My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 53



"Morning, honey…" sapa Samuel begitu mendapati Zoey berjalan memasuki gedung olahraga.


Tempat tersebut sekarang menjadi basecamp kencan mereka selama di sekolah. Alasannya sangat sederhana, karena Zoey seorang guru olahraga jadi tidak banyak orang curiga kalau cewek itu sering wara-wiri di tempat ia mengajar pelajarannya.


Mulanya Samuel menjadwalkan pertemuan mereka di atap gedung sekolah. Namun teman sebangkunya -Si Singa Leo- mulai curiga saat cowok itu sering mendatangi tempat yang tidak biasa tersebut. Akhirnya Samuel mengubah lokasi kencan menjadi tempat yang terlihat lebih wajar. Karena memang Samuel suka bermain basket, jadi Leo tidak lagi heran kalau temannya itu pergi ke gedung olahraga.


"Sudah lama?"


"Lumayan." sahut Samuel singkat sambil mendribel bola yang ada di tangannya.


Sebuah senyuman manis tersungging di bibir Zoey. Ia sangat suka melihat aksi Samuel bermain basket. Cowok itu terlihat manly. Hanya dengan memperhatikannya saja hati para wanita pasti akan langsung berdegup kencang.


Zoey lalu menyambar bola di tangan Samuel dengan cepat. Dia langsung melakukan tembakan dari tengah lapangan dan dengan segera si kulit bundar itu melaju mulus memasuki sangkarnya.


"Nice shot, honey…" pekik Samuel yang terpesona melihat skill jump shot sang pacar.


"Thank's."


Zoey kemudian berlalu menuju bangku penonton dan mendudukan dirinya di sana. Ia memilih menjadi audience dan membiarkan Samuel melanjutkan permainannya.


"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Samuel sambil menyodorkan sebuah kotak berwarna merah di depan sang pacar.


Seketika kening Zoey berkerut. Tidak biasanya Samuel memberikan hal-hal manis seperti itu. Zoey menerima kotak itu, dengan penasaran ia membukanya.


"Ini apa???"


Rupanya kotak merah tersebut berisi sebuah kalung dengan liontin berbentuk peri mungil yang sangat indah.


Dengan senyum mengembang Samuel meraih benda itu dan melingkarkannya di leher Zoey. Dia lantas mencium kilas tengkuk sang pacar setelah selesai memasangkannya.


"Ini hadiah kecil buat kamu. Aku mau kamu selalu pakai. Jangan berani melepasnya."


Zoey mengangguk dan dengan cepat mencium pipi Samuel. Cowok itu sedikit tersipu. Sebagai gantinya Samuel mengangkat sedikit dagu Zoey dan mendaratkan sebuah kecupan lembut pada bibirnya. Cukup lama mereka berciuman. Saling mengungkapkan rasa hati yang bahagia.


"Makasih Sayang…"


Zoey sangat senang menerima hadiah dari Samuel. Dia bahkan tidak menyadari kalau sebenarnya ada sesuatu yang lain di dalam liontin kalung tersebut.


Yap, Samuel telah memasang sebuah GPS di dalam hadiahnya. Dia meminta tolong pada salah satu anak buah Aaron Kaniel untuk menanamkan benda kecil tersebut ke dalam liontin kalung dan mengkoneksikannya dengan smartphone yang biasa ia gunakan. Samuel tidak ingin terjadi sesuatu dengan Zoey saat cewek itu jauh darinya.


BRAKKK!!!


Pintu gedung olahraga mendadak terbuka kasar. Dengan segera Samuel meraih tangan Zoey dan membawanya bersembunyi di balik bangku penonton yang terletak di barisan belakang.


Seorang murid laki-laki terlihat memasuki ruangan tersebut. Ia melihat sekeliling untuk memastikan gedung yang dimasukinya benar-benar kosong. Siswa itu lalu mengeluarkan sebuah hp jadul dan menghubungi seseorang.


"Kita selesaikan semuanya hari ini." kata cowok itu dengan sedikit mendesis.


"......"


"Lakukan saja sesuai perintah! Jangan berani protes!!!"


Entah apa yang dikatakan lawan bicaranya, namun siswa laki-laki itu terlihat sangat gusar. Tanpa dia sadari, suaranya mulai meninggi saat ia membentak orang di seberang telepon.


"......"


"Terserah! Bagaimanapun caranya, dapatkan seorang gadis dari sekolah itu! Kita hanya butuh satu perawan lagi..." si cowok berseragam kembali berbicara dengan suara sepelan mungkin.


Namun bukan hal sulit untuk mendengar percakapan itu, mengingat sebuah ruangan kosong selalu memberikan gema suara yang lebih baik.


Tapi tunggu dulu, apa maksudnya dengan seorang gadis dari sekolah? Perawan??? Apakah ini ada hubungannya dengan sindikat penjualan gadis remaja???


Zoey berpikir sejenak mencerna percakapan cowok itu. Di sisi lain Samuel masih penasaran dengan wajah orang yang telah menginterupsi waktu kencannya.


Si penelepon berdiri membelakangi bangku tempat Samuel serta Zoey bersembunyi dan membuat mereka tidak dapat melihat wajah orang tersebut.


Deg!


Deg!


Deg!


Perlahan si penelepon mutar badannya. Dan orang tersebut adalah…


DENISH!!!