My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 68



WARNING!!! ADULT ALERT...!!!


21+


NOT FOR MINORS!!!


.


.


.


.


"Oh Shit!!! Aku nggak tahan Zoey…"


Dengan sigap Samuel membalikkan tubuh Zoey dan meminta tangannya bertumpu pada wastafel. Ia lantas menarik tubuh Zoey hingga cewek itu menungging di hadapannya. Samuel kembali memasukkan dua jarinya ke dalam milik Zoey. Sontak saja cewek itu langsung mengerang nikmat. Dengan posisi seperti itu, jari-jari Samuel terasa semakin dalam menusuknya.


Zoey belingsatan seperti cacing kepanasan. Bukit montoknya yang menggantung menggoda Samuel untuk kembali meremasnya. Darah dalam tubuh Samuel semakin memanas. Ia ingin segera mencapai klimaksnya. Namun sebelum itu ia akan membuat Zoey mendapatkan pelepasan sekali lagi.


Tangan kecil Zoey kembali bekerja. Ia meraih si junior dan mengocoknya di dalam genggaman. Benda itu semakin mengeras dan sesekali berkedut. Zoey tahu kalau Samuel akan segera mencapai puncaknya. Cewek itu lantas menarik jari Samuel dari dalam miliknya dan menggesekan si junior di sana.


"No, Honey… Enak banget punya kamu. Uugghh…" Samuel yang mulai kehilangan kesadaran langsung memaju mundurkan pinggangnya. Junior kesayangannya semakin dalam menusuk milik Zoey.


Saat benda itu membentur sesuatu di dalam milik Zoey, cowok itu seketika tersadar dan menghentikan kegiatannya. Dia tidak mau kebablasan.


"Aahhh Aahh Yank… Ssshhh mmhhhh Kenapa berhenti?" Zoey semakin frustasi karena Samuel mendadak berhenti saat dirinya akan mencapai klimaks.


"Aku nggak mau kamu menyesal Zoey. Yang di dalam itu bisa rusak kalau aku memasukkannya lebih dalam." bisik Samuel dengan nafas berat di telinga Zoey lalu mengecup tengkuk cewek itu kilas.


"Don't stop, Yank! Please…" Zoey merintih memohon kepada Samuel karena dia sudah tidak tahan untuk mencapai penuntasannya.


Samuel mengacak rambutnya kasar. Dia tidak tega melihat Zoey yang tersiksa dengan hasratnya seperti itu. Tidak bisa dipungkiri juniornya pun terasa sangat perih karena tidak bisa mendapatkan pelepasannya.


Sedikit ragu Samuel kembali menggerakkan pinggangnya dengan lembut. Desahan nikmat kembali terdengar dari bibir Zoey. Membuat semangat Samuel kembali bangkit.


"Faster please…" rintih Zoey.


Samuel menyerah. Ia kembali berbisik kepada Zoey sebelum menuntaskan tugasnya.


"Dengar Zoey, kalau aku sampai kebablasan dan kamu mengandung benih aku, aku berjanji akan bertanggung jawab untuk semua tindakanku."


"I trust you…" Zoey menjawab dengan mantap.


Tanpa mengulur waktu, Samuel ingin klimaks itu segera datang. Dan perlahan dia mendorong juniornya masuk lebih dalam ke lubang kenikmatan Zoey.


"Tahan sebentar, Honey…" Samuel memberikan sedikit dorongan lebih keras agar juniornya mau melesat ke dalam.


Shit!!! Sempit banget punya kamu Zoey…


Kali ini Samuel menghentakkannya dengan sangat keras saat juniornya menabrak sebuah selaput di dalam sana. Dan…


BLEESS….


"Aaarrgghhhhhh… Saakiittt…" Zoey tidak bisa lagi menahan kesakitannya. Ia menangis sesenggukan. Lubang miliknya serasa dibelah secara paksa. Beginikah rasanya kehilangan keperawanan?


Junior kesayangan Samuel telah masuk seluruhnya ke dalam milik Zoey. Ia diam sejenak. Membiarkan milik Zoey menyesuaikan diri dengan benda asing yang ada di dalamnya. Samuel menatap nanar ke arah Zoey. Ia bisa melihat dengan jelas bagaimana cewek itu menangis menahan rasa sakitnya. Dia benar-benar telah menjadi cowok brengsek!


Perlahan Samuel mengusap lembut air mata Zoey dan menciumi punggung cewek itu untuk memberikan sedikit ketenangan. Hati Samuel hancur melihat Zoey menyerahkan keperawanannya pada orang yang belum menjadi suaminya. Meski orang itu dirinya sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, keduanya sama-sama menginginkan hal itu.


"Masih sakit, Honey? Aku gerakin sekarang ya?" tanya Samuel sambil mencium tengkuk Zoey.


Zoey mengangguk lemah. Menandakan kalau dia setuju dengan permintaan Samuel.


Dengan lembut Samuel memompa juniornya. Memaju-mundurkan dengan ritme yang sangat pelan. Ia tidak mau gerakannya akan membuat Zoey semakin kesakitan.


"Aaahhh… Aahhh…" mulut Zoey kembali mendesah nikmat.


Samuel yang mendengar itu tersenyum lega. Itu tandanya Zoey sudah mulai menikmati permainannya. Ia langsung menambah ritme kecepatannya. Juniornya bagaikan terjepit ribuan otot di dalam milik Zoey. Sungguh nikmat.


"Uuggghhh… Honey, punya kamu enak banget. Sempiiittt…" Samuel meracau keenakan.


"Lebih cepat, Sayang… Aku mau… Aaagghhh…"


Sesuai permintaan Zoey, Samuel semakin mempercepat genjotannya. Hingga menimbulkan suara yang menggelora saat paha mereka bertabrakan.


Juniornya mulai berkedut tak karuan. Samuel akan segera mendapatkan klimaksnya. Begitu juga dengan Zoey. Cewek itu *** kasar dadanya sendiri. Sampai akhirnya…


"Sayang… Akkuuhh…"


"Panggil nama aku Zoey… Panggil namaku…"


"Aarrgghhhhh… Sam… Sammm… Aku keluaaargghhhhh…" Zoey mencapai klimaksnya. Dia meneriakkan nama sang kekasih dengan lantang.


Samuel menekan dalam-dalam juniornya. Ia bisa merasakan cairan itu mengalir dengan hangat di dalam milik Zoey. Bahkan mungkin masuk ke dalam rahim cewek itu. Samuel tidak peduli.


Mereka berdua terengah-engah masih dalam posisi yang sama. Kenikmatan itu mereka rasakan sepuas-puasnya. Samuel melirik sekilas ke paha Zoey.


Kenapa nggak ada darahnya? Gue yakin kalo udah membobol 'base' itu...