My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 45



Zoey menggeleng tak habis pikir, mereka hanya akan pergi ke rumah sakit. Bukannya ikut perang di daerah perbatasan atau apa. Ayahnya benar-benar over protektif. 


Dan kalau berbicara soal rumah sakit, Zoey merasa sangat tidak enak pada si Mahasiswa Magang. Karena semenjak Cindy masuk rumah sakit, Siska mendapat tugas khusus dari Zoey untuk menjaga anak itu sekaligus memantau keadaannya.


Sudah beberapa hari Cindy dirawat di sana, tapi Zoey belum bisa menyempatkan diri berkunjung. Jelas saja karena ia terlalu sibuk mengungkap identitas si peneror Gamma International School. Jadilah dia baru bisa menengok sekarang bersama Samuel yang juga teman sekelas Cindy.


Wait…!! Samuel sepertinya pernah mengaku kalau dia pacaran dengan Cindy.


Mendadak pemikiran itu mencuat di benak Zoey.


"Sam, sepertinya kamu kemarin ngomong kalau Cindy itu pacar kamu. Itu serius?" Zoey langsung to do point menyampaikan pertanyaannya. Ia memang tidak suka berbelit-belit dalam hal apapun.


Deg!


Samuel sedikit tersentak mengingat kejadian itu. Kejadian di ruang bimbingan saat dia tengah diinterogasi oleh Polisi sekaligus sepupu Zoey.


"Kok diam. Jangan-jangan kamu…"


"Bukan begitu, honey… Aku memang pacaran sama Cindy. Tapi cuma sebatas status dan itu nggak penting." Samuel menjawab tanpa menatap mata Zoey. Ia fokus melihat jalanan di depannya.


Hal itu membuat Zoey tidak bisa membaca sorot mata Samuel. Apakah dia memang jujur atau sedang berbohong?


"What?! Cuma status nggak penting?! Terus kamu anggap kita ini apa? Aku pacar kamu dan Cindy juga masih pacar kamu gitu?" suara Zoey mulai meninggi.


Hati Zoey serasa terkoyak menerima kenyataan tersebut. Kenapa dia tidak pernah berpikir sampai ke situ sebelum menerima perasaan Samuel?


Samuel bergeming. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan Zoey apalagi mengutarakan pikirannya. Dia sendiri tidak pernah berniat untuk membawa mereka ke dalam hubungan yang rumit seperti itu. Di satu sisi dia mencintai Zoey, namun di sisi lain Samuel juga tidak tega menyakiti sahabatnya. Terlebih saat Cindy sedang dalam keadaan terpuruk seperti ini.


Dulu Samuel pernah berjanji pada sahabatnya itu, kalau dia akan selalu berada di sampingnya saat Cindy menghadapi masalah. Itu dulu ketika Samuel belum membuka hati untuk cewek manapun. Sekarang keadaan sudah berubah, di sampingnya juga ada Zoey yang ingin ia lindungi walau sepertinya Zoey tidak membutuhkan perlindungan itu.


"Mungkin aku salah ambil keputusan, Sam. Sebaiknya aku berpikir ulang tentang hubungan kita."


"Menurut kamu?!"


"Kamu boleh marah sama aku. Tapi seenggaknya kasih aku kesempatan buat jelasin sama kamu."


"Kita bahas nanti lagi, Sam. Aku nggak mau ngerusak mood aku sendiri."


"Nggak bisa. Kita…"


Zoey bergegas meninggalkan mobil sesaat setelah Samuel memarkirkannya di basement rumah sakit.


"Honey aku belum selesai ngomong!" Samuel meraih tangan Zoey dan langsung menggenggamnya erat.


"Masih ada waktu untuk itu, Sam. Biarkan aku sendiri dulu." Zoey menepis kasar tangan Samuel.


"Nggak bisa! Kalau ada masalah kita bicarakan baik-baik dan kita selesaikan sekarang juga." tukas Samuel tajam.


Tapi Zoey yang sudah lebih dulu berlari ke dalam lift tidak memperdulikan ucapan Samuel. Dan pintu lift seketika tertutup sebelum Samuel memasukinya.


Aaarghhh!!! Sial…!!! Baru juga sehari udah perang aja!


Samuel menggeram kesal lalu berlari menaiki tangga. Berharap bisa bertemu Zoey di lantai selanjutnya.


Samuel melihat Zoey di koridor ruang VIP rumah sakit. Dia hendak memanggil cewek itu namun Samuel mendadak terdiam melihat orang tua Cindy keluar dari ruangan yang akan dimasuki Zoey.


Samuel berbalik dan berniat pergi, namun terlambat saat ia mendengar namanya dipanggil oleh suara yang tak asing itu.


"Muel…" seru orang itu dari kejauhan.