My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 97



Samuel sudah hafal, kalau seorang cewek sedang ngambek satu-satunya yang bisa dilakukan adalah tetap diam dan memberikannya waktu. Karena setelah kekesalannya mereda, cewek itu dengan sendirinya akan melunak dan meminta maaf.


Namun hal seperti itu tidak akan berlaku bagi Zoey. Nyatanya saja, cewek itu justru semakin kesal dengan sikap Samuel yang mengacuhkannya. Ia memilih berjalan-jalan di dalam hutan daripada menyaksikan pacarnya 'berselingkuh' dengan game. Apakah Zoey tipe cewek pendendam? Jelas. Sebagai seorang agen rahasia, ia selalu dilatih untuk menyimpan semua emosi dan melampiaskannya lewat sebuah pembalasan. Jadi tidak perlu kaget, meskipun Zoey seorang wanita tapi dia juga tergolong makhluk berhati dingin. Karena semua itu bagian dari profesinya.


Selain itu, seseorang dengan gengsi tinggi seperti Zoey tidak mungkin mudah meredakan emosi hatinya. Apalagi kalau dia harus menunduk dan meminta maaf duluan. Sebuah kesalahan besar mengharapkan tindakan semacam itu dari Zoey. 


Daripada meminta maaf, lebih baik ia menghajar si sumber masalah dengan brutal sampai semua kekesalannya habis terkuras. Sekalipun yang akan dia hadapi adalah sang pacar. Mungkin dengan pendisiplinan seperti itu Samuel bisa menjadi sedikit dewasa.


"Jangan menghindar! Katakan semua dengan jelas."


Sebuah suara merdu nan halus terdengar dari balik punggung Zoey. Membuat bulu tengkuknya seketika meremang.


Ya Tuhan… mungkin cowok inilah satu-satunya orang yang ahli membuat Zoey tercekat. Jantung cewek itu sontak berdetak cepat saat Samuel memeluknya dari belakang. Ia serta merta mencium lembut tengkuk Zoey yang tertutup helaian rambut tipis.


"Kamu kenapa, Honey? Apalagi salah aku sekarang, hem?" tanya Samuel dengan lembut.


"Kamu masih tidak sadar dengan kesalahan yang kamu perbuat?!"


"Honey, pacarmu ini cuma siswa SMA. Dia bukan seorang dukun apalagi pembaca pikiran. Jadi kalau kamu ingin bermain tebak kata, kamu memilih lawan yang salah. So, bicaralah!"


Zoey mendelik sejenak lalu menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


"Dari kemarin malam kamu sudah bertindak kelewatan, Sam! Aku menolak melakukan 'itu' tapi kamu memaksanya. Bahkan kamu meninggalkan banyak kissmark di leher aku. Kamu ingin memamerkan itu pada semua orang, hah?! Dan tadi di sekolah, kamu dengan santainya mencium aku tanpa peduli bagaimana pandangan orang-orang terhadapku. Apa kamu lupa kalau aku ini juga guru kamu?! Tindakan kamu itu seperti merendahkan harga diri…"


Cup!


Samuel tersenyum manis sebelum akhirnya mencium bibir Zoey dengan lembut. Ia menyesap bibir bawah cewek itu sambil mengusap pelan sisi wajahnya. Samuel ingin mendinginkan hati Zoey yang bergejolak. Sekaligus memberikannya ketenangan.


Di sisi lain, sekalipun hatinya masih diliputi kekesalan, tapi Zoey juga terlihat menikmati lumatan dari sang pacar. Tanpa sadar ia memejamkan matanya dan membalas ciuman tersebut dengan suka rela. Memangnya siapa yang sanggup menolak pesona cowok tampan itu.


"Aku tidak sekalipun berpikir rendah tentang kamu. Apapun yang aku lakukan semua itu karena aku sayang sama kamu. Dan kalau hal itu membuat kamu tidak nyaman, I'm sorry Honey… Aku akan memperbaiki sikapku."


"Heemm."


"Senyum dong… Kamu memang tetap cantik kalau marah. Tapi sebuah senyuman membuat kamu lebih mempesona."


"Gombal banget."


Mendengar kata-kata manis dari mulut Samuel, tak pelak membuat Zoey mengembangkan senyumnya. Benar, seharusnya inilah yang ia lakukan dari awal. Mengungkapkan semua isi hati memang lebih baik daripada terus-terusan memendamnya. Yang seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah.


"Kita kembali sekarang. Si Leo pasti sudah selesai menyiapkan kamar untuk kita."


"Kamar???" tanya Zoey dengan heran.


"Yap. Aku tidak mungkin membiarkan kamu tidur di alam terbuka sedangkan banyak cowok-cowok brengsek yang masih saja berani melirik kamu."


"Memangnya ada villa di tempat ini?"


"Bukan villa, Honey… Lebih seperti penginapan untuk one night stand." bisik Samuel sebelum akhirnya melenggang meninggalkan Zoey yang terdiam tanpa kata.


What??? One night stand??? Anak gila itu masih saja mencari kesempatan untuk tidur bareng… Aaarrghhh!!!