My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 66



"Morning, Honey… Do you missed me?" 


Sebuah kecupan dingin nan lembut membangunkan Zoey dari tidurnya. Ciuman itu terasa sedikit berbeda. Ada sentuhan rasa vanilla di dalamnya. Ice cream???


Tanpa melihatnya pun Zoey sudah bisa menebak siapa orang yang dengan iseng nya memberikan ciuman sekaligus menyuapi ice cream di saat bersamaan. Siapa lagi kalau bukan 'dia'. Cewek itu lalu mengerjap perlahan untuk menyesuaikan pandangannya dalam ruangan yang minim cahaya.


"Samuel?? Ngapain pagi-pagi udah di sini?" tanya Zoey dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Kangen kamu."


Cup!


Samuel kembali mencium sekilas bibir Zoey. Bagian tubuh sang pacar yang selalu menjadi candu baginya. Dan itu juga yang membuat Samuel tidak tahan untuk berjauhan dari cewek itu. Sekalipun hanya sehari.


"Eemmhhh… Minggir kamu. Aku masih pengen tidur."


Zoey sedikit menggeliat dan mendorong pelan dada Samuel yang kini tengah **** di atas tubuhnya. Dia benar-benar lelah setelah seharian kemarin tanpa istirahat memantau seluruh rekaman CCTV yang terpasang di GIS.


Cewek itu berusaha keras menemukan sebuah bukti yang mungkin saja terekam oleh CCTV. Tapi sepertinya perjalan Zoey untuk mengungkap kasus itu masih panjang, karena tidak sedikit pun terlihat ada petunjuk dari rekaman kamera tersebut.


"Tidur saja. Aku akan temenin kamu di sini."


Dengan cekatan Samuel merebahkan diri di samping Zoey dan ikut masuk ke dalam selimut yang menutupi sebagian tubuh pacarnya itu. Seketika ia langsung menarik si cewek ke dalam pelukannya. Tidak ada perlawanan, yang terjadi justru Zoey semakin merapatkan kepalanya pada dada Samuel yang membuatnya bertambah hangat.


Dalam situasi seperti itu, tangan Samuel tentu tidak betah jika hanya diam di tempat. Perlahan ia menyusupkan jari-jemarinya ke dalam kaos tanpa lengan yang melekat di tubuh sang pacar. Merasa menemukan sesuatu yang ia cari, cowok yang selalu berpikiran mesum itu membelai lembut gundukan kenyal di hadapannya.


Sontak saja Zoey langsung membuka mata dan menarik tangan cowok itu. Dia menatap jengah ke arah Samuel yang sebaliknya malah menyeringai licik kepadanya.


"Aku capek banget, Sayang. Biarkan aku tidur sebentar lagi."


"Emang kamu habis ngapain?"


"Kerjalah. Kamu kira aku ini pengangguran?" sahut Zoey sambil kembali mengatupkan matanya.


Cup!


Samuel dengan cepat mengecup kelopak mata Zoey agar indra penglihatan tersebut kembali terbuka. Ia tidak mau menjadi obat nyamuk yang hanya menatap cewek itu terlelap dalam tidurnya.


"Please, Yank… Don't disturb me! OK."


"Iiigrrhh… Kenapa sih ada makhluk semacam kamu?!"


"Harus dong… Kalau tidak, kamu mau pacaran sama siapa."


Tak henti-hentinya Samuel menggoda Zoey yang terus saja merengek manja karena waktu tidurnya yang berharga itu menjadi terganggu.


"Kamu gimana bisa masuk ke sini? Emang papa nggak di rumah?"


"Tadi aku sempat ketemu papa di depan. Papa bilang kamu ada di kamar tamu. Jadi aku langsung saja masuk ke sini."


"Papa pergi ya? Tumben nggak bangunin aku dulu."


"Mungkin papa tau kamu lagi kecapean. Jadi beliau nggak mau bangunin kamu."


"Lha itu papa aja tahu. Dan kamu masih nekat juga gangguin aku?" tanya Zoey sarkastis.


"Hahaha… Aku kan pacar kamu, Honey… Wajar saja kan aku pengen diperhatiin sama kamu?"


Zoey kalah. Ia tidak mungkin lagi melanjutkan tidurnya. Sekarang matanya benar-benar terbuka sempurna. Rasa kantuk yang beberapa menit lalu masih menggelayut di pelupuk mata, kini telah hilang sepenuhnya.


Cewek itu bergegas turun dari atas ranjang dan berjalan menghampiri pintu. Lebih baik ia segera membuatkan sarapan, daripada Samuel terus menerus mengganggunya. Dan saat tangannya hampir meraih handle pintu, mendadak si cowok mesum malah menarik Zoey masuk ke kamar mandi.


.


.


.


.


.


.


NB : Chapter selanjutnya berisi adegan 21+ Mohon readers bersikap bijak dalam membaca! Yang masih under age di skip aja yaaa... xoxo.