My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 30



WARNING!!! ADULT ALERT...!!!


21+


NOT FOR MINORS!!!


.


.


.


.


Zoey mengernyitkan kening. Syarat apa yang akan diminta cowok ini?


"Gue nggak mau lo melibatkan diri dalam hal apapun yang bisa bikin lo terluka." dengan lembut Samuel mengucapkan kata-kata itu sambil mengusap pipi Zoey.


deg!


deg!


deg!


Debaran jantung Zoey mulai tak beraturan. Pipinya memanas menerima perlakuan manis dari Samuel. Matanya menatap tajam menembus relung hati cowok itu mencari kebenaran rasa yang selama ini ia rasakan. Apakah cowok yang kini ada di hadapannya itu juga merasakan hal yang sama?


Samuel yang sudah memantapkan hati perlahan mendekatkan wajahnya ke bibir merah Zoey yang menurutnya sangat kissable.


deg!


deg!


Zoey yang semula terkejut dengan tindakan muridnya perlahan mulai menutup mata dan menikmati setiap kecupan manis dari bibir Samuel. Merasakan hembusan hangat nafas yang saling menerpa wajah keduanya. Debaran jantung yang saling bersahutan terdengar indah bagai irama yang mengiringi ciuman mereka.


Hemmm… Jadi senikmat inikah bibir seorang Agen Rahasia. Ternyata tidak sekasar sifat dan tindakannya.


Perlahan ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman yang lebih panas dan memburu. Zoey mulai berani membalas ciuman Samuel dan berusaha mengimbanginya. Sesekali cewek itu membuka mulut agar lidah mereka lebih leluasa untuk saling menjelajah.


Begitupun dengan Samuel yang tangannya mulai tak bisa diam. Ia memindahkan tangan Zoey agar melingkar di lehernya sedangkan tangannya sendiri sibuk mengusap punggung mulus Zoey. Pelan dan pasti Samuel mencoba membuka pengait bra yang melekat pada punggung cewek itu. Seketika bra itu terlepas dan ia campakkan begitu saja di lantai. Perlahan Samuel merebahkan tubuh mereka berdua ke atas ranjang tanpa melepaskan ciumannya.


Zoey yang akal sehatnya sudah kalah dikuasai oleh hasrat gila itu hanya pasrah tatkala Samuel melepaskan ciuman mereka dan berpindah menjelajahi leher jenjangnya. Menjilatinya, menggigit mesra dan meninggalkan kissmark di sana. Hasrat Zoey semakin memanas tanpa sadar ia *** pelan kepala Samuel. Ini baru pertama kali ia rasakan.


Selama ini Zoey tidak pernah sekalipun dekat dengan laki-laki apalagi dengan interaksi seintens ini. Tentu saja perlakuan Samuel ini membuatnya bagaikan terbang ke nirwana. Ia bahkan sudah melupakan rasa sakit pada bahunya yang terluka.


Bagaimana dengan Samuel? Untuk cowok itu tidak perlu dipertanyakan lagi. Ia sangat menikmati setiap senti kulitnya yang bersentuhan langsung dengan kulit Zoey. Sudah lama cowok itu memendam rasa ingin memiliki atas tubuh maupun hati Zoey.


Jujur saja, sejak pertama ia bertemu dengan Zoey di ruang guru waktu itu, Samuel mulai menyadari ada getaran asing yang menggelitik hatinya. Ia berniat untuk mengungkapkan semuanya, tapi ia selalu merasa kalau Zoey membuat jarak penghalang di antara mereka. 


Dan kini semua perasaan menggebu itu bisa dengan leluasa disampaikan melalui tindakan. Apapun yang terjadi nantinya Samuel berjanji untuk tidak melepaskan Zoey dan bersedia menanggung konsekuensi yang ada.


Sebelum Samuel melanjutkan aksi panasnya, cowok itu berhenti sesaat dan menatap dalam mata Zoey.


"Lo yakin ini mau lanjut? Atau lo bisa minta gue buat berhenti sekarang." ucap Samuel dengan tegas.