My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 101



Malam semakin larut. Sampailah pada saat acara yang paling ditunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan campfire party alias Pesta Api Unggun. Memang ya, di setiap ada kegiatan berkemah hanya satu acara ini yang dirasa paling seru dan juga menarik. Meskipun hanya bersendau gurau sambil mengelilingi kobaran api, tapi sesuatu yang 'langka' seperti itu menjadi kesenangan tersendiri bagi siswa-siswa manja GIS.


Nyatanya dalam beberapa menit saja, suara bising para siswa dan beberapa guru yang ikut dalam karya wisata tersebut mulai memenuhi arena tanah lapang dengan sebuah api yang berkobar besar di tengahnya.


Udara dingin khas pegunungan mulai berhembus kencang diiringi suara celotehan yang memenuhi udara. Rata-rata yang terdengar adalah perdebatan para siswi tentang siapa cowok paling ganteng di sekolah mereka. Beberapa cewek menyebutkan nama Samuel, dan Zoey yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum kecut.


Tak salah lagi, siapapun pasti akan mengakui wajah rupawan yang dimiliki cowok arogan itu. Tapi kalau saja mereka tahu bagaimana isi otak Samuel yang tak jauh dari hal-hal berbau mesum, hah! Dijamin para cewek itu pasti akan langsung berpikir ulang untuk mengencaninya.


Belum genap enam bulan mereka berpacaran, sudah berapa kali Samuel mengajak Zoey untuk berolahraga ranjang. Tapi Zoey tidak mau ambil pusing dengan segala kemesuman pacarnya. Mereka toh melakukannya atas dasar suka sama suka. Dan pastinya Zoey sangat yakin kalau Samuel bukan tipikal cowok yang akan lari dari tanggung jawab.


Ok, back to the party… Untuk meramaikan acara api unggun setiap kelompok wajib menyuguhkan satu perform yang menghibur. Mereka bisa menampilkan sebuah pertunjukan drama layaknya teater, atau bisa juga dengan menyumbangkan lagu layaknya sebuah konser. Para siswa itu diberikan kebebasan untuk berkreasi. Walaupun sebenarnya ada penilaian tersembunyi dari kegiatan tersebut. Namanya juga sekolah bergengsi guys…


Dan kalau hanya hiburan semacam itu, tentunya bukan hal yang sulit bagi siswa sekolah elite sekelas Gamma International School. Bahkan menjuarai berbagai perlombaan tingkat internasional pun sudah sesuatu yang biasa bagi mereka.


"Hai semua... selamat malam," sebuah sapaan lantang terdengar dari speaker di atas panggung, diikuti suara berisik yang perlahan mulai mereda.


Para siswa menoleh ke arah sumber suara, terlihat seorang cowok tampan berdiri di salah satu sisi api unggun dengan sebuah microphone di tangannya.


"Anyway... Berhubung udara semakin dingin, alangkah baiknya kalau kita mulai saja pesta malam ini… Agar suasana menjadi lebih hangat dan… Lebih romantis tentunya…"


"Yeeaayyy…" seluruh siswa bersorak serempak. 


Dari sekian banyak kegiatan terjadwal, hanya acara malam inilah yang paling mereka nantikan.


"Tahan dulu Guys… Akan ada banyak pertunjukan-pertunjukan seru yang tentunya semakin membuat kalian bersorak lebih kencang."


Si pembawa acara berhenti sejenak dan terdengar gumaman serta suara berisik di mana-mana.


"Sudahlah, daripada kita menunggu berlama-lama, langsung saja kita mulai malam pesta api unggun ini…"


Semua orang bertepuk tangan mendengar pidato pembuka dari William. Si Ketua Osis yang malam ini bertugas sebagai host acara. Tidak salah memang memilih cowok itu sebagai MC. Selain terkenal ramah, cowok dengan pembawaan santun tersebut ternyata memiliki sisi humoris dan ceria. Setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu bisa menghidupkan suasana.