My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 72



"Nggak masuk kelas lo?" tanya Leo pada Samuel yang tengah khusyuk menikmati semangkuk bakso.


Saat ini Samuel memang sedang berada di kafetaria sekolah, padahal bel tanda masuk sudah berdering sejak setengah jam yang lalu. Tapi cowok itu masih enggan meninggalkan santapannya.


"Males." jawab Samuel singkat.


"Bukannya sekarang pelajaran bini lo ya? Nggak dicariin tuh?"


Sesuai dengan jadwal yang baru, karena UNBK tinggal beberapa minggu lagi, alhasil ada beberapa mata pelajaran yang harus mengalami pemadatan. Salah satunya mapel Matematika. Sekalipun pelajaran tersebut diampu oleh sang pacar, siapa juga yang tidak jenuh kalau dalam sehari saja mereka harus menghafalkan bermacam jenis rumus dalam kurun waktu 3 jam lamanya.


"Biarin. Paling nanti cuma diomelin kalau tau gue bolos gini."


"Enak lo ya… Nilai turun tinggal digesek dikit langsung naik."


Iblis mesum yang bersarang di otak Leo kini berlomba-lomba menyebarkan hasutan laknat pada si pemilik otak. Tak pelak sebuah getokan keras mampir di kepala cowok itu.


"Bacot lo, Yo!!"


"Halah, Sam… Jujur aja sama gue. Lo pasti udah ena-ena kan sama bu Zoey???"


Samuel tersenyum kalem kemudian meneguk jus alpukat di hadapannya.


"Anjir lo!!! Berani juga lo sama cewek garang kayak gitu. Tobat, Sam… Dia itu guru lo sendiri."


Leo geleng-geleng kepala mengetahui tingkat kemesuman temannya itu sudah masuk ke level bahaya.


"Dia guru kalau di sekolah. Kalau di luar dia juga cuma cewek biasa. Dan kebetulan aja sekarang jadi bokin gue." tukas Samuel dengan gaya pongah.


"Serah lo dah… Yang penting lo enak."


"Jangan salah, Bro! Banyak cewek yang ngantri buat gue… Cuma sayang, nggak ada yang mau jadi pacar gue."


"Terus ngapain mereka ngantri?"


"Buat nebeng mobil baru gue."


"Hahaha… Ngenes amat lo!"


Saat kedua cowok itu tengah asyik bercanda, tiba-tiba mata Samuel menangkap seorang siswa gempal yang lewat di depan kafetaria. Dialah yang belakangan ini menjadi topik pembicaraan panas antara dirinya dan sang pacar.


Seketika Samuel bangkit kemudian mengikuti oknum tersebut. Jika dilihat dari gelagatnya ada sesuatu yang mencurigakan.


Itu orang mau ngapain ke UKS???


Yap, oknum yang saat ini tengah di kuntit itu melangkahkan kakinya menuju ruang UKS. Namun sepertinya si oknum tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan ataupun semacamnya. Dia terlihat normal, sehat walafiat. Lantas untuk apa orang tersebut pergi ke sebuah ruangan yang hanya berisi kasur dan obat-obatan.


Kalau memang dia hanya ingin membolos pelajaran seperti yang dilakukan Samuel, kenapa orang tersebut tidak pergi saja ke kafetaria yang menyediakan berbagai cemilan serta hiburan.


Hiburan??? Nggak salah???


Oh… Tentu tidak. Untuk sekolah setaraf Gamma International School menyajikan sebuah hiburan bukan suatu hal yang aneh. Pastinya bukan sembarang hiburan ya… Hiburan di sini lebih ke arah sesuatu yang positif. Misalnya, memberikan fasilitas free wifi dengan bandwidth yang luar biasa cepatnya. Ada juga sebuah layar LED berukuran besar yang mempertontonkan siaran edukatif guna menambah wawasan para penikmatnya. Dan tak ketinggalan, alunan musik-musik klasik yang bisa memberikan terapi untuk otak agar terhindar dari stress yang berlebihan.


Jadi bagi siapapun yang berniat untuk melarikan diri dari pelajaran yang menyiksa itu alangkah baiknya mereka pergi ke kafetaria sekolah. Bukan malah pergi ke ruang UKS. Kecuali kalau memang orang itu membutuhkan obat sakit kepala.


"Lo ngintipin siapa?" sebuah suara berat nan serak mengagetkan Samuel yang tengah serius dengan aktivitasnya.