My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 32



WARNING!!! ADULT ALERT...!!!


21+


NOT FOR MINORS!!!


.


.


.


.


"Aaargghhh… Sam… Aku… Aku… Keluuu… Aarrrghhhh…" pekik Zoey saat ia tak sanggup menahan nikmat pelepasannya. Tubuh cewek itu melengkung ke atas, memeluk erat Samuel yang sedang menindihnya.


Samuel tersenyum bangga bisa memberikan pelepasan yang dasyat pada Zoey. Cowok itu benar-benar tidak memberikan Zoey kesempatan untuk bernapas. Belum juga pelepasan itu tuntas, Samuel sudah kembali memanjakan milik Zoey.


Kali ini ia memainkannya dengan lidah. Zoey tersentak nikmat, menggelengkan kepalanya tak karuan. Terlebih saat lidah Samuel dengan lincah mengusik titik kenikmatannya. Cewek itu semakin menekan kepala Samuel agar lidahnya bisa masuk lebih dalam.


Tubuhnya kembali memanas. Tangannya gatal ingin kembali menggenggam junior Samuel. Tapi apa daya, dengan posisi Samuel yang seperti itu tidak mungkin Zoey bisa meraih si junior. Akhirnya daripada tangan itu semakin gatal, ia memilih mengacak-acak rambut Samuel.


Puncak kenikmatan itu semakin mendekat. Zoey pun tak lagi hanya mendesah, ia tanpa malu menjerit-jerit keenakkan. Membuat Samuel semakin puas melayaninya. Cowok itu menghentikan tarian lidahnya dan mulai menggesekkan juniornya di depan milik Zoey yang sudah banjir cairan.


"Aargghhhh… Let's enter Sam, Please!" Zoey tidak lagi peduli andaikan Samuel memasukkan si junior ke dalam miliknya. Cewek itu hanya ingin segera mencapai kepuasan.


What?!! Zoey… Kamu mencoba mengujiku sekarang?? Samuel kaget bercampur senang mendengar permintaan Zoey yang sangat menggiurkan. Tapi ternyata Samuel masih bisa menahan diri dan hanya terus menggesekan juniornya di depan mulut lubang indah itu.


Gemas dengan permainan yang dinilai lambat, Zoey langsung menyambar si Junior dan mencoba memasukkan sendiri ke dalam miliknya. Baru masuk setengah, Samuel kembali merebut benda kesayangannya itu. Ia tidak mau merusak sesuatu yang paling berharga milik seorang wanita. Terlebih wanita itu Zoey. Sebisa mungkin Samuel menahan hasratnya agar ia tidak membobol base milik Zoey.


Samuel semakin menikmati sentuhan tangan Zoey. Begitupun Zoey yang semakin lihai memanjakan benda asing tersebut, semakin cepat pula ia mengocok junior Samuel hingga akhirnya mereka akan mencapai klimaksnya. Dan…


"Oourgghhh Aaahhhhh… Keluarin bareng honey," rancau Samuel sambil menahan berjuta kenikmatan yang mereka rasakan bersama. Akhirnya Samuel mendapatkan pelepasan pertamanya dan kali kedua untuk Zoey.


Samuel mencabut jarinya dan menjilati cairan milik Zoey tanpa rasa jijik. Cowok itu lantas membuka lebar-lebar paha Zoey dan memasukkan kepala si junior ke dalam milik Zoey sambil membayangkan ia menyemburkan benihnya ke dalam rahim cewek itu.


"Aargghhhhh… Dorong lagi, Sam. Aku mau semuanya…" desah Zoey di antara nikmat pelepasannya.


"Belum sekarang, honey… Akan ada waktu yang tepat untuk itu." Samuel lalu mengecup mesra kening Zoey.


Ia melirik juniornya yang masih tegang dan tertancap pada milik Zoey. Cairan cintanya terus menerus mengalir, entah sudah seberapa banyak cairan itu keluar. Rasanya tak ada habisnya. Samuel segera mencabut si junior dan menumpahkan sisa cairannya ke seluruh tubuh Zoey. Sungguh nikmat yang tiada terkira.


Sekilas dia menengok tidak ada noda darah di ranjang mereka itu berarti dia tidak merusak mahkota keperawanan Zoey. Cowok itu merasa sedikit lega dan hatinya kembali menghangat.


Samuel menatap Zoey yang masih terengah-engah menikmati klimaksnya sambil menutup mata. Ia melirik cairan miliknya yang berceceran di atas tubuh Zoey. Bahkan sampai mengenai dada cewek itu.


Ia tersenyum lalu beringsut meraih tissue basah di meja samping ranjang dan mulai membersihkan cairannya sendiri. Zoey tersentak dengan dinginnya tissue yang membelai tubuhnya.


"Kita istirahat, kamu pasti capek."


Cup


Samuel mengecup lembut puncak kepala Zoey dan menarik cewek itu ke dalam pelukannya. Kini mereka berbaring sambil berpelukan dan perlahan mereka memejamkan mata.


Galak tapi gemesin. Batin Samuel sambil mengamati wajah polos Zoey yang sudah tertidur lebih awal.