
Sampai kami pun menemukan sebuah persamaan. Sama-sama bernasib malang. Louis Anderson juga memiliki seorang kekasih yang mengalami sindrom 'tidur' seperti Kareen ku. Hanya saja kejadian itu telah berlangsung lima tahun yang lalu. Dia mengatakan kalau saat ini kekasihnya itu telah hidup bahagia. Aku memang belum pernah bertemu dengannya, tapi aku percaya saat melihat raut wajah guruku itu kembali berbinar setelah menyelesaikan kisahnya. Pastilah itu akhir yang bahagia.
Dari situ aku langsung berniat melakukan hal yang sama untuk Kareen ku. Hanya memerlukan beberapa cangkir darah dari 7 gadis perawan, maka wanita pujaanku itu akan terbangun dari tidur panjangnya.
Seperti yang aku katakan sebelumnya, apapun akan aku lakukan asalkan Kareen bahagia. Semenjak itu aku berusaha mencari para gadis yang masih suci dan belum pernah terjamah lelaki manapun. Namun rupanya itu bukan pekerjaan yang mudah. Asal kalian tau saja, di jaman seperti ini mencari gadis perawan lebih sulit daripada menemukan wanita malam.
Para siswi sekolah sekalipun belum tentu mereka masih 'gadis'. Bahkan aku sempat tercengang saat mendapati seorang siswi SMP yang hampir menjadi korban ku, tengah mengandung selama lima bulan. Bayangkan, dia itu masih SMP??? Apa saja yang sudah dia perbuat sampai perutnya membuncit seperti itu. Benar-benar rusak moral jaman sekarang.
Lalu saat aku hampir menyerah, sekali lagi Louis Anderson menawarkan sebuah kerja sama denganku. Dia akan dengan senang hati membantuku asalkan aku mau memberinya sebuah apartemen mewah. Halah… Itu barang murah. Aku langsung setuju.
Dan sejak itu, semua rencanaku berjalan nyaris sempurna. Yaa… Nyaris sempurna kalau saja dua cowok brengsek itu tidak mengusik persembunyianku. Jujur aku sangat kesal sekarang. Aku marah karena mereka terlalu ikut campur dengan urusanku. Ingin sekali aku menghantam dua kepala itu dengan golok yang sudah bersemayam di genggamanku.
Sampai tiba-tiba handphone ku bergetar dan aku mendapat kabar kalau papa ku baru saja kecelakaan. Tentu saja aku langsung melesat menemuinya. Bukankah aku ini anak yang baik?
Persetan dengan dua makhluk itu. Bisa aku bereskan belakangan. Yang penting aku sudah memindahkan Kareen ku ke tempat yang aman.
Satu jam berlalu sejak aku menerima panggilan itu. Aku bersyukur papa ku tidak mengalami cedera yang parah. Hanya sedikit benturan di kepala yang membuatnya harus menjalani beberapa operasi. Dia pasti akan segera pulih. Harus pulih. Karena dia masih belum mengesahkanku sebagai ahli waris nya.
Setelah itu aku langsung kembali ke villa. Kali ini aku tidak akan memberi ampun pada para stalker itu kalau sampai mereka berani mengobrak-abrik rumah itu. Dan sesuai perkiraan ku, dua penyusup itu telah pergi. Buktinya mobil sedan hitam yang semula terparkir di belakang semak-semak kini sudah menghilang.
Brengsek!!! Mereka berhasil mengetahui semua rencanaku. Dilihat dari pintu belakang rumah yang rusak, sudah pasti mereka sempat mengunjungi ruangan rahasia itu. Dan itu artinya, mereka juga telah melihat 'sesuatu' yang tidak seharusnya mereka lihat.
Ini tidak bisa dibiarkan. Mulut mereka harus segera ditutup sebelum menyebarkan ocehan yang tidak perlu. Apa sebaiknya dua keparat itu aku kubur saja sekalian? Biar mereka bisa langsung beristirahat dengan tenang.
Good idea!!! Oh ya…. Kebetulan besok akan ada karya wisata ke bumi perkemahan. Sepertinya itu momen yang tepat untuk mengeksekusi mereka dan memberikannya sebuah tanah pemakaman yang nyaman.