My Teacher is an Agent

My Teacher is an Agent
Chapter 102



Semua orang bertepuk tangan mendengar pidato pembuka dari William. Si Ketua Osis yang malam ini bertugas sebagai host acara. Tidak salah memang memilih cowok itu sebagai MC. Selain terkenal ramah, cowok dengan pembawaan santun tersebut ternyata memiliki sisi humoris dan ceria. Setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu bisa menghidupkan suasana.


"Penampilan pertama malam ini akan dibuka dengan sebuah drama klasikal dari anak-anak teater sekolah kita. Hheemmm… Kalau dari judulnya sih klasik buanget. Tapi kita lihat langsung saja perform mereka…"


Tak berselang lama sekelompok siswa yang terdiri dari 3 orang cowok dan 5 orang cewek berdiri di atas stage yang memang khusus dirancang sebagai tempat pertunjukkan para peserta. Mereka mempersembahkan sebuah dongeng klasik berjudul "Beauty and the Bis". Sungguh. Itu bukan karena Author nya typo yaa…


Tapi para siswa itu memang menampilkan sebuah drama parodi yang klasik sekaligus kocak. Menceritakan seorang gadis cantik yang bertemu dengan jodohnya di dalam sebuah mini bus yang tak lain adalah si kernet angkutan umum tersebut.


Walaupun dengan perlengkapan seadanya, tapi pertunjukan singkat itu cukup menghibur. Buktinya banyak para siswa yang tertawa terpingkal-pingkal sampai beberapa dari mereka menahan perutnya karena terlalu keras tergelak.


See… Seperti inilah kemampuan para siswa bertaraf internasional. Meskipun mereka terkenal borjuis dan manja, tapi mereka dapat pula membuktikan diri dengan sebuah kemampuan yang mumpuni.


Setelah penampilan pertama berakhir, dilanjutkan dengan sebuah pertunjukan breakdance dan beberapa siswa yang membentuk vokal grup.


Sampai akhirnya tiba giliran bagi peserta terakhir. Kali ini si host acara kembali berdiri di tengah stage dengan diiringi sebuah intro lagu yang sangat romantis.


Tak pelak para siswi mulai berkasak-kusuk dengan gelisah. Dari nadanya saja sudah bisa ditebak kalau penampilan penutup tersebut pasti akan menjadi sebuah persembahan yang melelehkan hati siapa saja. Sebagian dari cewek-cewek itu berharap kalau yang akan perform nantinya adalah pacar atau mungkin gebetan mereka.


"Eeaaa… Pasti sudah bisa menebak nih kira-kira penampilan apa yang akan tayang selanjutnya. Udah pada baper kan pastinya… Silahkan saja kalian berharap. Siapa tau cowok ini nanti akan mempersembahkan lagu ini khusus buat salah satu dari kalian. Tapi… Bocoran dulu nih yaa… Doi mau nyanyiin lagu ini spesial buat pacarnya lho… Yaaahhh… Udah nggak jomblo dong… Hahaha…"


"Huuu… Huuu…"


"Tenang dulu dong… Emang kalian nggak penasaran siapa cewek beruntung yang akan dapat surprise spesial malam ini?? Untuk itu please welcome…"


Beberapa sorakan menyambut lalu tampak seorang cowok rupawan maju ke tengah stage sambil membawa sebuah gitar. Salah satu panitia bergegas mengambilkan kursi untuk cowok yang sering dijuluki 'Pangeran Es' itu.


Senyap.


Si Cowok mulai memetik gitarnya. Sebuah intro lagu yang sangat romantis dan terdengar familiar. Lagu itu… Lagu favorite seorang gadis yang sekarang pasti sedang tercekat di tempatnya.


Dan saat si pemilik melodi indah itu membuka suara, detik itu juga si gadis tersadar dari kebungkamannya. Mungkinkah…


Do you love the rain? Does it make you dance?


When you're drunk with your friends at a party?


What's your favorite song? Does it make you smile?


Do you think of me?


Yap, inilah Samuel. Seorang cowok arogan sekaligus si ahli pematah hati wanita yang menyanyikan sebuah lagu khusus untuk pacar satu-satunya bernama Brighitta Zoeylia.


When you close your eyes


Tell me what are you dreaming?


I'd spend 10,000 hours and 10,000 more


Oh, if that's what it takes to learn that sweet heart of yours


And I might never get there but I'm gonna try


If it's 10,000 hours or the rest of my life


I'm gonna love you (Ooh)


Do you miss the road that you grew up on?


Did you get your middle name from your grandma?


When you think about your forever now


Do you think of me?


When you close your eyes


Tell me what are you dreaming?


I'd spend 10,000 hours and 10,000 more


Oh, if that's what it takes to learn that sweet heart of yours


And I might never get there but I'm gonna try


If it's 10,000 hours or the rest of my life


I'm gonna love you (Ooh)


I'm gonna love you