My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 54



DENISH!!!


Baik Zoey maupun Samuel sama-sama tercekat dengan pandangan mereka. Meskipun keduanya tidak memiliki pemikiran yang sejalan, namun yang jelas siswa laki-laki itu membuat Zoey dan Samuel bergeming di tempat.


"Apa maksudnya omongan si Kentang?! Lama-lama itu anak bikin tambah curiga!" bisik Samuel pada cewek yang tengah mematung di sebelahnya.


Zoey menoleh. Wajahnya terlihat aneh saat berpaling menatap Samuel. "Aku juga nggak tau, Yank. Biar nanti aku selidiki di rumah."


Samuel menatap Zoey dengan mata disipitkan.


Hhhmmm… Kamu sembunyiin sesuatu dari aku Honey…


Setelah si penelepon beranjak meninggalkan gedung olahraga, dua orang yang mendekam di balik bangku penonton pelan-pelan keluar dari persembunyian. Mereka tak habis pikir kalau akan mendapatkan fakta yang mengejutkan seperti ini.


"Yank, kamu ada nomor contact orang tadi?"


Samuel mengangguk cepat dan men-scroll layar smartphone miliknya. Ia lalu memberikan nomor kontak teman sekelasnya itu pada Zoey.


Segera setelah mencatat nomor telepon yang diberikan Samuel, Zoey berjalan keluar dari ruang olahraga untuk menjauh dari jarak pendengaran pacarnya itu.


"Agen Delta, selidiki riwayat pembicaraan nomor telepon yang baru saja saya kirimkan. Cari tau siapa yang dia hubungi sepuluh menit yang lalu."


"*B*aiklah. Tunggu sebentar."


Zoey terdiam sejenak. "Bagaimana? Sudah dapat hasilnya."


"Ya. Nomor tersebut terdaftar dengan nama Louis."


Zoey terperanjat. "Kamu tidak salah periksa???"


"Kamu meragukan kemampuanku, heh?!" cetus orang di seberang telepon dengan kesal.


"Tentu tidak. Kalau begitu segera cari tahu dimana posisi nomor itu sekarang?"


"Harap bersabar, Nona… Melacak titik koordinat tidak semudah menggoreng telur. Aku akan memberikan kabar secepatnya."


Gila, yang benar saja!!! Memangnya aku tidak tahu hal itu…


Zoey menggerutu sebal mendengar jawaban rekannya. Kalau saja si agen itu tidak memiliki kemampuan yang luar biasa, sudah pasti Zoey akan menjadikannya sebagai sasaran latihan menembak.


Sebelum suasana hatinya semakin memburuk, Zoey langsung memutuskan sambungan telepon. Dan cewek itu kembali ke ruangan olahraga tempat Samuel berdiri seraya menatapnya dengan sebuah pelototan.


"Kita kembali ke kelas sekarang." ajak Zoey. "Pelajaran akan segera dimulai."


Samuel tetap berdiri mematung. Ia enggan beranjak dari tempat itu. Samuel kecewa karena Zoey ternyata masih tidak mau berbagi informasi dengannya.


"Kamu kenapa, Sayang?" sambil kembali menoleh ke belakang Zoey bertanya dengan heran.


"Apa kamu segitu tidak percayanya padaku? Sampai info tentang si Denish pun aku tidak boleh tahu?"


"Ini bukan untuk dipublikasikan, Sam."


Zoey menghela nafas panjang. Samuel menjadi sangat menyebalkan saat keluar sifat kekanak-kanakannya. Ditambah lagi rasa cemburunya pada Aklesh yang tidak bisa di tolerir.


"Iya, iya. Barusan teman kamu itu menelpon seseorang yang menurut dugaanku adalah partner kerjanya. Dan aku meminta Agen Delta untuk menyelidiki orang yang dia telepon itu."


Samuel terdiam dan menatap Zoey dengan sedemikian rupa sehingga membuat pacarnya itu merasa risih. Senyum merekah seketika mengembang di wajah si cowok. Dia merasa puas karena Zoey akhirnya mau terbuka tentang hasil penyelidikannya.


"Baguslah karena kamu mengerti maksudku, Honey…"


Zoey mengangguk dan tersenyum.


"Tapi kamu tidak boleh bertindak gegabah. Kalau memang benar kamu ingin membantu, lakukan semuanya sesuai arahanku."


"You can trust me, Honey…"


"Baiklah. Karena kamu sudah terlanjur mengetahui semuanya, aku akan sekalian meminta bantuan mu."


Samuel mengerutkan kening. Ini serius??? Tidak seperti biasa, Zoey yang selalu menyelesaikan semuanya sendiri sekarang meminta Samuel untuk membantunya. Mungkinkah ini lebih dari sekedar kasus sederhana???


"Katakan saja." tukas Samuel singkat.


"Bisakah kamu mengawasi setiap gerak-gerik siswa yang bernama Denish?"


Oh… Jadi ini tentang si Kentang. Kalau begitu ini kesempatan bagus. Gue jadi bisa lebih tau sisi lain cowok misterius itu…


"Maksud kamu... aku jadi mata-mata si Kentang gitu?"


"Ya… Semacam itu. Dan laporkan setiap kali kamu menemukan sesuatu yang janggal atau mencurigakan."


Zoey lalu mengeluarkan sebuah pena dan juga earphone wireless dari dalam sakunya. Ia mengangsurkan dua benda tersebut kepada Samuel.


"Gunakan bolpoin ini untuk merekam. Baik itu video maupun suara. Dan earphone ini juga sudah terkoneksi langsung dengan handphone ku. Jadi kamu bisa langsung menghubungi aku kapan saja."


"WOW!!! Ini keren, Honey… Aku tidak perlu repot lagi kalau kangen sama kamu. Kita bisa langsung lakukan phone sexs kapanpun aku mau."


PLAKKK!!!


Zoey serta-merta menampol punggung Samuel dengan keras. Ia amat sangat terkejut karena sang pacar punya pemikiran se-mesum itu.


"Jangan sekali-kali berani mencobanya! Semua pembicaraan kita melalui earphone itu akan otomatis terekam di markas komando!"


"Hahaha… Aku bercanda, Honey… Kamu kira aku mau melakukan hal itu kalau aku bisa menikmatinya langsung."


Zoey menatap malas Samuel. Dia tidak tahu apalagi yang harus dikatakan untuk mengungkapkan kejengkelannya.


Cup!


Samuel mencium kilas kening Zoey seraya berlalu meninggalkan ruang olahraga. Dan si Agen Rahasia hanya memperhatikan kepergian cowok itu dengan mata membulat. Mudah sekali mood bocah itu berubah. Entah apa yang membuat Zoey sampai tergila-gila dengan cowok yang bahkan lebih pantas menjadi seorang adik dari pada kekasihnya itu.


Memang kalau sudah CINTA, racun sekalipun bisa terasa semanis madu.