya terbuka lebar.


Mata Leo terkesiap. Ia kemudian berlari menyusul Samuel yang perlahan melangkah masuk ke dalam rumah mewah tersebut. Ruangan pertama yang menyambut mereka terlihat sepi. Sehingga setiap langkah kaki mereka menciptakan gema yang terdengar lantang di telinga.


Namun secara tak terduga, seseorang menarik lengan Samuel dengan keras. Membuat cowok itu memekik kesakitan. Kemudian orang tersebut membanting tubuh Samuel di atas lantai marmer yang dingin dan keras.


"Masih berani datang, heh?!" sebuah suara halus namun mematikan terdengar memecah keheningan.


Samuel sedikit terperangah melihat sosok itu berdiri di bawah cahaya temaram sambil menodongkan sebuah senjata sniper rifle ke depan wajahnya.


Sontak saja cowok itu sadar sedang berhadapan dengan siapa. Dialah macan betinanya. Seorang wanita berparas ayu bagaikan titisan dewi namun seketika bisa berubah menjadi iblis pencabut nyawa tatkala kemurkaan telah memenuhi isi kepalanya. Ia bisa sewaktu-waktu menggila jika seseorang berani mengusik rahasianya.


"Woy… Tenang dulu, Honey! Beri aku waktu buat jelasin semuanya…"


Samuel mendongak ke arah sosok yang tentunya adalah Zoey, sang pacar. Seorang wanita dengan tatapan tajam serta menampilkan raut wajah yang tidak bersahabat. Sedikit berbeda dari biasanya. Ekspresi seperti itu jarang Zoey tampakkan. Hanya sesekali saja saat ia bertugas sebagai eksekutor dan tentunya sanggup membuat siapa saja bergidik ketakutan.


"Semoga penjelasan itu menyelamatkan dua nyawa di ruangan ini, Sam."


DOORRR!!!


Selesai mengucapkan itu terdengar suara letusan peluru yang ditembakkan dari senapan di tangan Zoey. Meskipun tidak sungguh-sungguh membidik dua muridnya itu, tetap saja suara tembakan tersebut membuat Leo dan Samuel tercekat. Kali ini tidak ada yang bisa membual di hadapan Zoey. Samuel harus bisa meyakinkan kekasihnya, atau dia terpaksa mengucapkan selamat tinggal pada nyawanya.


Jadi ini rumah bu Zoey??? Dan itu tadi suara tembakan??? Are you seriously... batin Leo dengan ekspresi terperangah.


"Saya lebih baik pergi dari sini," ucap Leo ketakutan seraya beringsut mundur ke belakang.


"Tetap di tempat. Atau kamu pilih pergi selamanya?!" ancam Zoey dengan tegas.


Leo susah payah menelan salivanya. Mimpi apa dia sampai harus terlibat dengan kasus menyeramkan ini. Harusnya dia menurut saja saat Samuel memperingatkannya sejak awal.


"Dengar, Honey… Aku memang salah mengajak Leo masuk ke dalam misi ini. Tapi sungguh itu nggak sengaja. Dan aku bisa pastikan kalau Leo akan tetap tutup mulut sampai misi ini selesai. I promise."


Zoey bergeming. Ia menatap Samuel dengan sorot mata datar. Jujur saja hatinya memang masih mempercayai setiap kata yang Samuel ucapkan. Tetapi logikanya menuntut untuk menolak. Sekarang semua rahasianya telah terkuak. Bahkan Samuel berani mengajak Leo masuk ke dalam rumahnya. Bagaimana kalau sampai Aaron Kaniel mengetahui semua ini. Beruntung saat ini pria tersebut tengah disibukkan dengan agendanya di luar negeri.


"Cukup, Samuel Paxon! Kamu memintaku mempercayai janji dari bocah SMA?! Sekalipun itu keluar dari mulut kamu, tetap saja tidak menjamin rahasia ini tetap aman!"


"Zoey…"


"Apa otak kamu sudah kehilangan fungsinya, heh?! Bagaimana kalau teman kamu itu buka mulut?!"


"Zoey, jangan menguji kesabaranku. Atau…"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Notes


Hay... Hay Readers... Mohon dukungannya untuk Author dan novel ini lewat kerelaan kalian mem- VOTE novel "My Teacher is an Agent".


and than... Please... Please... Please... tekan LIKE dan KOMENTAR setelah selesai membaca karya tercinta Author ini yaa...!!! Biar Author tambah semangat... xoxo >_<