
Samuel menarik napas dalam-dalam demi meredam kekesalannya. Ia tidak ingin untuk yang kesekian kalinya bertengkar lagi dengan duplikat penyihir di hadapannya itu. Bayangkan saja, dalam sehari ini mereka sudah bertengkar lebih dari dua kali. Entah ada apa dengan gadisnya hari ini? Mungkin cewek itu sedang PMS. Atau jangan-jangan karena…
Bukankah orang sering berkata, wanita akan mengalami mood swing saat mereka tengah menjalani dua fase? Pertama, saat mereka menjelang menstruasi. Dan kedua, saat mereka…
Oh My God!!! Semoga saja opsi yang pertama!
Samuel menakup wajah cantik gadisnya itu. Sedangkan Zoey masih dengan ekspresi kesalnya.
"Kamu cemburu?" tanya Samuel sambil menatap kedua mata sang pacar.
"Cih. Siapa bilang?!"
"Kamu berdecih padaku, Zoey?!! Aku ini pacar kamu!" bentak Samuel mulai terlihat kesal.
Samuel menarik dagu Zoey dan dengan lancang mencium bibir ranum cewek itu. Seorang siswa mencium gurunya di depan umum. Come On… Memangnya Samuel peduli dengan semua itu. Ia hanya akan bertindak sesuka hatinya.
Awalnya Zoey ingin menolak dan langsung menghajar si murid kurang ajar saat itu juga. Tapi… Oh shit!!! Hisapan dari Samuel membuat pikiran Zoey kosong seketika.
"Berhenti bermain-main, Sam! Ingat kita sedang ada di mana!" Zoey berteriak dan mendorong kasar Samuel agar menjauh darinya. Ingin rasanya ia memberikan sebuah pukulan maha dahsyat dan berharap itu akan membuat otak Samuel kembali bekerja dengan benar.
"Don't be mad, Honey… You look so cute! Hahaha..." Samuel tertawa terbahak-bahak karena sukses menggoda sang pacar.
Meskipun sudah berulang kali mereka melakukan hubungan ranjang, tapi tetap saja Zoey masih sangat mudah merona hanya karena sebuah ciuman. Rasanya Samuel ingin terus menjahili guru yang satu ini.
Alih-alih seperti pasangan kekasih, dua orang itu lebih terlihat seperti bucin dan majikannya. Lihat saja, saat ini Zoey tengah menatap Samuel dengan kesal tapi si cowok malah tersenyum penuh cinta. Seolah tidak peduli dengan kemarahan sang pacar, Samuel akan terus memandangnya dengan tatapan memuja.
"Kamu Xiena kan?" tanya Zoey singkat.
"Oh My God… Ibu kenal saya juga?? Nggak nyangka kalau gue terkenal, Guys…" ucap siswi tersebut sambil tertawa bersama dua temannya yang mengekor di belakang.
Bukannya marah atau apa, Zoey hanya tertawa sinis seolah enggan meladeni bocah ingusan macam muridnya itu.
Samuel mengernyitkan dahi. Ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Zoey pada Xiena. Tidak mungkinkan cewek itu menghajar muridnya sendiri? Oh No… Jangan sampai hal seperti itu terjadi. Atau akan muncul sebuah News Headline seorang siswi cantik mati mengenaskan di tangan seorang guru bar-bar. Tidak. Mungkin Samuel berlebihan.
"Kamu mau apa, Honey?" tanya Samuel sedikit was-was. Ia menarik pelan tangan Zoey agar menjauh dari Xiena.
Zoey menyentak genggaman Samuel dengan kasar. Ia berjalan mendekati Xiena yang berdiri bersama dua orang temannya. Atau bisa dibilang pesuruhnya.
"Berikan handphone kamu!" kata Zoey sembari mengulurkan tangan pada Xiena.
Sesaat setelah menerima benda tersebut, Zoey serta merta menarik bahu Samuel dan mengajaknya berpose di depan kamera. Bukan pose yang biasa tentunya. Melainkan sebuah ciuman singkat yang intens.
Hal itu tak pelak membuat Xiena dan kawan-kawannya tercengang. Sungguh di luar dugaan sang guru akan berani mempertontonkan adegan seperti itu di depan mereka.
"Kamu bisa menyimpan gambar ini. Anggap saja sebagai merchandise dari kami." ucap Zoey sambil mengembalikan ponsel muridnya itu lalu pergi meninggalkan mereka yang masih tercekat.
Samuel yang melihat tingkah ajaib pacarnya itu lagi-lagi mengernyitkan dahi. Jangan-jangan cewek itu gila sebelum waktunya. Ia tersenyum tipis dan melirik Xiena yang masih shock.
"Sebaiknya lo simpen baik-baik foto itu. Supaya lo inget kalau gue ini udah sold out…"