My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 95



"Shit!!! Mobil baru lagi, Bro?!" pekik Leo yang kali ini perhatiannya telah beralih total pada tunggangan Samuel.


"Udah lama. Tapi nggak pernah dipakai."


"Terus yang kemaren?"


"Bosen. Gue anggurin di rumah." jawab Samuel cuek.


Bukannya sombong, cowok itu memang tidak pernah tertarik untuk membahas barang-barang yang ia kenakan. Baginya semua itu hanya sebatas benda, tidak lebih spesial. Yang terpenting adalah fungsinya.


"Perhatian!!! Anak-anak yang sudah datang di Gamma International School sekarang langsung berkumpul di halaman depan sekolah. Apel keberangkatan segera dimulai… Ayo… Ayooo… Jangan banyak mengulur waktu!" mendadak terdengar teriakan seorang guru dari sebuah megaphone yang terpasang di ujung atap sekolah.


Hari ini seluruh siswa kelas XII GIS akan mengadakan kegiatan berkemah. Kegiatan ini bukan sekedar karya wisata, tapi juga salah satu tugas penilaian akhir yang akan menambah poin kelulusan para siswa. Dan saat ini semua orang sedang berkumpul untuk mendengarkan info pembagian bus karya wisata tersebut. Tak terkecuali Zoey dan Samuel.


Meskipun keduanya terlihat enggan membaur dengan orang-orang di sana, tapi mereka tetap memperhatikan setiap instruksi yang diberikan kepala sekolah selaku pembina kegiatan itu.


Setelah pembagian bus selesai dibacakan, para siswa bergegas memasuki bus sesuai dengan rombongan yang telah ditentukan. Terlihat seorang siswi cantik berjalan mendekati Samuel.


"Sam, kata Pak Kepsek lo ikut rombongan bus gue. Kita duduk sebelahan ya…" rengek si siswi sambil menggelayut manja pada lengan Samuel.


Zoey yang berdiri tak jauh dari mereka hanya tersenyum sinis melihat pacarnya dirayu sedemikian rupa. Ia hanya akan melihat. Sungguh. Namun sampai saat yang tepat, dia akan langsung turun tangan untuk mengeksekusi keduanya.


"Gue bawa mobil sendiri." ucap Samuel dengan nada super juteknya.


"Seriously?? Gue bisa ikut lo kalau gitu…" ucap si cewek yang tak lain adalah Xiena.


"Sorry. Mobil gue penuh!"


Dasar cewek ganjen!!!


Zoey tersenyum sinis melihat sepenggal adegan drama di hadapannya. Baru Zoey akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba sebuah tangan besar mencegahnya dan meraih kunci mobil itu dari tangan Zoey.


"Biar aku yang nyetir."


Zoey mengernyit heran. Apa maksudnya cowok ini? Bukankah dia juga membawa kendaraan sendiri?


"Nggak perlu. Ini mobil saya." tukas Zoey.


"Gue ikutan dong…" Leo yang sedari tadi berdiri tak jauh dari mereka, langsung berseru lantang.


PLETAK!!!


Sebuah kunci berhasil menghantam kepala si Singa. Meskipun tidak begitu keras, tapi tetap si pemilik kepala itu mendengus kesal.


"Lo bawa mobil gue!" ucap si cowok dengan sikap bossy nya.


"Serius lo, Sam?! Kalau lecet bukan salah gue yaa…"


Samuel hanya mengangguk malas tanpa berniat memikirkannya. Bukannya tidak peduli, tapi ia memang tidak masalah kalau kendaraan mewah tersebut sampai kenapa-napa. Jangankan hanya lecet, mobil itu hilang sekalipun bukan suatu masalah yang besar bagi si anak pemilik sekolah. Karena semua kendaraan yang ada di bawah namanya telah diasuransikan. Jadi tidak perlu merepotkan diri untuk mengurus semua itu.


"Tunggu apalagi, Honey? Cepetan masuk."


Zoey mengalah. Dengan malas ia mendudukan dirinya di kursi penumpang dan membiarkan saja Samuel yang menjalankan mobilnya. Ia lelah terus berdebat dengan cowok itu. Bukan hanya lelah hatinya ya, tapi Zoey benar-benar merasakan lelah yang sesungguhnya. Entah kenapa belakangan ini ia sering merasa mudah capek dan lemas. Padahal ia tak pernah lupa meminum multivitaminnya. Mungkin kerjaan yang tak ada habisnya membuat otak dan tubuh Zoey semakin stress dan lebih cepat menua.