My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 83



"Kamu minta minum di saat seperti ini?" ledek Samuel sambil terkekeh melihat tingkah Zoey yang menggemaskan.


Sontak Zoey memicingkan matanya menatap Samuel. Hey… Stamina yang dimiliki manusia itu terbatas, Bung!


"Masih mau marah atau dengar penjelasan pacar kamu?"  bisik Samuel dengan suara seksinya tepat di telinga Zoey. Sukses membuat cewek itu kembali jinak.


Oke… Sepertinya Zoey memang butuh sebuah penjelasan. Kali ini emosinya harus dikesampingkan. Kalau bukan Samuel yang membuatnya kesal, orang itu bisa dipastikan sudah terbaring di bawah tanah sekarang.


"Aku dan Leo berhasil mendapatkan sesuatu yang menarik hari ini." kata Samuel sambil mengeluarkan sebuah flashdisk dari dalam sakunya.


"Apa ini?"


"Mungkin sebuah bukti untuk menyeret anak itu ke penjara."


Zoey tercengang. Ia menatap Samuel dan Leo bergantian. Sesuatu yang selama ini sulit ia cari malah didapatkan dua bocah itu dengan mudah? Sekarang kredibilitas Zoey sebagai seorang agen rahasia mulai dipertanyakan. Apakah ketajaman intuisinya sudah musnah?


"Dari mana kamu dapatkan ini?"


"Tanyakan saja pada bocah itu…"


Samuel mengedikkan kepalanya sebagai isyarat menunjuk Leo yang sedari tadi hanya mematung bagaikan pajangan di ruangan tersebut.


"Silahkan bicara." ucap Zoey malas.


"Ssa… Saya dan Samuel menemukan itu di tempat persembunyian Denish, bu." jawab Leo dengan suara gemetar. Ia masih takut berhadapan dengan sang guru yang sekarang berubah laksana raja rimba di matanya.


"Persembunyian??" tanya Zoey tidak mengerti.


"I… I… Iya, bu. Di villanya. Tt… Tapi..."


"Pondok samping villa tepatnya." sahut Samuel cepat, menyadari temannya itu sudah tidak sanggup lagi berkutik di depan Zoey. Dasar mental tempe!


"Maksud kamu?"


"Jadi, tadi kita ngikutin si Denish pas dia keluar sekolah. Sesuai perkiraan, dia pergi ke villa yang di puncak. Cuma dia nggak masuk ke tempat itu, dia malah masuk ke pondok kecil yang ada di sebelahnya. Berhubung dia lagi keluar, kita langsung gunain kesempatan buat menggeledah rumah angker itu. Dan kita berhasil menemukan banyak hal menarik…"


"......"


"Yang lebih mengejutkan, kita juga bertemu dengan Jasmine di sana."


"What???" Sontak Zoey tercengang mendengar penjelasan terakhir itu.


"Di… Dia terluka parah, bu Zoey. Tapi terpaksa kita tinggalin. Soalnya…" mendadak wajah Leo berubah murung.


"Soalnya apa???" tanya Zoey dengan tidak sabar dan tentu semakin penasaran.


"Soalnya si brengsek Denish itu menyiksa Jasmine sampai terluka parah. Dan juga, di tempat itu masih ada enam cewek yang bernasib sama dengan Jasmine." jelas Samuel dengan rahang mengetat.


DUAARRR!!!


Zoey membeku di tempat. Bibirnya kelu hingga tak mampu berbicara. Benarkah semua yang ia dengar sekarang?


"Benar, bu Zoey. Kalau kita tidak cepat, semua bisa terlambat."


"Honey… Kamu perintahkan saja beberapa agen dan aku yang akan membawa mereka ke sana."


"Saya juga bisa membantu, bu Zoey…"


"CUKUP!!! Kalian diam sebentar! Biarkan aku berpikir dengan tenang!"


"Tapi, bu Zoey…"


DOORRR!!!


Sebuah tembakan kembali dilesatkan Zoey ke udara. Kepalanya hampir pecah mendengar ocehan dua bocah laki-laki itu. Saat ini keadaan sudah sangat gawat, dan Zoey harus bisa mempertahankan rasionalnya untuk mengambil keputusan. Ia tidak mau gegabah dan salah bertindak.


"Apa yang sedang terjadi di sini?!!!" Sebuah suara serak nan berat terdengar menggema di dalam ruangan luas tersebut dan seketika membuat suasana yang tadinya ricuh berubah menjadi hening dalam sesaat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Notes


Hay... Hay Readers... Mohon dukungannya untuk Author dan novel ini lewat kerelaan kalian mem- VOTE novel "My Teacher is an Agent".


and than... Please... Please... Please... tekan LIKE dan KOMENTAR setelah selesai membaca karya tercinta Author ini yaa...!!! Biar Author tambah semangat... xoxo >_<