My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 96



Mobil yang dikemudikan Samuel perlahan melaju menembus jalanan ibukota di bawah langit mendung. Beberapa bus turut mengekor di belakangnya. Rombongan siswa dan guru GIS itu berangkat menuju lokasi perkemahan yang ada di kawasan puncak.


Setelah pertengkaran kecil mereka sepertinya dua insan itu memilih untuk larut dalam lamunan masing-masing. Zoey hanya terdiam sambil menatap keluar melalui kaca mobilnya yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Sementara Samuel terlihat fokus pada kemudi mobil.


Di luar langit tampak dipenuhi awan hitam. Sesekali diiringi suara gemuruh dan kilat yang menyambar. Mungkin hari ini akan turun hujan. Biarlah. Sudah saatnya juga bumi ini diguyur rintikan hujan. Lebih deras malah lebih baik. Agar tidak ada lagi kasus karhutla yang melanda negeri tercinta ini.


Empat jam sudah mereka melewati perjalanan. Akhirnya rombongan bus GIS sampai di sebuah lembah dengan padang rumput yang sangat luas. Tidak saja luas, tetapi tempat tersebut juga dikelilingi hutan-hutan kecil yang tampak sejuk menyegarkan mata. Ada juga sebuah danau kecil dengan airnya yang sangat jernih.


Kalau ada yang bertanya seperti apakah gambaran taman Surga, mungkin lembah kecil tersebut menjadi perumpamaan yang tepat. Dan di tempat itu, para siswa serta guru GIS akan menghabiskan dua malam mereka.


"Baiklah, semua yang sudah mendapatkan pembagian kelompok segera dirikan tenda kalian. Jangan hanya bermalas-malasan! Ingat, tugas kalian di sini bukan untuk berfoto dan wisata. Kalian akan diawasi dan dinilai sesuai perilaku selama berkemah nantinya. Mengerti semua?!!"


"Mengerti, Pak…" teriak seluruh siswa serempak.


Meskipun para siswa itu terlihat bersemangat, namun jangan pikir mereka bersungguh-sungguh menuruti instruksi kepala sekolah. Lihat saja, belum ada lima menit si pembina berkoar-koar, para anak manja itu sudah mulai bertingkah.


Seperti saat ini. Ketika si pembina menurunkan titah untuk mendirikan tenda, itu maksudnya para kutu buku itu harus segera bersiap dengan tugas mereka. Yakni mendirikan dan menyiapkan tempat tidur yang nyaman bagi mereka si pemegang kuasa.


Lalu, apa kerjaan para siswa yang lain? Tak perlu ditanya. Mereka juga sudah ready dengan peralatan tempur di tangan yang tak lain adalah smartphone canggih beserta paket internet unlimited. Dan segera saja anak-anak keparat itu mencari spot terbaik sekaligus instagramable untuk berswafoto.


Dari sekian banyak kesibukan di tempat tersebut, hanya dua orang yang tampak tidak tertarik untuk bergabung. Yap, mereka adalah Zoey dan Samuel. Dua orang itu memilih untuk mendekam di mobil dengan segala keheningan yang terjadi di antara mereka.


Zoey bersandar santai sembari memejamkan matanya, sedangkan Samuel terlihat asyik memainkan layar ponselnya.


"Buka pintunya. Aku mau keluar." pinta Zoey tanpa membuka mata.


CKLEK!!!


Samuel menekan tombol central lock dan kembali melanjutkan kegiatannya. Ia tidak berbicara sedikitpun. Samuel sudah hafal, kalau seorang cewek sedang ngambek satu-satunya yang bisa dilakukan adalah tetap diam dan memberikannya waktu. Karena setelah kekesalannya mereda, cewek itu dengan sendirinya akan melunak dan meminta maaf.