My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 87



Kalian tentu paham siapa guru yang aku maksud. Tepat sekali, dia adalah Brigittha Zoeylia. Apa aku ada masalah dengannya?


Awalnya memang tidak. Dia bukanlah siapa-siapa dalam hidupku. Hanya seorang guru baru yang tidak penting. Namun semua berubah ketika tanpa sengaja dia mulai mengacaukan semua rencanaku. Rencana sempurna yang akan mengembalikan senyuman Kareen ku.


Sebenarnya aku cukup terhibur memiliki guru seperti dia. Aku akui dia cantik dan berotak cerdas. Walaupun tubuhnya tidak tergolong semampai, tapi body nya lumayan aduhai. Jadi tidak salah kalau para siswa di sekolahku sampai terjebak dalam pesona itu. Tidak dengan ku tentunya.


Namun sayang, guru muda itu secara perlahan mulai ikut campur dengan urusanku. Dia sok-sokan menyelidiki kasus penculikan salah satu teman sekelas ku yang jujur saja itu memang hasil perbuatanku. Lalu aku memberinya sedikit peringatan dengan melukai salah satu temanku -lagi- secara jelas di depan matanya. Aku berharap dia akan mundur atau lebih baik lagi berhenti mengurusi masalahku.


Tapi sepertinya peringatan itu hanya dianggap sebagai angin lalu olehnya. Kemudian aku bertindak sedikit kurang ajar terhadapnya. Aku memerintahkan 'orang itu' untuk memberikan sedikit pelajaran kepada guru pemberani itu. Dengan menancapkan sebuah peluru di bahunya.


Sekali lagi, bukannya merasa jera dia malah semakin bersemangat merusak rencanaku yang awalnya sudah berjalan mulus. Dan lebih sialnya lagi, kejadian itu malah membuat si guru menjadi dekat dengan anak si pemilik sekolah. Kini keduanya terlibat dalam hubungan konyol yang menyedihkan.


Akibat rentetan kejadian buruk itu, sekarang aku harus bertindak dengan lebih tenang. Tidak boleh ada kesalahan. Atau semuanya akan terbongkar dan kerja kerasku selama ini menjadi sia-sia.


Aku berjalan dengan santai ke arah orang itu. Dia melaporkan beberapa 'pekerjaan' yang telah ia bereskan. Aku hanya mengangguk malas mendengar ocehannya yang panjang lebar. Terkadang aku bingung, siapa yang sebenarnya menjadi 'boss' dalam hal ini. Bukankah aku ini hanya kaki tangannya saja. Tapi kenapa selalu dia yang memberi laporan dan melakukan setiap apa-apa yang aku perintahkan?


Tapi sudahlah, tak jadi persoalan siapa yang memimpin rencana rahasia ini. Yang terpenting hasil akhirnya. Kekasih hatiku, belahan jiwaku, Karren ku bisa kembali menatapku dengan jutaan cinta di matanya.


Berbicara soal Karren, tiba-tiba aku menjadi sangat kangen dengannya. Haruskah aku mengunjunginya sekarang? Sepertinya itu bukan ide yang buruk. Dari pada aku terjebak dengan pelajaran laknat itu lagi.


Setelah membulatkan tekad, aku secepatnya melenggang ke parkiran. Lebih baik aku pergi sekarang sebelum ada oknum-oknum tertentu yang bisa saja menghambat perjalananku untuk menemui kekasihku. My Lovely Kareen… Tunggulah aku!


Dengan mengendarai sebuah Daihatsu Copen keluaran terbaru, aku langsung menerjang gerbang Gamma International School dan segera melesat keluar dari bangunan tersebut. Tidak mengindahkan teriakan para penjaga yang histeris melihatku meninggalkan sekolah dengan ugal-ugalan. Apalagi saat ini belum waktunya jam pulang sekolah. Terserah, memangnya aku peduli?