
Tak terasa seminggu telah berlalu. Dua sejoli yang tengah dimabuk asmara itu, kian hari kian berani menampakkan kemesraannya.
Seperti hari ini, dengan senyum mengembang di wajah mereka, keduanya secara bersamaan keluar dari dalam mobil Mercedes-Benz milik Samuel. Bahkan tanpa rasa canggung dua insan itu saling cipika cipiki sebelum berpisah dan menuju ruangan masing-masing.
Ya, mereka akhirnya memutuskan untuk go public setelah tanpa sengaja kepergok Leo saat keduanya sedang mengadakan janji temu di taman samping sekolah.
Saat itu Zoey tengah menunggu Samuel sembari membaca beberapa email yang masuk. Dia tidak menyadari saat tiba-tiba sebuah kecupan lembut menghampiri pipinya.
Namun sialnya, hari itu ada seorang siswa yang memergoki tindak kemesraan keduanya. Dialah Leo -teman sebangku Samuel- cowok yang paling doyan ngegosip layaknya anak perempuan. Dan benar saja, dalam sekejap gossip tersebut langsung menyebar ke seantero sekolah.
Lalu mulai saat itu tidak ada lagi yang namanya backstreet. Samuel bahkan rela setiap jam istirahat menghampiri Zoey ke kantor guru untuk makan siang berdua meskipun hanya di kantin sekolah.
Mulanya dua orang itu mendadak menjadi bintang sekolah yang selalu diburu beritanya. Ada yang menganggap hubungan tersebut sangat romantis, namun tak sedikit pula yang menghujat keduanya karena terlibat dalam hubungan 'haram'. Tentu saja 'haram' di mata mereka yang iri dengan keharmonisan pasangan beda umur tersebut.
Menurut mata julid mereka, status Zoey sebagai guru berpacaran dengan Samuel yang notabene adalah seorang siswa SMA, dianggap tidak pantas dan memberikan contoh yang buruk. Seharusnya tugas seorang guru ialah mendidik para siswa untuk menjadi pribadi yang bermoral dan berakal. Bukan malah membawa siswa tersebut terjerumus ke dalam hubungan yang tidak masuk akal.
Meskipun zaman sudah milenial, namun tetap saja masih ada segelintir orang melihat gaya pacaran beda umur itu sebagai hal yang tabu. Pasalnya, ketika seseorang menjalin sebuah hubungan, maka si laki-laki haruslah lebih dewasa dari pada si wanita.
Alasannya selalu monotone, agar bisa lebih ngemong sifat wanita yang manja. Padahal tidak semua wanita itu makhluk yang lemah dan cengeng. Dalam kasus ini contoh nyatanya adalah Zoey. Meskipun dia seorang wanita, tapi cewek yang hobby memanah tersebut selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemandirian.
Dia tidak setuju dengan paham 'Pria yang lebih berkuasa'. Menurutnya itu cerminan suatu tindak diskriminatif. Kenapa harus selalu laki-laki yang memegang kendali? Apakah menurut mereka wanita tidak bisa lebih dominan dalam sebuah hubungan? Lalu apa gunanya mereka menuntut hak kesetaraan gender???
"Honey… Pulang sekolah aku mau maen ke rumah. Papa lagi sibuk nggak?" tanya Samuel sambil menikmati sepiring batagor yang masih panas.
"Cie ileee… Udah panggil Papa aja sama calon mertua. Emang udah pasti direstuin?" goda Leo yang mendadak muncul dan langsung mendaratkan pantatnya di kursi samping Samuel.
"Salah sendiri pacaran di kantin…"
"Gue juga maunya ngajakin dia maen di hotel. Berhubung ini masih jam sekolah, gue harus jadi anak baik-baik." jawab Samuel santai.
BUGH!!!
"Aauuww… Kok aku dipukul?!" Samuel memekik sambil mengusap kepalanya saat Zoey mendaratkan pukulan di sana.
"Salah sendiri punya mulut nggak ada filternya!" tukas Zoey dengan kesal.
"Hahaha… Ibu Zoey kalau marah ngegemesin yaa…" Leo terbahak melihat ekspresi sebal sang guru yang sangat langka dipertontonkan.
Memang biasanya cewek itu hanya punya dua ekspresi. Kalau tidak angkuh ya judes.
"Nggak usah kesengsem juga kali. Pacarnya masih di sini nih!"
"Ya elah... Sam. Cemburuan banget lo jadi cowok. Nggak usah seposesif itu. Gue juga nggak minat sama bini orang…"
"Jadi maksudnya lo nggak naksir Cindy, heh?!" tanya Samuel dengan senyum menyindir.
Leo mendadak gelagapan mendengar pertanyaan Samuel, tidak tahu harus menjawab apa. Dia bagaikan terkena skak mat.