My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 47



Bagaimana bisa dia berbagi cowok itu dengan orang lain? Dia terlalu egois ingin memiliki Samuel hanya untuk dirinya sendiri.


Samuel melepas pelukannya dan beralih duduk di samping Zoey. Ia akan menjelaskan semuanya. Meskipun cewek itu tidak mau mendengar. Yang terpenting masalah di antara mereka tidak semakin memburuk.


"Aku dan Cindy udah kenal dari kecil. Buatku dia sahabat yang baik, nggak lebih. Bahkan aku udah nganggep dia seperti adik. Kita pacaran karena memang itu yang dia butuhkan. Dari kecil Cindy selalu saja menangis setiap pulang bermain dan saat itu juga dia akan berlari mencariku. Terus saja begitu bahkan sampai sekarang. Setiap dia ada masalah, Aku orang pertama yang dia cari. Sampai waktu itu dia sakit hati setelah putus dari pacarnya. Dia langsung mencari ku sambil menangis dan memintaku untuk menjadi pacarnya. Aku menerima Cindy karna aku mau melindungi dia, tapi selamanya aku nggak akan pernah membuka hati buat dia."


Akhirnya Samuel berhasil menjelaskan semuanya pada Zoey. Namun cewek itu tidak merespon sedikitpun. Dia tetap membisu. 


Lama mereka merenung dalam diam. Saling introspeksi hati masing-masing. Suara tangisan Zoey masih terdengar. Dan itu membuat hati Samuel semakin hancur. Cowok macam apa dirinya sampai tega menyakiti hati orang yang dia sayang.


"Kita pulang sekarang ya? Kamu butuh istirahat." bujuk Samuel sambil menyapukan ciumannya di kepala Zoey.


Zoey bergeming. Tidak sedikitpun dia bergerak. Samuel bisa menebak bagaimana perasaan Zoey saat ini. Ia menghela nafas panjang sebelum akhirnya meraih tangan cewek itu dan menggandengnya menuju parkiran.


Mereka memasuki mobil dan bergegas meninggalkan rumah sakit. Suasana hati keduanya sedang kacau. Samuel dilema harus mengambil keputusan dari dua pilihan yang sama berat. Cindy yang sejak kecil menjadi sahabatnya atau Zoey, cewek pertama yang berhasil membuat Samuel rela mempertaruhkan sebuah nyawa.


Sedangkan Zoey terus berperang dengan gejolak hatinya. Ia menginginkan Samuel hanya untuk dirinya seorang. Secuil pun Zoey tidak akan sudi untuk berbagi. Namun sebuah kenyataan menyakitkan harus ia hadapi. Ada seorang cewek yang sama berartinya untuk Samuel. Cewek itulah yang menjadi sumber pertengkaran ini.


Jika saja cewek itu memang seorang pelakor, tentu mudah bagi Zoey menyingkirkannya. Tapi akan lain cerita kalau cewek yang ia hadapi adalah sahabat masa kecil dari sang pacar. Memisahkan keduanya sama saja membuat image Zoey menjadi sangat jahat di mata Samuel. 


Mobil terus melaju membelah kemacetan jalanan kota. Tidak jelas kendaraan tersebut akan menuju kemana. Si pengemudi masih belum bisa memfokuskan pikiran pada arah setirnya.


"Ngomong sesuatu, honey… Supaya aku bisa tau apa yang ada di pikiran kamu." Samuel kini sudah memutar tubuhnya menghadap Zoey.


Zoey tidak bereaksi. Dia tidak tahu apa yang harus ia ungkapkan kepada Samuel. Haruskah ia meminta putus atau justru meminta Samuel untuk memilihnya?


"Kalau kamu tetep mau diem, biar aku yang ngomong." Samuel meraih bahu Zoey dan memutar tubuh cewek itu untuk menghadap ke arahnya.


"Kamu lihat aku. Aku tidak akan pernah melepas kamu. Apapun yang terjadi. Jika kamu minta aku memilih, aku tetap pilih kamu. Sekalipun aku harus menghancurkan persahabatan dengan Cindy. Persetan dengan semua itu. Dia bisa cari sahabat lain. Tapi kamu…"


Samuel berhenti sejenak. Matanya menatap lembut ke arah Zoey. Memberikan ketenangan untuk batin kekasihnya itu. Tangan Samuel perlahan membelai wajah cewek itu dengan sayang.


"Kamu cuma punya satu pacar. Yaitu aku. Dan satu-satunya orang yang bisa miliki kamu juga cuma aku. Aku cinta sama kamu. Aku sayang sama kamu. Mengerti?"


Air mata Zoey kembali mengalir. Namun kali ini bukan lagi air mata kesedihan. Hatinya bergetar hebat mendengar semua pengakuan Samuel. Kebahagiaannya membuncah. Seketika ia menghambur ke pelukan Samuel dan mendekap cowok itu dengan sangat erat. Bagaimana bisa Samuel mengetahui semua isi hatinya? Bahkan Zoey sendiri pun tidak berani mengungkapkannya.


Dua insan itu saling berpelukan dalam tangis bahagia. Tanpa sadar hujan turun mengguyur mobil mereka. Membasahi jalanan dan menyisakan kesejukan di sana.


Hari ini Zoey mendapat sebuah pelajaran berharga dari kekasihnya.


Kita harus berani mempertahankan orang yang kita sayang sekalipun itu membutuhkan pengorbanan yang besar. Karena orang tersebut lebih berharga dari segalanya.