
"Cewek cantik mau kemana?"
Baru saja Zoey keluar dari kamar, tiba-tiba seseorang berbisik halus di samping telinganya. Dia menoleh dan mendapati Samuel berdiri di belakangnya sambil tersenyum lebar. Sebuah senyuman khas yang hanya dimiliki cowok tersebut, dan langsung membuat Zoey merasa ketar-ketir.
"Kamu kenapa di sini?"
"Aku mau ketemu papa. Ada di rumah nggak?"
"Papa pergi mengurus sesuatu di luar kota. Kamu sudah makan, Yank? Mau aku buatin makanan?"
Sebuah senyuman nakal mulai nampak dari bibir Samuel. Cowok itu serta-merta memeluk pinggang Zoey dari belakang dan mencium kilas tengkuknya.
"Kalau aku maunya makan kamu gimana?" Samuel menarik tangan Zoey saat pacarnya itu mencoba melarikan diri.
Zoey menggigit bibirnya sendiri. Dia lalu mendongak dan menatap Samuel dengan jengah.
"Kamu tidak bisa sehari saja berhenti berfikiran mesum seperti itu?"
"Yeah, itulah isi otak cowok yang sedang melewati masa pubernya, honey..."
Zoey tidak menyahutinya. Kalau sampai ia tidak bisa menahan diri, saat itu juga dia pasti sudah mencium Samuel saking gemasnya. Zoey terus berjalan mendahului Samuel.
Tepat pada saat mereka memasuki ruang makan, arah mata Zoey bertemu dengan tatapan seorang cowok yang tengah berdiri di depan pantry sambil melambaikan tangannya kepada Zoey.
"Hai… Kapan datang Kak?" Zoey berlari kecil menghampiri si cowok yang rupanya sedang menyeduh sebuah minuman. Dari wanginya sudah jelas itu minuman kesukaan Zoey. Americano.
Di balik bahunya, Zoey tidak menyadari kalau sedari tadi Samuel terus menatapnya tajam. Samuel bahkan nyaris meledak saking kesalnya.
Terang saja, cowok mana yang tidak memanas saat melihat dengan mata kepalanya sendiri sang pacar tengah dicium cowok lain. Sekalipun keduanya itu saudara sepupu.
Zoey menoleh ke belakang dan langsung termangu melihat Samuel bersandar pada kulkas dengan wajah sudah berkerut bak tomat busuk.
"Kamu ingat kan sama dia? Namanya Aklesh. Dia sepupu aku." Zoey berusaha menjelaskan dengan sedikit was-was.
Dia tahu betul apa yang saat ini dipikirkan Samuel. Pacarnya itu pasti sedang cemburu berat. Jangankan ciuman antar saudara, melihat Zoey berdiskusi dengan sesama agen saja sudah langsung membuat cowok itu kepanasan.
Samuel menyeringai sinis. Dan Zoey hanya bisa menelan ludah tatkala melihat cowok itu berlalu menghampirinya.
Tanpa mengindahkan nilai kesopanan yang ada, Samuel seketika memagut bibir Zoey dengan panas dan liar seraya tangannya mengeratkan pinggang mereka. Samuel ingin menunjukkan betapa dia sangat berkuasa atas diri cewek tersebut.
Sementara itu, Zoey hanya bisa terpejam pasrah menikmati setiap sentuhan lidah mereka yang saling membelit satu sama lain. Tangannya bahkan sudah terkalung di leher Samuel untuk mendapatkan penopang agar tubuhnya tidak terhuyung saking lemasnya.
"Aku tunggu kamu di kamar." gumam Samuel sambil mengusap lembut sudut bibir Zoey.
Zoey speechless menatap kepergian Samuel menuju ke dalam kamarnya. Tentu saja kamar yang dimaksud di sini adalah kamar milik Zoey. Bukan kamar tamu seperti yang biasa ditempati Samuel kalau cowok itu sedang bermalam di rumahnya.
Zoey menghirup nafas dalam-dalam. Jantungnya serasa akan meledak menghadapi cowok arogan satu itu. Ada apa dengan Samuel? Belakangan ini dia sering bertindak spontan tanpa memikirkan situasi di sekelilingnya.