My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 51



Zoey menghirup nafas dalam-dalam. Jantungnya serasa akan meledak menghadapi cowok arogan satu itu. Ada apa dengan Samuel? Belakangan ini dia sering bertindak spontan tanpa memikirkan situasi di sekelilingnya.


"Enak ya kalau punya pacar masih ABG? Hari-hari kian membara. Haha…" goda Aklesh sambil berlalu menuju ruang tamu dan menghempaskan badannya ke atas sofa yang ada di sana.


"Yeah begitulah, Kak. Kadang aku sampai pusing menghadapi sikapnya yang seperti itu."


"Om Kaniel sudah cerita banyak sama aku perihal bocah itu. Dan sepertinya om Kaniel sangat mendukung hubungan kalian."


Zoey mengangkat bahu. "Entahlah, Kak. Sepertinya papa lebih sayang sama calon mantunya itu dari pada sama aku."


Aklesh hanya terkekeh pelan dan kemudian membuka laptop yang ada di hadapannya.


"Aku kesini ingin membicarakan sesuatu denganmu." kali ini suara Aklesh berubah serius.


Zoey menggeser duduknya ke samping Aklesh. Ia melihat beberapa foto yang terbuka di layar benda pipih tersebut. Mata Zoey seketika membulat saat mendapati sebuah gambar yang pada akhirnya bisa mengurai benang kusut dari misinya.


"Ini…" Zoey sampai tidak bisa berkata-kata. Ia tidak percaya dengan yang dilihatnya.


Sebuah foto yang mengbadikan momen penting dimana seorang cowok berseragam GIS dan juga seorang laki-laki paruh baya sedang memapah seorang remaja perempuan dengan beberapa luka cambuk di sekujur tubuhnya.


Lokasi pengambilan gambar tersebut sama persis dengan foto yang Zoey terima melalui email beberapa waktu lalu.


Zoey mengangguk. Tentu saja ia mengenal mereka. Yang satu siswa laki-laki di kelasnya. Dan yang lain adalah seorang guru yang beberapa waktu lalu memberberkan kronologi penculikan Jasmine kepadanya.


Dialah Louis. Seorang guru yang tampak biasa-biasa saja. Sopan, ramah, bahkan ada kalanya dia bisa bersikap humoris. Tidak sedikitpun terlihat perilakunya yang mencurigakan.


Hanya saja guru tersebut memang menjadi lebih banyak diam sekarang. Ia juga sempat meminta izin selama satu minggu karena ada kepentingan keluarga di luar kota. Mungkinkah karena…


Seketika Zoey teringat dengan penyerangan terhadap dirinya yang terjadi minggu lalu. Saat itu dia sempat menembakkan sebuah peluru dan melukai lengan si pelaku. Tentu saja itu bukan luka biasa yang bisa sembuh dalam waktu singkat. Jadi ada kemungkinan Pak Louis meminta izin karena menyembuhkan luka tembak tersebut.


Sekarang semua misteri ini menjadi semakin jelas. Ada sebuah titik terang yang membuat kecurigaan Zoey terbukti benar. Siswa itulah dalang dari semua rentetan teror mengerikan yang terjadi di GIS. Seorang remaja yang sanggup bertindak dengan sangat keji, bahkan terhadap teman-temannya sendiri.


Namun yang membuat Zoey tercengang, ia sama sekali tidak mengira kalau ada kerjasama di balik kejahatan tersebut. Dan bagaikan mendapat sebuah tamparan yang keras, si partner kerja sama itu tak lain adalah seseorang yang semestinya layak mendapat penghormatan sebagai pahlawan pendidikan.


"Darimana Kak Aklesh menemukan semua informasi ini?"


"Ada seorang officer yang khusus aku tugaskan untuk menyelidiki kasus ini. Dan inilah hasil yang aku temukan."


Kini Zoey tidak bisa lagi jika hanya menonton. Ia mulai mengutak atik laptop tersebut. Mempelajari semua informasi yang diberikan si petugas kepolisian.


Satu persatu ia baca, dan tak butuh waktu lama untuk menelaah semua hasil penyelidikan tersebut. Karena memang dia termasuk salah satu orang yang diberkahi otak jenius, terutama dalam hal kecepatan mengingat.